
Setelah sekitar 30 menit akhirnya dokter itu keluar. dan memberi tahu untuk ke ruangannya.
"Apa dikeluarga ada yang mengidap sakit gula?" (tanya dokter tersebut )
"Saya kurang tahu ya dok. memangnya kenapa dok?"
"Mama nya mba terkena diabetes. karena kadar gula nya lebih dari 200 mg/dL."
"Lantas tindakan apa yang harus dilakukan dok? apa bisa sembuh?"
"Untuk saat ini. rawat inap terlebih dahulu. keadaan pingsan itu karena gula darah sedang naik. tetapi tindakan yang sudah saya lakukan yaitu menyuntikan obat untuk menormalkan kadar gulanya. tetapi bila besok sudah siuman dan lebih baik. boleh untuk rawat jalan saja. ini asa resep obat yang harus mba selesaikan di bagian apotek. apoteknya ada disebelah kiri dari pintu ugd. "
"okay dok. terima kasih. jdi mungkin liat perkembangan besok saja ya ? "
" iyaa mba. mudah-mudahan cepet sehat kembali."
" aamin. saya permisi dulu."
Setelah itu aku langsung ke bagian apotek untuķ menebus resep yang diberikan oleh dokter tersebut. dan setelah itu. aku langsung menuju kamar mama ku.
"Mah.. mama sehat-sehat ya. Aku ngga mau liat mama sakit. mama yang kuat ya." ( ocehku sembari melihat mamaku yang masih terbujur kaku)"
lalu ada seorang perawat yang datang menghampiri saya.
" permisi.. atas nama Bu Kirana?"
"yaa itu mama saya. kenapa ya? "
" ini tolong ditanda tangani surat izin rawat inap. dan untuk administrasi tolong dibayarkan dulu. dan untuk ruangan rawat inap diakhir. tetapi untuk resep obat dibayarkan setiap hari. terima kasih mba."
" okay. terim kasih."
akhirnya aku tanda tangani surat itu. dan membayar administrasi. kebetulan sekali aku ada uang tabungan. jadi mama bisa cepat tertolong.
tak terasa waktu menunjukan pukul 11 malam. aku pun tertidur di dekat mama. dan terasa seperti ada yang bergerak. ternyata mama sudah siuman.
"Kal.. mama dimana?"
"Alhamdulillah mama sudah bangun. mama dirumah sakit. tadi mama pingsan."
"Ternyata kamu tau sekarang kal."
"maksud mama apa?"
"Pasti dokter sudah menjelaskannya."
" maksud mama apa ? " (jawabku sembari menahan emosi)
"mama sebenarnya sakit diabetes sudah lama kal. tetapi mama tidak pernah cerita ke siapapun. termasuk kamu. karena mama tidak mau bikin kamu khawatir."
" Mah.. sekarang kalo mama lagi sakit mama lagi susah dan butuh sesuatu itu harus bilang ke Kala. jangan sembunyi- sembunyi lagi. pokoknya mama harus cepat pulih lagi."
"Mama.. besok ingin pulang saja. kita rawat jalan saja. kalo kelamaan dirumah sakit. nanti mahal bayarnya kal."
" Urusan itu mama jangan terlalu dipikirkan. Karena Kala lulus interview ma. doakan kala ya semoga lancar semuanya."
"alhamdulillah kala."
"Yaudah kala mau panggil dokter dulu. karena mama sudah sadar lagi."
kemudian datang dokter dan perawar untuk memeriksa mama. setelah berbincang kemudian sepakat bahwa mamaku berobat jalan. dan setelah 1 minggu datang kembali untuk kontrol.
keesokan harinya.
" mah.. kita pulang siangan saja ya? kala ini mau ke perusahaan dulu. untuk izin."
" kamu kerja hari ini? "
"iya mah.. tapi kan mama lagi sakit. masa kala pergi?"
" kala.. kamu kerja saja. mama ngga apa-apa."
"Ngga mah. pokoknya kala mau temenin mama hari ini."
"apa ngga akan jadi masalah kal?"
"doakan saja mah. aku pergi ya. assalaamu'alaaikum."
"yasudah hati" ya kala."
Aku pun pergi ke tempat kerjaku untuk meminta izin.
sesampainya disana. sudah ada pa sardi yang kemarin training.
"okay hari ini pertama kalian masuk ke perusahaan ini. semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik. dan menunjukan skill kalian. nah untuk saat ini ikuti bu Tika untuk menunjukan sistem kerja yang ada diperusahaan ini."
kemudian yang lain mengikuti bu tika. dan aku menghampiri pa sardi. untuk meminta izin.
"permisi pa. ada hal yang ingin saya bicarakan."
" Saya ingin mengajukan izin hari ini pa. karena mama saya sedang dirawat dirumah sakit. saya tidak ada saudara lagi. dan ayah saya sudah tidak ada."
" ini hari pertama kamu kerja. sudah bolos ?" kamu butuh pekerjaan ini atau tidak?"
" saya sangat membutuhkan pekerjaan ini pa. tetapi bagaimana lagi. mama saya sakit. saya mohon pengertiannya ke bapa untuk hari ini saja pa."
" apakah ada bukti bahwa mama kamu sedang di rumah sakit?"
" ya pa. sebentar... ini buktinya pa."
" baiklah. hanya kali ini saja saya memberikan toleransi untuk kamu. ceoat sembuh untuk mama kamu."
" baik. terima kasih pa. saya permisi dulu."
akhirnya aku pergi dari kantorku dan kembali ke rumah sakit.
suasana di kantor.
" pa.. katanya ownernya akan datang kesini siang ini." (jawab bu tika ke pa sardi)
" seriously?"
" ya pa. katanya pagi ini owner nya sedang ke rumah sakit terlebih dahulu. dan siangnya akan ka kantor."
" okay. persiapkan semuanya."
"'baik pa."
45 menit kemudian
suasana rumah sakit
" Kala mana sih? tumben lama banget." ('celoteh mama)
akhirnya mama ku keluar ruangan sekedar ingin melihat dan memastikan aku sudah sampai atau belum. dan ketika mama keluar ruangan terlihat ada seseorang yang sedang melihat ke arah mama. seorang laki-laki sepertinya seumuran denganku. ketika mama lihat dia pun pergi.
"mah....." ('teriakku ketika mama akan masuk ke ruangannya kembali)
" ya ampu kal. mama udah panik. kirain kamu kenapa-napa."
"aku baik aja mah. emang sih tadi pa sardi kayak yang ketus gitu. tapi aku kasih tunjuk aja bukti rawat inap mama. akhirnya dia percaya."
" pa sardi siapa kal?"
" ya itu kayak hrd gitu lah."
" ohiya. eh tadi kayak ada yang ngilatin ke mama go
itu. laki-laki. pas mama tengok dianya pergi. ngga lama kamu dateng."
" ahh mungkin perasaan mama aja. ini kan banyak orang. yaudah sekarang kita beres- beres dulu. kita kan mau pulang."
" okay sayang."
akhirnya aku membereskan semuanya. setelah semuanya beres aku pun memesan taksi untuk pulang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
guys.. maaf banget baru update lagi.. aku super sibuk.. mohon maaf ya. semoga kalian suka dengan ceritaku. jangan lupa untuk like and share to your friend. keep health and stay safe okay guys. 😻😻😻🤩😘❤