Relationship

Relationship
Warung Sate



Sesampainya di cafe cendana, mereka duduk dan memesan makanan " Mbak, tambah martabak mie 1 ya " Ucap kia menambahkan menu pesanan. Mendengar itu alan menatap kia " Kenapa kau pesan itu ra " Tanya alan


" Al, aku tau kenapa kamu datang kesini. Kamu kangen sama mamah kan " Ucap kia. Alan hanya mengalihkan pandangannya. Alan pernah bercerita pada kia bahwa saat ia masih kecil ibunya suka membuatkan martabak mie untuknya, saat pertama kali ke cafe cendana dan mengetahui ada menu martabak mie alan jadi kerap ke cafe tersebut.



Alan diam tak menjawab pertanyaan kia. Bagaimanapun apa yang dikatakan kia memang benar. Bohong jika alan tak merindukan ibunya " Sok tau kamu ra " Ucap alan tanpa ekspresi. Tak lama kemudian pesanan makanan mereka pun datang.


" Hmm, oke baiklah aku sok tau " Kia mengambil sumpit untuk mencapit martabak mie dan tak lupa juga kia menambahkan saus di atasnya " Aakkkkkkkk buka mulutmu " Kia ingin menyuapi alan untuk menghibur hatinya. Alan pun mengunyah makanan dari sumpit kia " Apakah enak nak " Tanya kia berbicara seperti seorang ibu untuk menghibur alan yang sedang merindukan ibunya.


Alan tersenyum geli melihat tingkah kia " Hmmm enak sekali mah " Sahutnya mengangguk


Terlihat seseorang memperhatikan alan dan kiara di lantai atas cafe cendana " Sepertinya dia sangat menikmati kencannya sampai suap-suapan di tempat umum. Dasar tidak tau malu " Batinnya.


Seseorang itu adalah elmir, kebetulan ia bersama teman SMAnya mengadakan acara reuni di cafe cendana dan memboking area lantai atas cafe tersebut. Elmir sedang merokok sambil melihat pemandangan dari atas, namun siapa sangka yang ia lihat justru gadis yang menolaknya 2 tahun lalu sedang menyuapi makanan kepada pria lain " Cih, membuatku muak saja " Gumam elmir


" Wehh siapa yang membuat kau muak " Tanya yohan tiba-tiba datang, elmir tak bergeming dan tetap fokus melihat sesuatu yang membuatnya muak.


" El, kenapa kau menatap gadis dibawah sana " Ucap yohan mengikuti arah pandang elmir. Lagi-lagi elmir hanya diam, dan menghisap rokoknya " Apa acaranya sudah selesai, aku akan pulang duluan " Ujar elmir


" Hey, lalu adelia bagaimana? Kau kan berangkat bersama dia "


" Kau antar saja dia " Tutur elmir berjalan meninggalkan tempat itu


" Haisss, apa sih yang membuat dia badmood " Gumam yohan lalu mengejar elmir


...****************...


" El, kau ini kenapa " Yohan berhasil mengejar el sampai ke parkiran. El tak menjawab dan hanya masuk ke mobilnya " Kau mau kemana, aku ikut kau " Ujar yohan


" Kevin " Singkatnya dan langsung melajukan mobilnya menuju bar milik kevin


" Apa yang ada dipikiran bocah itu, masih terang begini mau ke bar... Haha konyol " Yohan hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya. Yohan lalu menyusul elmir ke tempat kevin.


......................


Sore hari pukul 17 : 15 kiara dan alan baru saja sampai dirumah, mereka duduk di teras depan rumah kia " Apa perasaanmu sudah membaik " Tanya kia sembari membaringkan tubuhnya di bangku teras yang panjang.


" Memangnya aku kenapa " Alan mengelak seakan gengsi untuk mengakuinya bahwa dia merindukan ibunya.


" Cih dasar kau ini ya, padahal tadi makan martabak mie hampir mengeluarkan air mata, tapi masih pura²-pura ngga ada apa² "


" Mana ada aku nangis "


" Haha, memang kamu nangis kan, sepertinya cuma aku yang melihatmu menangis " Tawa kia mengejek alan


" Ah, sudahlah aku mau pulang. Kau juga pergi mandi sebelum kena omelan ibu. Byee raaa aku duluan " Ucap alan dan pergi melajukan motornya.


