
Kiara sengaja mengantar camilla ke dalam karena ia berniat untuk membantunya bicara pada orang tuanya agar tidak dimarahi, namun ternyata setelah mereka masuk ke dalam sudah ada yafik yang menunggu. Dengan raut wajah yang jengkel ia menatap camilla lalu bergantian menatap kiara " Aduhh, kok aku merinding yaa " Batin kiara
Pah " Sapa milla tersenyum namun sedikit tegang, yafik masih tanpa ekspresi dan menatap kiara " Assalamualaikum " Ucap kiara lalu menjabat tangannya pada yafik untuk bersalaman namun yafik hanya diam saja sementara itu kiara hanya tersenyum " Maaf tuan, semalam kak camilla menginap dirumah saya karena hujan deras dan ada pemadaman lampu jadi ibu saya menyuruhnya menginap saja " Ucap kiara tegas meskipun sebenarnya takut karena tatapan yafik yang menunjukkan kemarahan namun tetap terlihat berwibawa.
" Apa kamu yang bernama rara " Cetus yafik , ia masih saja memberi tatapan sengit pada kiara " Iya tuan, betul " Sautnya. Kiara sengaja memanggil nya tuan, karena ia takut salah jika memanggil Om,pak atau lainnya.
" Bicaramu cukup sopan, tapi saya nggak suka kalau kamu mengajak anak saya untuk tidak pulang kerumah " Cetus yafik
" Deggg " Kiara tipe orang yang tidak bisa dibentak , ia mudah tersinggung dan sakit hati " Maafkan saya tuan " Saut kiara gugup
" Pah, cukuppp " Seru camilla ,ia tak tega melihat kiara di bentak oleh papahnya " Diam kamu, lebih baik kamu masuk ke dalam " Seru yafik membentak camilla juga hingga matanya berkaca².
" Tuan tolong jangan marahi kak milla " Ucap kiara
" Dan kamu, jangan sekali² bergaul dengan anak saya lagi? Saya nggak mau anak saya berteman dengan orang yang nggak jelas seperti kamu " Bentak yafik pada kiara. Dimata yafik kiara saat ini terlihat buruk, belum mandi rambut sedikit acak²an dan hanya memakai celana training panjang dan kaos oblong yang dibaluti long cardigan..
Kiara hanya menundukkan kepalanya kebawah, ia menahan tangisnya sebisa mungkin " Iyaa aku memang tidak jelas " Batin kiara
Sementara itu elmir terlihat keluar dari kamarnya, ia menemui farah yang sedang di ruang tengah " Mah ada apaa sih ribut² di depan " Tanya elmir
" Mamah juga nggak tau el, kayaknya milla pulang deh dan dimarahi papah " Saut farah
" Kita lihat yuk el " Imbuh farah. Lalu mereka pun keluar menuju ruang tamu, mata farah terbelalak melihat suaminya memaki perempuan yang ada dihadapannya itu. Farah dan elmir tidak mengetahui bahwa perempuan itu kiara, karena kia hanya menunduk dan wajahnya tertutup oleh rambut nya..
" Pahh, apa²an kamu kenapa memaki anak perempuan seperti ini " Seru farah, ia tidak suka melihat sikap suaminya yang berbicara kasar pada seseorang apalagi perempuan. Sementara itu kiara masih tetap menundukkan pandangannya, karena menahan air matanya sudah hampir menetes. Dan elmir pun hanya melihatnya, ia juga tidak tau bahwa perempuan itu adalah kiara.
" Mahh, rara mah " Rengek milla berlari ke pelukan farah " Iyaa sayang, papah cuma khawatir sama kamu kok " Saut farah menenangkan putrinya
" Mamah jangan ikut campur , papah benar² nggak suka kalau camilla berteman dengan orang yang nggak berpendidikan seperti dia " Seru yafik, kali ini air mata kiara tidak bisa di bendung lagi. Ia tetap menundukan pandangannya " Kamuu boleh pergi sekarang " Cetus yafik
Sejenak kiara mengusap air matanya dan ia mengangkat kepalanya dengan tersenyum " Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf atas sikap saya " Ucap kiara tersenyum menatap yafik tanpa menatap sekitar. Farah dan elmir pun terkejut bukan main ternyata perempuan yang di maki suaminya itu adalah kiara " Kalau begitu saya permisi tuan " Imbuh kia dan menundukan sedikit kepalanya.
