
Dari kejauhan, dua orang wanita tengah memperhatikan kiara yang sedang menatap fokus ponsel-nya. Sudah tidak asing lagi, mereka adalah oliv dan abel " Lihat deh liv, dia fokus banget sampai nggak lihat depan, kalau nabrak sesuatu gimana ya astaga " Ujar abel, mereka berdua berjalan di belakang kiara dengan jarak yang cukup jauh sekitar 20 meter " Kita kagetin aja yuk bel " Jiwa usil oliv terbangun. Mereka berencana mengageti kiara dari belakang.
Oliv dan abel berjalan cepat menyusul kiara tanpa suara, sampai kia tidak menyadari kedatangan mereka dari belakang " Woyyyyy " Seru oliv dan abel bersamaan. Karena begitu terkejut, kia memegang dada-nya dan menoleh ke belakang " Kalian " Mata kia melototi kedua sahabatnya yang berhasil mengejutkan dirinya.
" Lagian jalan sambil main hp, kalau nabrak tembok gimana? " Ujar oliv, Berhubung kia sudah mengirim pesan kepada alan, jadi ia memasukan kembali ponselnya kedalam tas-nya
" Tapi jangan ngagetin gitu juga dong, untung nggak jantungan " Tutur kia kesal.
" Emangnya lagi lihat apa sih di ponsel? " Tanya abel
" Aku sedang mengirin pesan ke alan, dia bilang akan membantu ku membersihkan ruko baru ku " Sautnya berjalan beriingan dengan abel dan oliv
" Kamu udah nemu tempat buat toko ki? Selamat yaa, kita ikut seneng dengernya " Ujar abel.
Sejak dulu kiara selalu mendapatkan dukungan dari kedua sahabat-nya itu. Berawal dari online shop kecil yang tidak banyak di ketahui orang lain, mereka lah yang senantiasa membantu mempromosikan Fluffy shop melalui media sosialnya.
" Oke, berhubung alan masih ada kelas mending kalian bantuin aku juga yuk, sekalian aku tunjukin tempat-nya " Ujar kiara. Abel dan oliv pun mengangguk setuju, mereka bertiga lalu menuju ke rumah yang sudah kia sewa untuk membuka toko
" Wahhh, pinter juga ya kamu ki, bisa dapet rumah sebagus ini " Ucap abel, mereka kini sudah berada di depan rumah tersebut
" Hem, aku juga seneng bangett... Masuk yuk " Tak butuh waktu lama mereka pun masuk ke rumah tersebut
Sebelum mulai bersih-bersih, abel dan oliv terlebih dulu melihat-lihat sekitar ruangan " Serius ini rumah bagus banget " Mata oliv berbinar, ketika melihat design dan interior rumah mezzanine kiara. Meski hanya sewa, kiara sendiri merasa cukup puas
" eh, tapi pasti mahal ya ki uang sewa-nya? " Ujar abel menerka
" Nggak juga, udah yuk bantuin aku bersih-bersih " Kia memberikan vakum cleaner pada abel. Sementara oliv, ia menerima Wiper pembersih kaca dari kiara.
" Ini gimana cara nyalainnya? " Tanya abel kebingungan karena tidak pernah memegang vakum cleaner.
" Serius kamu nggak bisa bel?? Kebangetan banget " Bukannya membantu, oliv malah meledek abel dan membuatnya kesal
" Kalau begitu kamu saja yang pegang ini, lebih baik aku membersihkan kaca " Kerena kesal, abel memberikan vacum cleaner tersebut pada oliv
" Cih, nggak mau!!! " Mereka berdua adu mulut saat kiara berada di luar. Kiara keluar karena mendengar suara bel, rupanya kia kedatangan satu orang teman lagi yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.
" Masuk al, di dalam ada oliv sama abel juga " Ucap kia memegang sapu panjang untuk membersihkan kotoran di atas
" Oke, ehm apa kau butuh bantuan ku? " Tanya alan melihat kiara membersihkan debu di bagian atas.
" Nggak perlu al, lebih baik kau masuk saja. Kalau disini, nanti kamu kejatuhan debu dari atas " Ujar kia, meski sapu-nya panjang namun kia harus menggunakan bangku karena tinggi badan-nya tidak cukup sampai ke atas
" Ya ya aku masuk " Alan akhirnya masuk ke dalam. Disana ia melihat abel dan oliv yang sedang adu mulut " Heh ada apa sih? Bukan-nya bantuin kia, malah ribut sendiri " Tegur alan pada kedua wanita yang sedang ribut sendiri.
" Dia tuh yang mulai " Gerutu abel tak terima
" Aku apa-nya? Kau tau al, dia nggak bisa menyalakan mesin vacum ini?? Kan lucu sekali " Sama seperti abel, oliv pun tak mau kalah debat dengan-nya.
" Sudah sudah, mungkin abel nggak terbiasa, sini biar aku saja? Lebih baik kamu bantu kiara di depan " Alan mengambil alat vakum tersebut dari tangan abel, dan tidak tau kenapa melihat alan bersikap begitu, abel merasa terharu " Kenapa jantung ku berdebar, dia alan si manusia usil kan??? Tumben baik " Batin abel sedikit melirik alan. Ia lalu berjalan keluar menghampiri kiara.
Kini, alan yang membersihkan debu seluruh ruangan. Oliv pun sama membersihkan kaca dari luar hingga ke dalam.