" Hufftt.... Tenang aja al, aku akan bantu kamu menemukan mamah " Gumam kiara masih dengan posisi yang sama yaitu rebahan di kursi teras sambil menggoyangkan kakinya.


" Kiaaaaaaaaaa, mau sampai kapan kamu tidur di situu... Bangun mandiiiiiii sudah hampir magrib " Teriak tria dari dalam. Ia masih seperti dulu, tidak membiarkan putrinya mandi melewati waktu magrib kecuali jika ada urusan penting. Menurut tria pamali jika mandi lewat petang hari apalagi seorang anak gadis.


Kiara pun bangun dan menghela nafasnya " Hmm, okee harus mandi " Gumam kie dan berjalan memasuki rumah.


...****************...


Malam harinya, seperti biasa kia bergelut dengan kerjaannya menatap laptop. Seharian tadi kia sibuk mengantar orderan dan mengecek rumah sewa sehingga ia tidak sempat mengecek Blog online shopnya. Ada beberapa orderan masuk, tentu saja membuat mata kia berbinar, ada pula yang menanyakan tas dan sepatu. Sementara Fluffy shop masih menyediakan pakaian saja " Apa aku jualan tas dan sepatu juga " Batin kia namun tetap fokus jari-jari nya menekan keyboard


" Nanti aja lah, aku harus fokus ke ruko dulu... Bismillah " Gumam kia sekali lagi


" Tok...tok...tokk.. " Terdengar suara ketukan di pintu kamar kia. Kia pun bergegas untuk membuka pintu


" Ada apa bu " Tanya kia


" Ada nak reynal datang " Sahut tria, dan langsung kembali keluar diikuti kiara dibelakangnya..


" Datang sama siapa rey " Kia datang dan duduk di sebelah reynaldi.


" Sendirian, kamu lagi ngapain tadi "


" Aku, lagi ngga ngapa-ngapain sih cuma ngecek Olshop aja "


" Ki, besok kamu sibuk nggak? Aku ada undangan pernikahan dari rekan bisnisku, tp aku tidak ada temen buat datang. Kamu mau nemenin aku? " Tanya reynaldi


" Besok jam berapa dulu, aku ada kuliah pagi terus siangnya sampai sore ada urusan " Saut kia sambil memakan camilan kripik


" Besok jam 7 malam , apa bisa? "


" Insyaallah bisa deh sekalian cari pengalaman berkumpul dengan orang-orang sukses biar ketularan sukses hehe " Tutur kiara dan reynal pun meng-Aamiin kan ucapan kia, karena ucapan adalah doa.


" Aku kemarin udah nemuin rumah sewa, aku akan buka olshop aku jadi toko jeng jeng jeng " Seru kia


Melihat senyum merekah dari wajah kia, reynal pun tak berkedip memandang kia " Hmm syukurlah , aku ikut seneng " Ucap reynadi


" Ndut, kamu udah makan belum? Keluar yuk cari makan " Sambungnya


" Boleh deh, aku ambil jacket dulu ya " Reynal pun mengangguk. Tak lama kemudian kiara keluar dan sudah memakai jacket.



Kini mereka sudah berada di dalam mobil, reynal melajukan mini cooper-nya dengan kecepatan sedang " Kita mau makan dimana rey " Tanya kia


" Kamu maunya makan apa "


" Aku ingin makan sate rey. Aku tadi lihat video mukbang makan sate enak banget " Ucap kia memasang wajah memelas


" Oke, aku tau warung sate yang enak " Ujar rey mempercepat laju mobilnya.


...****************...


Beberapa menit kemudian rey menghentikan mobil-nya di pinggir jalan " Udah sampai ya, tapi dimana tempat-nya? Perasaan itu gedung deh bukan restoran " Tanya kia memperhatikan sekitar.