" Astagaa kiaraa, jadi papah memarahi kiara " Seru farah dan menghampiri kiara. Kiara yang sedang berjalan keluar pun memberhentikan langkah nya lalu menoleh ke arah farah " Ibu farah, bagaimana bisa dia disini " Batin kiara
" Mamah kenal rara " Tanya camilla dan farah hanya menganggukan kepalanya, ia merasa tidak enak hati karena suaminya telah memaki kiara " Kamu tidak apa² kan ki " Ucap farah memegang kedua pipi kiara dan mengelusnya, kiara hanya diam terpaku melihat farah ada disini, ia lalu melihat arah sekitar dan dia akhirnya melihat elmir " Ada mas elmir juga " Batin dengan mata berkaca²
" Mamah ini apa²an , biarkan dia pergi " Seru yafik, mendengar ucapan yafik , kiara pun pamit untuk pergi " Saya permisi " Kiara lalu lari keluar...
" Papah keterlaluan " Seru elmir tiba²
" Terserah apa kata kalian, pokoknya papah nggk akan membiarkan milla berteman dengan dia " Seru yafik dan pergi meninggalkn ruangan itu menuju ke kamar " Apa²an dengan kalian, bahkan elmir pun ikut bicara, siapa sebenarnya perempuan itu " Batin yafik
" El, kejar dia " Ujar farah yang masih menenangkan camilla " Iya mah " Elmir pun keluar mengejar kiara, namun saat elmir keluar kiara sudah masuk ke dalam mobil abel. Sebelum masuk ke mobil abel kiara tentu menghapus air matanya terlebih dahulu...
" Kok lama si ki " Tanya oliv
" Jangan² kamu juga dimarahin sama orang tuanya " Ucap abel " Bukan dimarahi lagi bel, dihina juga " batin kiara
" Kok diem sih ki " Celetuk abel , lalu kiara pun terbuyar dari diamnya " Jalan yuk bel " Saut kia tidak nyambung. Abel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...
Sementara itu karena elmir tidak sempat mengejar kiara, akhirnya ia masuk kembali dan menemui farah yang ternyata sedang berada di kamar camilla " Mah, dia udah pulang " Ucap elmir
" Ya sudah tidak apa², dia akan baik² saja " Saut farah
" mamah dan kakak kok bisa kenal rara " Tanya camilla, ia sangat penasaran dari tadi " Kenapa kamu panggil dia rara " tanya elmir
" Sebelum kamu mengenal dia, mamah dan kakak udah kenal duluan sama kia " Ucap elmir
" Beneran mah " Tanya milla dan farah hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Mah, kalo gitu el mau ke rumah kiara ya " Ujar elmir
" Iya, lebih baik kamu kesana dan minta maaf atas nama papah " Saut farah
" Kak, sampaikan maafku jugaa ya sama rara " Tutur camilla , elmir hanya menganggukan kepalanya. Elmir pun kembali ke kamarnya dan bersiap² untuk kerumah kiara.
...****************...
