
Saat kia sedang berdiri di depan rumah customer yang akan ia datangi, ia tidak sadar bahwa ada sebuah mobil land rover berwarna putih yang terparkir tak jauh dari motor kia. Pemilik mobil itu adalah elmir, ia memang ada janji dengan adelia untuk menghadiri reuni SMA bersama. Hubungannya terlihat baik setelah 2 tahun menjadi sekertarisnya.
Elmir sengaja berdiam diri di dalam mobil karena tau bahwa wanita yang berdiri di depan rumah adel adalah kiara, wanita yang pernah menolak cintanya dengan suatu alasan. Ia memperhatikan bahwa kia mengantarkan sesuatu untuk adelia, ia juga tau bahwa kia menekuni usaha online shop. Selama 2 tahun terakhir mereka berdua memang sama sekali tidak bertemu namun elmir kerap berpapasan dengan kiara dijalan dan enggan menyapanya, mengingat bahwa ia pernah di tolak cintanya.
Setelah melihat adelia keluar elmir sengaja keluar dari mobil dan sengaja menemui adelia. Pria itu terlihat semakin tampan dan berwibawa, apalagi kini dia sudah menjadi CEO di perusahaan ayahnya.
Elmir mengenakan Tshirt polos merah dan di lengkapi dengan jacket bomber berwarna hitam, Membuat kulitnya terlihat sangat putih..
Saat kia membalikkan tubuhnya untuk mengambil motor ia dibuat tercengang oleh kehadiran sosok elmir yang berdiri di belakangnya, kia terkejut " Mas elmir " Batinnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kia diam berdiri menatap elmir, begitu pula dengan elmir yang sejenak menatapnya namun tidak terlalu terkejut seperti kia. Bagaimana pun elmir sudah sering berpapasan dengan kia, tanpa kia sadari.
Disitu kia bingung harus menyapanya atau bagaimana " Bagaimanapun kita pernah saling mengenal , aku harusnya menyapa. Benarkan " Batin kia
" Kau sudah datang el " Ucap adelia, terlihat dimatanya sangat senang dengan kedatangan elmir " Yah, aku baru saja sampai " Elmir dengan santai berjalan melewati kiara yang masih tercengang. Entah apa yang ada dipikiran elmir hingga ia harus bersikap begitu.
" Apa dia sengaja " Batin kia masih dengan posisi yang sama.
" Mbak, apa ada yang tertinggal " Tanya adelia melihat kia hanya berdiam diri " Ah, tidak ada nona.. Saya permisi " Dengan cepat kia melangkah mengambil sepeda motornya dan menancapkan gasnya. Terlihat elmir memperhatikan langkah kiara yang terburu² " Kau kenapa el " Tanya adelia
" Tidak, ayoo kita sudah telat " Ucap elmir
Adelia menatap elmir aneh " Kenapa el seperti memperhatikan wanita tadi " batinnya
" Tunggu sebentar aku akan mengganti pakaianku " Adel berjalan cepat menuju kamarnya
" Aku akan menunggu di mobil " Kini elmir menjadi badmood, sebenarnya ia ingin melupakan cinta masa lalunya dengan kiara namun sulit baginya karena selalu berpapasan dengan kia di manapun.
" Mengapa selalu berpapasan dengan gadis itu " Gumam elmir di dalam mobil, ia terlihat kesal kala berpapasan dengan kia. Apalagi jika kia bersama dengan teman pria nya, hampir membuat muak.
...****************...
Sepanjang perjalanan kia masih mengingat kejadian tadi, sikap acuh elmir pada kia membuatnya bertanya² " Kenapa dia bersikap seperti itu, apa dia tidak mengenaliku atau dia sengaja " Gumamnya sambil menyetir motor.
Singkat waktu kia telah selesai mengantar orderan, ia kembali kerumahnya. Rupanya dirumah sudah ada Alan yang menunggunya " Ra, baru pulang " Tanya alan duduk di teras menunggu kia.
" Menurut mu " Kia duduk di sebelah alan dengan raut wajah yang bete " Kamu kenapa ra, pulang² mukanya ditekuk " Alan pun tak bisa diam saja melihat rara bete.
" Ngga kenapa² " Singkat kia lalu meneguk es jeruk milik alan yang di buatkan oleh tria. Alan memang dekat dengan kia dan keluarganya, sudah seperti keluarga sendiri.
