Relationship

Relationship
Shoping day



Semenjak kiara membuat keputusan untuk tidak berpacaran dan hanya fokus dengan pendidikannya, ia tak pernah lagi bertemu dengan elmir, begitu pula dengan elmir yang mengurungkan diri untuk tidak bertemu dengan kiara. Namun meskipun begitu kiara tetap berteman baik dengan camilla tapi tidak terlalu dekat seperti sebelumnya.


...****************...


Dua tahun berlalu, setelah kiara selesai menjalani program kejar paket di sebuah yayasan yang sekarang namanya sangat dikenal, kini kiara sudah menjadi seorang mahasiswi di salah satu universitas terbesar dikota. Kiara adalah salah satu mahasiswa yang sangat cerdas di jurusannya yaitu Manajemen. Karena usaha Online shopnya cukup lancar, kia memilih mengambil jurusan manajemen dan bisnis untuk memperdalam ilmunya dalam mengelola bisnis. Namun kia juga kerap mengikuti kelas desain, karena bagaimanapun mendesain adalah hobinya. Kini kia sudah tidak bekerja dibutik lagi, karena ia sudah menekuni bisnis online shop sendiri meskipun omset yang ia dapat tidak sebesar gajinya di butik namun kia tetap merasa puas dan bersyukur dengan hasil jerih payahnya sendiri.


Kiara yang kini berusia 20 tahun terlihat semakin dewasa dan juga sangat cantik, ia juga dikenal sangat ramah di kampus. Tak sedikit pula para cowok-cowok dikampus mendekatinya, namun kia memilih untuk berteman biasa saja. Saat ini kia sedang duduk sambil membaca buku di sebuah tangga yang ada di halaman kampus yang cukup luas itu " Dorrrrrrrrrrrrr " seorang pria usil yang tiba² datang dan mengejutkan kiara, sampai buku yang sedang kia baca terjatuh..


" Apa ini hobi baru mu mengageti orang " Cetus kia pada pria yang kini menjadi sahabatnya " Hehe sorry , kamu sih serius sekali baca bukunya " Pria itu malah menyengir tanpa dosa. Pria itu adalah alan, yapsss Alan mahardika pratama teman kia sejak mereka belajar di yayasan. Mereka kini kuliah di universitas yang sama.


Tak hanya alan, Abel dan olive pun kuliah di universitas yang sama. Namun abel mengambil jurusan hukum, sedangkan oliv mengambil jurusan kedokteran.


......................


" Kok kamu disini ra? Bukannya kuliah " Tanya alan yang kini duduk di sebelah kiara


" Kelas ku sudah selesai al " Sahut kia tanpa menoleh ke arah alan, karena masih fokus dengan buku nya. Alan pun gemas dan merebut buka yang sedang kia baca " Al, apaan sih ngga lucu deh. Sini bukunya " Seru kia sedikit kesal karena alan merebut bukunya


" Ra, kebetulan aku juga ngga ada mata kuliah hari ini, jalan² aja yuk " Ajak alan dengan senyum bodohnya, sementara kia hanya memutar bola matanya dan berfikir " Bener juga ya, daripada nunggu mereka lama " Batin kia yang sebenarnya sedang menunggu abel dan oliv karena akan pergi bersama


" Gimana, mau nggak " Tanya alan sekali lagi dan kia menatap alan " Tapi aku lagi nunggu abel sama oliv al, kita udah ada janji mau ke mall " Ucapnya


" Udah nggk pa², lagian mereka masih lama. Kita duluan aja nanti mereka juga nyusul "


" Ck, kamu ini pintar sekali ya merayu orang " Ucap kia yang akhirnya mengiyakan ajakan alan


" Hoho tentu dong " Saut alan penuh percaya diri tinggi. Kini mereka berjalan menuju parkiran motor alan " Memang mau kemana al " tanya kia karena tak tau tujuannya.


" Sudahlah ra, ikut sajaa. Aku jamin kamu akan menyukainya " Alan yang sudah memakai helm pun naik ke motor " Hey tunggu apa lagii, nih pake " Ucap alan menyuruh kia naik ke motor dan tak lupa juga menyuruh memakai helm.


Sudah bukan kali pertama kia membonceng motor alan, mereka sudah bersahabat sejak berada di yayasan. Alan kerap mengantar atau menjemput kiara, jadi alan selalu membawa 2 helm.


Kini alan melajukan motornya sengan kecepatan sedang menyusuri kota disore hari. Tak lama kemudian alan memberhentikan motornya di depan toko kue " Ngapain kesini al " Tanya kia sedikit heran pada sahabatnya itu " Ayolah, masuk saja dulu " Alan melepas helmnya dan langsung masuk ke toko kue tersebut, kia pun mengikuti di belakangnya.


Kiara duduk di meja yang dekat dengan jendela dan menunggu alan yang sedang memesan sesuatu. Kia meletakkan tangannya di dagu sambil melihat² pemandangan dari balik jendela tiba² alan datang membawa sesuatu, seketika mata kia berbinar melihat alan membawa cake kesukaannya " Al, bukannya ini marble cake " Tanya kia dengan senyum sumpringah dan mata yg binar , alan pun mangangguk tersenyum " Bagaimana kamu tau, aku suka sekali dengan kue ini " Ucap nya tak percaya


" Oh, kau meragukan ku.. Aku sudah jadi sahabatmu selama 2 tahun, bagaimana bisa aku tidak tau kesukaan mu " Alan meletakan cake nya di meja dan tak butuh waktu lama kia langsung menyambar cake tersebut dan menyantapnya " Enakkkkk bangett, bahkan lebih enak dari toko yang biasa aku datangi " Kia menyantapnya sendiri, alan hanya manatap dan menggeleng " Hey , kenapa diam saja makanlah bersama² sebelum ku habiskan " Tutur kia sambil mengunyah.