Dalam perjalanan pulang , kiara hanya diam saja dan melamun teringat dengan ucapan² yang dilontarkan dari mulut yafik " Aku ini apa, siapa " Batin kiara , abel dan oliv yang melihat kiara terdiam pun heran " Sssuutttt kenapa dia " Bisik oliv pada abel. Posisi oliv duduk si sebelah kemudi, sementara kiara duduk dibelakang dan menyender kepalanya menatap kearah luar pintu mobil " Aku juga ngga tau " Bisik abel "kia diam aja setelah keluar dari rumah itu, apa kia dimarahin sama orang tuanya kak milla " Batin abel
Selang beberapa menit kemudian mereka telah sampai dirumah kiara dan pergi ke kamarnya. Kiara masih diam sedari tadi " Ki, kamu ini kenapa sebenarnya " Tanya abel
Kiara menatap abel dan bergantian menatap oliv, lalu matanya berkaca² sehingga abel dan oliv pun bingung " Kenapa malah sedih sih, adaa apa? Cerita ke kita " Ujar abel, ia terus menerus bertanya agar kiara bercerita namun kia masih saja diam " Apa kamu dimarahin orang tua nya kak camilla tadi, kamu diam saja dari tadi " Seru abel dan memegang kedua bahu kiara..
Kiara hanya menganggukan kepalanya dengan mata yang berkaca² , abel dan oliv pun menenangkannya " Udah² apapun yang dikatakan orang tuanya kak milla itu nggak bener kok " Ucap abel memeluk kiara " Sebenarnya apa yang dikatakan oleh orang tuanya kak millah sih " batin oliv
Kiara memeluk kedua sahabatnyaa " Bel, liv emang kalian di bolehin sama orang tuang kalian kalau berteman sama aku " Tanya kiara meneteskan air mata " Apa²n kamu ki, kita berteman sejak SMP mami dan papi aku juga mengenalmu " Seru abel
" Apalagi mama ku, dia juga suka nanyain kamu kok karena lama nggak kerumah jadi jangan berfikir seperti itu yah " Tutur oliv dan kiara pun lebih tenang karena sahabatnya itu " Makasih yaaa bel, liv " Ucap kiara dan memeluk kedua sahabatnya " Udah ah jangan sedih², apapun yang di katakan orang tuanya kak milla anggap aja angin , okee " Saut oliv , kiara pun tersenyum dan mengangguk...
" Kita jalan² aja yuk, mumpung hari libur kitaa quality time gimanaa " Ujar abel
" Ide baguss tuh, kamu mau kan ki " Ucap oliv dan kiara tersenyum mengangguk " Iya aku mauu, mau kemana kita " Saut kia
" Kita ke pantai aja yukk " Ucap abel dengan mata yang berbinar² " Ayoookkkk , tapi kalian kan belum mandi " Celetuk oliv
" Ah ngga usah mandi, kita kan mau main air di laut mandinya ntar aja sekalian wkwk " Seru abel tertawa " Ihhhhh jorokk bangett deh, cantik² jorok " Gerutu olive
" Aaahhhh makasih, abel kan emang cantique haha " Abel malah menggoda oliv yang terlihat kesal " Makasih ya bel liv udah mau jadi sahabat terbaik aku....aku nggak boleh sedih hanya karena orang yang baru aku temui " Batin kiara tersenyum " Fix aku juga nggak usah mandi, kita mandi air laut aja " Ucap kiara
" Kalian ini cantik² kenapa jorok sihh " Gerutu oliv , sementara abel dan kiara hanya tertawa terbahak².
Setelah mereka menyiapkan apa saja yang mau di bawa ke pantai, mereka lalu berpamitan pada tria dan heri. Dan seperti biasa abel yang menyetir mobilnya, mereka bernyanyi dan tertawa selama perjalanan namun tiba² ponsel abel berdering, ada panggilan dari reynal...
...****************...
Kenapa reynal menelfon abel ya.....
Tunggu kelanjutannya di next bab yaa kakk😍
**TERIMAKASIH YANY SUDAH MAMPIR DAN MEMBERI JEJAK DI KARYA SAYAA, BUAT YANG PUNYA KARYAA BAIK BARU MAUPUN LAMA SILAHKAN PROMOSIKAN DI KOLOM KOMENTAR YAA KAK, JIKA SENGGANG AKAN SAYA FEED BACK 😍
MARI SALING MENDUKUNG,
TETAP STAY SAVE DAN JANGAN LUPA PAKAI MASKER JIKA KELUAR YAA KAKAK😍😍😍😍😍
HAPPY READING**