" Eh ra , bukannya kamu sedang mencari rumah kontrakan, kebetulan aku lihat iklan di sosmed dan biaya sewa nya pun lumayan murah " Ucap alan. Beberapa minggu yang lalu kia memang sedang mencari rumah kontrakan yang tidak terlalu besar untuk membuka usaha olshopnya. Karena beberapa stok pakaian untuk dijual hampir memenuhi ruang tamu " Nih liat deh " Sambung alan sembari menunjukkan ponselnya.
" Ini daerah mana dulu " Terlihat dari reaksi kia yang sedikit tertarik
" Ini sih strategis banget menurut ku, kalau kamu minat gimana kita cek TKP langsung aja " Ujar alan
" Wihh.... Boleh juga, kamu memang cerdas al " Seru kia menepuk² pundak alan. Kini wajah badmood nya sudah berubah menjadi senyum merekah " Hmm, sepertinya mood kamu udah membaik ra " Batin alan
" Ekhem.., ada kabar baik apa nih anak ayah " Tanya heri yang tiba² datang " Ah gini yah, alan nemuin rumah kontrakan dengan biaya sewa yg lumayan murah, Nanti bisa buat buka usaha aku " Sahut kia sumpringah
" Benarkah, kalau begitu kamu cek langsung saja lokasinya. Kalau cocok ambil " Melihat heri sangat mendukungnya, kia pun jadi bersemangat untuk segera melihat rumah kontrakan itu.
" Hmmm, beruntungnya jika aku memiliki ayah sepertimu " Celetuk alan sambil menyender di pundak heri dengan sok imut " Apa sih yang anak ini bicarakan, aku ini ayahmu juga " Tutur heri. Ia sudah menganggap alan seperti putranya sendiri. Kia hanya tersenyum kecil melihat keduanya.
" Aku hampir lupa, maafkan putramu ayah " Alan kini menggoda heri dengan pasang wajah sok imutnya.
" Aihhh bocah ini memang benar² ya " Heri hanya membiarkannya. Karena menurutnya alan bersikap seperti itu karena kurang perhatian dari orang tua.
" Yaudah yuk al, kita cek rumah kontrakan " Kia berdiri dan memakai helmnya. Alan berhenti membercandai heri yang sedang membaca koran " Yah, kita pergi dulu ya " Pamit kia
" Hmm, hati² yaa nak.. Semoga cocok rumahnya " Setelah berpamitan, kia dan alan pun keluar. Kali ini mereka memakai motor Scoopy milik kiara.
...****************...
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di tempat tujuan. Sebuah bangunan minimalis berlantai dua, letaknya pun dekat dengan jalan raya. Tentu saja membuat kia semakin tertarik " Al, ayoo kita temui pemilik ruko ini " Ucap kia dengan yakin.
" Oke " Alan pun berjalan duluan dan diikuti kia di belakangnya. Mereka berdua berjalan menuju rumah pemilik ruko yang berjarak beberapa meter saja dari ruko.
" Tok...tokk...tokkkk , Assalamualaikum " Ucap alan mengetuk pintu. Tak butuh waktu lama pemilik rumah itu pun keluar membukakan pintu, seorang wanita parubaya bernama Diana.
" Waalaikumsalam, cari siapa dek "
" Begini bu, sayaa sempat melihat iklan di sosmed tentang rumah yang ada didepan " Alan pun mulai menjelaskan maksud kedatangannya. Wanita parubaya itu menatap alan kemudian bergantian menatap kiara yang ada di sebelahnya " Oh, masuklah dulu kita bicarakan di dalam " Ujar diana
Diana kembali memperhatikan alan dan kia , entah apa yang dipikirannya " Kalian mau sewa rumah " Tanya diana
" Iyaa bu " Singkat alan
" Sepertinya kalian mahasiswa yaa , apa sudah menikah? Kenapa mau tinggal bersama? Bukannya itu tidak baik " Ucap diana tanpa jeda. Ia berfikir mereka berdua menyewa rumah untuk hidup bersama.
" Apa kau baru saja membuat alasan " Ucap diana seakan tak percaya.