" Cih, aku sudah kenyang hanya melihatmu makan " Ucap alan lalu meneguk kopinya, kiara hanya meringis


Saat sedang asyik bercanda dengan alan dan menikmati cake marble, ponsel kia berbunyi terdapat panggilan dari abel lalu kia dengan cepat mengangkatnya..


Kiara : Hallo bel, sudah selesaikah?


Abel : Iya nih, tinggal menunggu olive lagi ke toilet? Kau dimana ki.


Kiara : Aku sudah diluar kampus bel, kita ketemu di mall saja yaa yaa yaa....


Abel : Cih, yasudahh kita ketemu di mall


Kiara : Okee bel, muach


Abel : Iuhhhhhhh jijigg bangettt *teriak dari balik telefon*


Terlfon terputus....


Kiara terkekeh mamatikan telfon abel karena berhasil menggodanya " Eh al, kita ke mall sekarang yuk, mereka udah otw katanya " Ucap kia


" Yaudah ayoo "


Selesai membayar cake tadi mereka keluar dari toko dan alan melajukan kembali motornya bersama kiara yang memboncengnya.


Sudah pukul 16:45 tapi matahari masih terlihat terik, karena helm yang kia pakai tidak memiliki kaca jadi kia memakai kacamata untuk melindungi matanya dari sinar matahari.


Alan memberhentikan motornya karena lampu merah menyala " Ra, tebak lampu merah berapa menit " Tanya alan sambil menunggu lampu berganti hijau


" Emmm, 60 detik " Singkat kia


" Salah "


" Terus berapa menit " Tanya kia penasaran


" Aku juga ngga tau " Saut alan dengan tawa tanpa dosa itu, kiara pun kesal dan mencubit pinggang alan " Awwwwwww...." Meski sakit karena dicubit namun alan tetap tertawa karena berhasil membuat kia kesal.



Seseorang di dalam mobil terus memperhatikan mereka berdua sampai lampu lalu lintas berganti hijau. Alan dengan cepat menarik gas motor dan melajukan motornya menuju mall.


Beberapa menit kemudian alan memarkirkan motornyaa lalu mereka berdua turun. Kia merogoh saku celananya berniat untuk mengambil ponsel untuk menghubungi abel maupun oliv.


" Kiaraaaaaaaaa " Seru oliv yang baru sampai di mall


" Ah kalian, baru aja aku mau menelfon " Kia memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.


" Sudah kuduga , kau yang menculik kia " Cetus abel


" Hey, siapa yang tega melihat dia terlantar di luar kampus menunggu kalian berdua " Saut alan tak terima


" Enak saja kau bilang aku terlantar " Celetuk kia yang tak terima juga


" Sudah² , ayo kita shoping gessss " Seru oliv antusias


" Whatt shopingg.... Kalian ingin mengerjaiku ya " Eluh alan, shoping adalah hal membosankan baginya.


" Siapa suruh kau ikut " Cetus abel


" Baiklah, aku akan menunggu kalian disini " Alan memilih menunggu para gadis di cafe yang ada di dalam mall tersebut.


Mereka bertiga pun akhirnya pergi shoping " Huft, kenapa semua gadis sangat antusias jika mengenai shoping " Gumam alan. Tiba² ia teringat dengan reynaldi lalu ia menghubungi rey , salah satu genk persahabatan mereja. (Author : hehe )


**Menelfon reynaldi...


Reynaldi** : Ada apa?


Alan : huh, apa²an pria ini...


Reynaldi : Aku sedang menyetir tidak usah basa basi


Alan : Dari mana kamu


Reynaldi : Astaga anak ini hobi sekali basa basi, aku matikan ya


Alan : Rey tunggu, kemarilah aku sangat jenuh


Reynaldi : Kenapa mau menyuruhku, dan apa²an dengan nada bicaramu. Menjijikan


Alan : Aku mengikuti 3 putri ke mall dan mereka ternyata shoping, aku sangat bosan menunggu sendirian


Reynaldi : Salahmu, kenapa harus ikut mereka shoping. Sudahlah aku matikan...


Alan : Rey....tungguu


Reynaldi : tut....tuuutttt...tuu.**


Telfon terputus...


" Dasar pria kurang ajar " kesal alan pada reynaldi karena tak mau menemaninya


......................


25 menit kemudian, tidak ada tanda² kembalinya para 3 putri. Alan sudah di selimuti rasa bosan " Apa aku pulang saja ya " Gumam alan dengan posisi menyenderkan kepalanya di meja, dengan minuman yang sudah habis.


Namun tiba² seorang pria tampan dengan berpakaian setelan jas berwarna abu² datang menghampiri alan yang tengah lunglai menyender pada meja.


Mengetahui ada seseorang yang berdiri di depannya, alan pun beranjak membenarkan posisi duduknya dan menoleh ke pria tampan itu...


...****************...


Bersambung...


**Mohon maaf banget jikalau author telat up, bukan telat bahkan telat banget....


Terimakasih yang sudah mampir di novel saya, karena saya akan merevisi semuanya dari awal. Masih tetap sama hanya dikoreksi saja karena masih banyak typo² nya...


Happy reading semua🥳🥳🥳🥳**