" Ki, butuh bantuan nggak? " Tanya abel mendongak keatas karena kia menggunakan bangku
" Ini hampir selesai bel, tapi tolong ya pegangin bangku-nya, aku takut jatuh soalnya kalau nggak di pegangin " Abel mengangguk dan memegangi bangku yang sedang kia pakai untuk membersihkan bagian atas.
Setelah membersihkan bagian lantai bawah. Kini kia lanjut membersihkan lantai atas yang akan menjadi kamar-nya. Kali ini, ia tidak perlu menggunakan bangku karena sudah ada tangga yang naik keatas menuju kamar-nya yang berdesign mezzanine " Akhirnya selesai juga " Gumam kiara merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa sprei. Karena sprei yang sebelumnya sangat kotor jadi kia berencana untuk menggantinya.
" Ayok, aku udah nahan lapar dari tadi " Celetuk alan menarik lengan-ku.
" Oke, ayok bel liv " Kia berjalan lebih dulu bersama alan, sementara oliv dan abel berjalan di belakangnya namun tidak beriringan " Al, mereka kenapa? " Tanya kia melihat oliv dan abel saling diam
" Kau tau? Tadi waktu aku baru datang, mereka sedang ribut? " Bisik alan menyauti
" Memangnya ribut kenapa? Mereka kan biasa ribut " Ucap kiara, ia mengira itu sudah terbiasa mereka lakukan.
" Jadi, abel itu nggak bisa menyalakan mesin vacum tadi, terus oliv bukannya membantu malah meledek dan mengatai manja lah anak mami lah atau apapun tadi, sehingga membuat abel marah " Sahut alan menjelaskan seperti apa yang dia lihat, kia mengangguk dan berfikir. Mereka sudah terbiasa marahan dan kia lah yang selalu membuat mereka berdamai.
Kini mereka berempat sudah berada di cafe yang letaknya tak jauh dari rumah baru kiara " Bel, liv pesen ini yaa? " Ujar kiara pura-pura tidak tahu jika mereka sedang marahan
" Aku samain aja sama kamu " Singkat abel,
" Kalian lagi marahan ya waktu aku tinggal keluar tadi " Tanya kia tiba-tiba
" Nggak kok, dia aja yang baperan " Tutur oliv menunjuk abel, mendengar kata baperan, abel semakin muak dengan-nya
" Semenjak ada kata baperan, ucapan maaf bahkan udah nggak berguna " Cetus abel. Disitu, alan hanya diam karena tidak ingin memperburuk suasana, meskipun sebenarnya ia sangat ingin mengoceh seperti biasa-nya.
" Huft, maaf ya bel.. liv.. Ini semua salah ku, harusnya aku nggak meminta kalian untuk membantuku " Kini jadi kia yang merasa bersalah, ia menyadari kalau abel memang seorang anak dari keluarga kaya yang bahkan tidak pernah mencuci baju
" Kok jadi kamu yang minta maaf si ki " Sentak abel kesal
" Aku cuma sedih liat kalian marahan begini, dan jadi ngerasa salah " Kia menundukkan kepalanya, sehingga abel dan oliv mengira bahwa kia menangis
" ki, kamu nangis???" Tanya oliv
" Jangan nangis dong, kita nggak marahan kok ya kan liv kita udah baikan " Ucap abel menatap kia yang masih menunduk. Rupanya kia hanya pura-pura, dibalik wajah yang menunduk, kia tersenyum " Ki, udah dong nih kita baikan nih lihat " Ujar abel sekali lagi, ia menunjukkan jari kelingking nya dan oliv mengait yang berarti mereka baikan.
Melihat hal itu, kia langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum " Nah gitu dong, kan enak lihat-nya " Ucapnya terkekeh tanpa dosa
" Jadi kamu ngga nangis? "
" Oh jadi kamu cuma pura-pura? " Tanys oliv dan abel bergantian.
" Jadi kalian mau aku nangis beneran? " Sahut kiara cemberut
" Udah dong dramanya, makanan kita udah datang nih " celetuk alan. Kini mereka berempat makan bersama, abel dan oliv pun sudah tidak saling marah lagi.
Di perusahaan...
Pekerjaan yang sedari pagi menumpuk tampak sudah di selesaikan oleh elmir. Karena waktu senggang, elmir terlihat sedang berdiri di dekat jendela, ia menatap pemandangan dari atas gedung kantor-nya. Masih teringat jelas gambaran wajah kia semalam, tak mudah untuk el melupakannya.
Tak lama kemudian, masuklah seorang wanita bernama adelia mengantarkan secangkir kopi untuk elmir " El, kopi yang kau minta " Ucap adelia berdiri di dekat elmir " Hem, taruh saja dulu di meja " Sautnya tanpa menoleh ke adelia. Lalu adel meletakkan kopi tersebut ke meja, namun ia tidak langsung pergi, ia masih berdiam diri di dalam ruangan elmir.
Karena merasa adel belum keluar, el pun menoleh " Ada apa del? " Tanya el karena terlihat dari wajah adel bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu " Ehm, ada yang mau ku tanyakan padamu....
Sebenarnya apa sih yang mau di bicarakan adel dengan elmir...
Next bab👉
Jangan lupa dukung kami dengan like, komen dan vote kalian