Relationship

Relationship
Cantik dari lahir



Malam ini reynal mengenakan setelan jas berwarna abu-abu, ia bahkan menata rambut-nya sehingga membuat dirinya terlihat berbeda. Rey kini turun dari mobil-nya, ia lalu memencet bel pagar rumah kiara. Lalu datanglah tria membukakan pintu , tria sedikit terkejut saat melihat reynal yang berpakaian rapih. Dalam hati-nya bertanya-tanya " Ada reynal, silahkan masuk " Ucap tria mempersilahkan, reynal terlebih dulu salim dengan tria lalu mengikuti langkah tria untuk masuk " Duduk dulu rey, tante akan memanggil kia ke kamar-nya " Ujar-nya, ia belum sempat menanyakan kenapa dia serapih itu malam ini " Iya tan " Rey mengangguk dan duduk di sofa sambil menunggu kia. Lima menit kemudian, tria kembali keluar


" Mau kemana rey, kok tumben rapih sekali " Tanya-nya karena begitu penasaran melihat rey berpakaian rapih mengenakan setelan jas.


" Mau pergi ke acara pernikahan rekan kerja ku tan dan minta di temani kia karena nggak ada temen hehe, boleh kan tan " Ujar rey meminta izin pada tria.


Tria menganggukan kepalanya dan mengerti kenapa rey berpakaian serapih ini " Boleh, kenapa enggak.. Pasti dia dandan dulu maka-nya lama " Tutur tria terkekeh, namun tiba-tiba saja kiara datang dan menyela pembicaraan mereka " Lama apanya, aku udah siap dari tadi kok " Ucapnya tak terima. Siapa sangka, mata reynal dan tria terbelalak saat melihat kiara " Nak, kenapa ibu baru menyadari kalau kamu sangat cantik " Ujar tria masih tak percaya. Terlebih reynal, ia tak berkedip sama sekali karena melihat kia begitu cantik malam ini dengan gaun yang ia design sendiri secara langsung tadi.


" Kemana saja ibu selama ini, aku kan memang cantik dari lahir " Sahut-nya menggerutu " Kamu udah nunggu lama rey " Kia berjalan menghampiri rey dan tria yang duduk di sofa.


Reynal masih tak bergeming menatap kia yang kini berdiri di hadapan-nya " Rey, mau berangkat sekarang " Ujar kia membuyarkan pandangan reynaldi " Oh, oke ayo kita berangkat sekarang " Rey beranjak dari sofa, ia salah tingkah sendiri " Kenapa dia cantik sekali sih " Batin rey mengalihkan pandangan-nya.


" Bu, aku pergi dulu ya nemenin rey kondangan " Pamit kia pada tria " Iya, hati-hati ya.. Rey jaga anak ibu yang cantik ini " Ujar tria, dan tak lupa mereka salim pada tria bergantian " Mari tan, kita duluan ya " Pamit rey lalu berjalan keluar menuju mobil-nya.


Tria menatap putri-nya yang sudah terlihat dewasa berjalan dengan seorang pria tampan " Sepertinya reynal menyukai putri ku " Gumam tria dari kejauhan.


...****************...


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan menuju ke hotel bintang 5 lokasi acara tersebut, kia berulang kali melihat ke arah kaca sepion mengecek rambut-nya karena takut berantakan " Udah jangan ngaca terus, kau sudah cantik " Akhirnya rey mengatakan-nya bahwa kia memanglah sangat cantik malam ini " Kamu tuh seperti ibu ku aja deh " Sahut-nya dan memilih tidak melihat ke kaca spion lagi karena sudah merasa percaya diri.



Beberapa menit kemudian, rey menghentikan mobil-nya di depan hotel lokasi acara tersebut " Ayo turun " Ucap rey membukakan pintu untuk kiara



" Aku kan bisa buka sendiri rey "


" Karena malam ini kau memakai gaun, jadi biarkan aku yang membuka pintu. Ayo turun nona kiara " Tutur rey tersenyum dan menjabarkan tangannya, kia pun tersenyum dan turun dari mobil " Rey, aku baru pertama kali menghadiri pesta mewah seperti ini " Kata-nya berjalan menggandeng lengan reynaldi.


" Nggak apa-apa, lain kali aku akan mengajakmu lagi agar terbiasa " Mereka berdua kini memasuki gedung utama acara tersebut.


Disana sudah banyak para tamu yang hadir ke acara tersebut, tak sedikit pula yang menatap kehadiran rey dan kiara " Rey, aku kok canggung ya " bisik kia ke telinga rey " Tidak apa-apa, kau terus di dekat ku saja " Sahut-nya lirih, dari kejauhan ada rekan bisnis lain yang menyapa rey. Hal itu membuat rey tak enak jika hanya diam di tempat " Ki, kita kesana yuk, aku harus menyapa rekan bisnis papah ku " Ucap reynal


" Aku malu rey, lebih baik aku tunggu disini saja ya " Karena merasa canggung , kia enggan mengikuti rey untuk menyapa rekan bisnis-nya " Apa kau yakin tidak apa-apa " Kia hanya mengangguk " Memangnya aku anak-anak yang perlu di khawatirkan, sudah sana mereka menatap mu terus " Ujar kiara


" Baiklah, kau disini saja jangan kemana-mana " Kia mengangguk setuju, lalu rey pun pergi untuk menyapa beberapa rekan bisnis-nya yang hadir di acara tersebut.


Kia tampak sedang melihat-lihat seluruh ruangan yang sangat luas itu, ia lalu berjalan ke meja yang penuh dengan jamuan. Kia mengambil gelas yang berisi air soda, ia tau betul bahwa ada beberapa minuman beralkohol disana " Jadi begini ya resepsi pernikahan orang kaya " Gumam-nya memperhatikan banyak-nya tamu yang datang.