Karena geram kiara angkat bicara " Maaf sebelumnya nyonya, saya hanya ingin membuka usaha kebetulan teman saya melihat iklan rumah anda jadi kami berdua langsung kemari untuk mengecek. Jika anda keberatan kami akan pamit undur diri, mohon maaf telah menganggu waktu anda. Saya permisi " Ucap kia lalu berdiri dan membungkukkan setengah badannya
Diana terdiam merasa salah karena sudah berpikir negativ tentang mereka berdua " Ah, maafkan saya.. Silahkan duduk kembali " Ujar diana
" Saya begini karena sudah ketiga kalinya ada pasangan yang berencana menyewa rumah , mereka mahasiswa seperti kalian tapi rumah itu mereka gunakan untuk tinggal bersama jadi saya menolaknya. Maaf karena telah berfikir negatif dengan kalian. Sepertinya saya salah, dari bicaramu saja kau terlihat gadis yang baik " Sambung diana
" Tidak apa² nyonya, saya mengerti kekhawatiran anda. Lalu bagaimana, apakah anda akan menerima jika saya menyewa rumah tersebut " Tanya kia, ia sangat berharap mendapatkan sewa rumah itu.
" Hmm, baiklah... Mari bicarakan biaya sewa, kau mau harga perbulan atau pertahun " Ucap diana
" Kalau bisa beri tau saya berapa biaya untuk perbulan dan pertaunnya " Kini kia semakin tertarik, sementara alan hanya mendengarkan perbincangan pemilik dan penyewa.
" Perbulan 7 juta dan harga pertaunnya 60 juta sudah termasuk biaya listrik " Ucap diana. Mendengar harga yang relatif murah, kiara kini sangat tertarik.
" Nyonya, apa anda tidak salah menghitung? Rumah itu berlantai 2 dan cukup besar " Kiara memastikan ucapan diana
" Apa kau minat , oh iya siapa nama mu "
" Nama saya kiara dan ini sahabat saya Alan "
" Baiklah nak kiaraa, kau mau ambil perbulan atau pertahun " Tanya diana
" Saya akan mengambil pertahun nyonya " Terang kia, ia sangat senang bisa menemukan tempat dengan lokasi yang bagus " Semoga ini jadi langkah awal menuju kesuksesan.... Aaaamiinnn " Batin kia
" Baiklah , apa kau mau mengecek tempatnya "
" Tentu saja nyonya, hmm tapi ada yang ingin saya tanyakan pada anda. Kenapa anda menyewakannya dengan harga murah " Tanya kia tiba²
" Karena kita pemilik dan penyewa, panggil saja saya Tante diana " Ujar diana
" Saya sengaja menyewakan tempat ini karena saya akan pergi ke luar kota untuk sementara waktu, dan akhirnya saya menemukan penyewa yang cocok yaitu kamu " Sambung diana
" Terimakasih tante diana "
" Kalau anda ke luar kota, siapa yang menempati rumah anda " Tanya kia
" Rumah saya akan di tempati oleh keponakan saya nanti, kalian akan jadi tetangga nantinya bekerja samalah hehe " Saut diana. Rumah yang akan kia sewa terletak di depan, sementara rumah diana ada di belakangnya. Bangunannya menempel karena dulu itu satu rumah yang berbentuk panjang, kini rumah itu sudah di sekat menjadi dua rumah.
Kira² seperti ini ya hehe...
...****************...
" Baiklah tante, saya sudah melihat² semuanya dan saya suka. Saya akan pulang dulu untuk mengambil uang " Ucap kiara
" Emm, iyaa saya juga akan menyiapkan kontraknya "
" Terimakasih tante diana, kalau begitu kami pamit ya " Ucap kiara dan salim pada diana.
" Iyaa sama² kiara "
...****************...
Kini kiara dan alan sudah keluar dari rumah tante diana, kiara begitu senang karena sudah mendapatkan rumah yang akan ia jadikan rumah dan toko " Al, hari ini kamu sudah berjasa. Aku akan mentraktirmu makan.... Ayoooo kita makan " Seru kiara
" Okee, aku memang sudah lapar " Alan melajukan sepeda motornya menuju ke cafe cendana.
Sesampainya di cafe cendana, mereka duduk dan memesan makanan " Mbak, tambah martabak mie 1 ya " Ucap kia menambahkan menu pesanan. Mendengar itu alan menatap kia " Kenapa kau pesan itu ra " Tanya alan
" Al, aku tau kenapa kamu datang kesini. Kamu kangen sama mamah kan " Ucap kia. Alan hanya mengalihkan pandangannya
...****************...
BERSAMBUNG...
TERIMAKASIH YANG SUDAH HADIR UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA..
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA KAKAK...
SEMOGA DIJADIKAN FAVORITE😍😍😍😍😍