" Bukan restoran, tapi warung pinggir jalan. Tuh liat " Sahut rey dan turun dari mobil, begitu juga dengan kia yang ikut turun " Jangan di lihat dari tempat-nya, sate disini sangat enak, aku juga sering mampir jika lewat " Sambung-nya berjalan menuju warung sate.


" Ah baiklah aku percaya dengan selera tuan rey " Kekeh kia mengikuti langkah reynaldi.


Warung sate pinggir jalan yang terkenal enak itu sangat ramai, beberapa pembeli banyak yang memilih di bungkus karena tempat-nya cukup terbuka, hanya memakai kursi plastik dan meja. Namun ada juga yang makan di tempat seperti kia dan reynal " Pak min, sate-nya 20 tusuk ya " Ucap rey pada penjual sate yang bernama Pak amin " Oh, siap mas " Sahut-nya sambil mengipasi sate.


Rey kembali duduk menghampiri kia yang sedang memperhatikan sekitar " 20 tusuk kurang nggak ki " Tanya rey


" Wahhh, itu si kebanyakan rey "


" Hmmm... Kita lihat saja nanti, kau pasti ketagihan " Saut rey tersenyum


" Eh ngomong-ngomong itu gedung apa ya rey, kenapa banyak yang keluar masuk kesana " Tanya kia penasaran.


" Ah itu, bukan apa-apa. Kau jangan sampai masuk kesana "


" Kenapa memang-nya, bukannya dari tadi ku perhatikan banyak orang yang keluar masuk ya, aku jadi penasaran " Ucap kia, matanya tidak lepas pandangan dari gedung yang ada di depan warung tersebut.


" Gawat , dia terlihat tertarik untuk masuk ke gedung itu. Ini tidak bisa di biarin " Batin rey


" Buang saja rasa penasaranmu itu " Singkat rey. Dan tak lama kemudian sate pesanan mereka pun datang " 20 tusuk siap , silahkan " Ucap pak amin mengantarkan sate


" Terimakasih pak min " Rey tak sabar untuk segera menyantap-nya


" Eh datang berdua toh, tumbenn mas sama pacar-nya hehe " Pak amin mengira bahwa kia adalah pacar rey.


" Hehe buk... " Belum selesai kia menjawab tiba-tiba rey menyela " Biar ngga sendirian terus pak, seperti uji nyali saja hehe " Sautnya


" Ya sudah selamat menikmati ya mas, mba " Pak min kembali untuk melayani pembeli lain.


Terlihat rey sedang mencampur sambal kacang dan sambal kecap-nya " Hey tunggu apa lagi, ayo makan " Rey memberikan satu tusuk pada kia.


Kia mulai memakan sate tersebut, ia membulatkan kedua matanya dan berhenti mengunyah " Ada apa ki, apa terlalu pedas sambel-nya " Tanya rey


" Hey botak, bagaimana bisa kamu menyembunyikan tempat kuliner seenak ini sendiri " Ucap kia lalu kembali mengunyah sate " Ini enak sekali tauk, aku harus membawa abel dan oliv kesini " Gumam-nya


" Apa kamu baru saja memanggilku botak " Tanya rey


" Hehe, maaf aku terlalu senang. Ayo lanjutkan makan-nya " Kekeh kia , ia tak berhenti makan. Sementara itu rey hanya diam dan pura-pura marah " Kamu marah rey " Tanya kia


" Nggak "


" Ayolah kakak, ini enak sekali kalau kau tidak mau makan, aku akan menghabisi semua-nya haha " Seru kia menggoda reynaldi agar tidak marah


" Bagus panggil aku begitu " Tutur reynaldi


" Hoho baiklah kakak ayo makan ini " Kia mengambil sate lalu hendak menyuapi reynal. Rey pun tersenyum dan mengunyah sate yang di suapi oleh tangan kia " Ini bener-bener enak , kakak mau lagi " Ucap rey. Mereka lalu menambah pesanan 20 tusuk sate lagi pada amin.


Seseorang menggertakkan gigi-nya melihat pemandangan di warung sate yang ada di depan gedung...


**Barsambung....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN FAVORITKAN YA KAK😍😍


HAPPY READING**