Saat sedang berjalan ke tempat semula, seorang wanita menabrak kia dan membuat minuman yang kia pegang tumpah dan mengenai gaun-nya " Maafkan saya nona " Ucap wanita tersebut, kia masih menuduk membersihkan gaun-nya yang basah.


" Oh, anda nona putri adelia kan " Kali ini kia juga mengenali wanita itu " Panggil saya adelia, siapa nama anda " Tanya adel menatap kia dari atas sampai bawah, ia sebenarnya heran kenapa kia bisa hadir ke pesta para pembisnis " *Dia memakai gaun yang cukup bagus, apa dia menemani sugar daddy-nya disini* " Batin adelia menatap kiara. Adelia selalu berburuk sangka terhadap orang lain, tanpa tau yang sesungguhnya


" Nama saya kiara, salam kenal nona adelia " Kia tersenyum dan menjabatkan tangan-nya " Salam kenal nona kiara " Kini mereka saling menjabat tangan dan mengobrol bersama .


" Anda bersama siapa disini " Tanya adelia penasaran


" Saya datang bersama teman saya, kebetulan dia sedang menyapa rekan bisnis-nya " Adelia hanya mengangguk mengiyakan.



" Kalau begitu, saya permisi dulu ya nona kiara " Ujar adelia dan meninggalkan kiara. Cukup lama kia berdiri menunggu reynal dan sesekali ia juga melihat ke arah reynal yang sedang berbincang dengan para rekan-nya. Karena gaun-nya basah, kia pun memilih pergi ke toilet untuk membersihkan-nya " Menyuruhku untuk menemani tapi malah aku yang sendirian " Gerutu kia di dalam toilet, ia menatap wajah-nya di depan cermin. Kia juga tidak menyangka dirinya bisa hadir di acara pesta seperti ini.


...****************...


Waktu sudah menginjak pukul 22:01, kia mengabiskan waktu selama 15 menit di dalam toilet, ia memilih berdiam diri duduk di atas closet. Namun pada akhirnya ia tetap keluar dari kamar mandi karena takut rey mencari-nya. Kia berjalan menuju gedung utama, tiba-tiba ada seorang pria yang datang mengganggu-nya " Hey cantik, kenapa sendirian " Ucap pria tidak sopan menghadang kiara.


" Permisi tuan saya mau lewat " Ujar kia sopan, namun pria itu tetap saja tidak sopan " Aduh, jangan gugup dong kenalan dulu sama kakak " Tutur-nya menyentuh pundak kiara " Tolong jangan kurang ajar ya " Bentaknya karena tak tahan melihat sikap kurang ajar pria tersebut.


" Apa?? kurang ajar, gadis kecil sepertimu kenapa bisa berada di acara seperti ini, apa kau salah satu simpanan para pembisnis yang hadir di sini " Pria itu pun semakin kurang ajar, tak segan-segan kia menampar wajah pria tersebut meskipun sebenarnya ia sangat ketakutan " Plakkkkk " Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri pria itu


" Ck, kecil-kecil ganas juga ya. Rupanya kau mau main juga dengan kakak " pria itu kini semakin menjadi-jadi. Ia mendekatkan tubuh-nya kearah kiara dan membuat kia semakin takut sampai gemetaran " Lepaskan saya, tolong " Teriak kia namun mulut-nya di bekap oleh orang itu, pria itu mendekatkan mulut-nya ke arah leher kia.


Namun keberuntungan masih berpihak pada kia, seseorang datang menolong-nya. Sebuah tendangan yang cukup keras mendarat di punggung pria yang sangat kurang ajar itu. Pria itu pun jatuh tersungkur dan kesakitan " Kurang ajar, siapa kau berani-beraninya menyentuh ku " Seru pria itu menoleh ke arah seseorang yang menendang-nya.


" Beraninya kau menyentuh dia, manusia sampah " Ucap seseorang itu, darahnya mendidih ketika melihat kiara di ganggu oleh pria kurang ajar tersebut, ia lalu kembali memukul pria itu hingga babak belur. Sementara itu kiara masih gemetaran, ia benar-benar ketakutan sekali karena berada di tempat asing sekarang. Pria penolong itu datang dan memakaikan jas-nya ke tubuh kia " Kau sudah aman, tenang lah " Ucap-nya memeluk dan menenangkan kiara.


Kia menoleh ke wajah pria penolong itu, Tubuhnya gemetaran tak menentu. Ia hampir saja di lecehkan oleh pria kurang ajar " Mas elmir " Ucap kia lirih, ia menitihkan air matanya. Kia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi jika el tidak datang menolong-nya.


" Iya ini aku, tenanglah... " Elmir menepuk-nepuk bahu kiara agar merasa lebih tenang " Dia sampai gemetaran begini " Batin-nya


" Apa kau bisa jalan, ayo pergi dari tempat ini " Ujar el dengan lembut dan memapah tubuh kiara yang gemetatan. Kia hanya mengangguk, saat kia melangkahkan kaki-nya, ia malah terjatuh karena kaki-nya terasa lemas. Tubuhnya benar-benar gemetar karena sangat ketakutan, akhirnya elmir menggendong kia keluar dari tempat itu.


Beberapa orang rekan bisnis yang sedang berbincang dengan elmir pun terkejut saat melihat elmir keluar menggendong seorang wanita. Terlebih lagi Adelia " Siapa yang bersama el " Batin adelia bertanya-tanya..


Bersambung..


Jangan lupa like


komen


dan vote