
Pagi hari yang sangat cerah matahari sudah mulai naik namun kiara belum juga bangun, entah apa yang membuatnya sampai kesiangan. Pukul 07:40 kiara belum juga bangun dari tidurnyaa, bahkan tria dan heri yang sarapan bersama pun tidak melihat tanda² kiara keluar dari kamarnya " Bu, kia udah berangkat yaa kok ayah ngga liat dia " Tanya heri
" Kayaknya belum deh yah, ibu ngga liat dia keluarr dari tadi padahal udah jam segini " Saut tria dan menengok ke arah pintu kiara " Mending ibu cek ke kamarnya kia, takutnya dia belum bangun " Ujar heri yang sudah selesai sarapan dan hendak pergi bekerja " Kalau gitu ayah berangkat dulub ya bu " Pamit heri
" Iyaa yah, hati² di jalan " Saut tria lalu salim kepada suaminya yang hendak pergi bekerja. Setelah heri keluar, tria langsung ke kamar kia tanpa membereskan meja dulu " Tok...tokkk....tokkkk, Kiaa apa kamu sudah bangun " Ucap tria dari balik pintu, namun tidak ada sautan dari kiara. Saat tria memegang gagang pintu kamar kia , ternyata pintunya tidak terkunci lalu tria pun masuk ke kamarnya. Terlihat kia masih lelap dalam tidurnya dengan memakai selimut tebal " Astaga anak ini, kenapa jam segini masih tidur , memangnya semalam habis ngapain aja " Seru tria membangunkan kia namun tak ada respon sehingga tria menghampiri kia di ranjangnya.
Tria memegang pipi kia bertujuan untuk membangunkan putri nya itu, namun ia justru terkejut karena tubuh kia sangat panas " Panas sekali tubuhnya, pantas saja dia belum bangun " Gumam tria, ia tau betul bahwa tidak biasanya kia bangun siang. Tria lalu mengambil termometer dan mengecek suhu tubuh kia " Astagaa kenapa tinggi sekali panasnya " Ucap tria, ia terlihat agak panik karena angka suhu tubuh kia mencapai 39° . Tria lalu mengambil air untuk mengompres kiara guna meredakan demamnya.
Sementara itu karena kia sakit, ia tidak berangkat bekerja dan kia juga belum sempat izin karena siapa yang tau kalau dirinya akan sakit.
Tria dengan telaten mengompres kia yang masih berbaring, meskipun tria seorang ibu yang judes tapi dia tetaplah seorang ibu yang memiliki kasih sayang yang dalam terhadap anaknya " Kamu pasti kemarin mainan air dipantai, jadi begini kan " Gumam tria sambil mengompres kiara.
...Dibutik...
......................
Karena kia tidak berangkat bekerja, karyawan lain lah yang mengerjakan tugas kiara. Dan terlihat juga kartika sudah datang ke butiknya, ia tak melihat keberadaan kiara " Din, dimana kiara " Tanya kartika pada seorang karyawan yang bernama Dini.
" Sepertinya mba kia ngga masuk bos, soalnya dari tadi saya yang menggantikan kerjaan mba kia " Saut dini
" Oh, apa dia izin nggak masuk hari ini " Tanya kartika
" Tidak bos " Saut dini
" Baiklah kalau begitu lanjutkan kerjaan mu " Perintah kartikaa lalu dini pun melanjutkan pekerjaannya " Tumben dia ngga izin , ada apa ya " Batin kartika. Selang beberapa menit kartika menelfon kiara dan yang mengangkat telfonnya adalah tria..
Kartika : Hallo ki, kenapa kamu ngga berangkat dan tanpa izin...
Kiara : Maaf bu ini saya ibunyaa kia, kia nya sakit sepertinya dia tidak bisa bekerja hari ini
Kartika : Oh..maaf bu, saya nggak tauu... Pantas saja dia nggak biasanya libur tanpa izin, yasudah kalau begitu sampaikan salam saya pada kia semoga cepat sembuh ya bu..
Kiara : Iyaa, terimakasih bu...
Telfon terputus....
" Dia nggak pernah cuti kecuali sakit, hmmm " Batin kartika. Kiara adalah salah satu karyawan kesayangan kartika karena ia rajin dan jarang libur kecuali jika sakit saja. Dulu tugas pertama yang kia kerjakan adalah membuka butik dan bersih² setiap pagi dan sore ketika hendak pulang, namun karena dirinya rajin dan ulet kartika pun memindahkannya di bagian kasir terkadang juga ia membantu melayani para customer jika butik ramai.
Tria yang mengangkat telfon dari kartika pun bergumam kagum " Bos kia baik sekali " Gumam nya. Karena tubuh kia sudah di kompres , tria kembali mengecek suhu tubuh kia " Lumayan lah turun panas nya meskipun sedikit " Gumam tria memegangi termometer
Tria kembali menyelimuti tubuh kia dengan selimut tebal dan kembali ke dapur untuk membereskan meja makan yang belum sempat ia bereskan tadi, namun saat tria hendak keluar tiba² terdengar suara kiara merintih memanggil tria " Ibuuuuu, ayah " Lirih kia memanggil ibu dan ayahnya, karena demam membuatnya mengigau. Tria kembali menghampiri kia " Kenapa, mana yang sakit " Tanya tria dengan lembut " Ibuu, aku haus " Ucap kia dengan suara seraknya dan sudah sedikit membuka matanya, tria mengambil gelas berisi air putih hangat yang ia siapkan dari tadi di meja kecil sebelah ranjang kiara " Ini, minum lah pelan² " Saut tria memapah gelas ke arah mulut kia hingga ia meminumnya " Kamu istirahatlah , ibu akan buatkan sarapan bubur untuk kamu " Imbuh tria dan merebahkan tubuh kia kembali, kiara hanya mengangguk pelan dan menarik selimut karena merasa dingin.
Tria pergi ke dapur untuk membuatkan bubur kia, sementara itu kia dikamarnya tampak bersin² " Yaallah dingin banget, apa karena kemarin mainan air yaa " Batin kia
Tak lama kemudian tria datang ke kamar kiara dengan membawa bubur ayam yang tria buat sendiri " Nak, makan dulu biar mendingan " Ucap tria sangat lembut membuat kia senang karena sudah lama ia tidak di manja oleh ibunya " Iya bu, pasti kia makan " Sautnyaa. Kia lalu memakan buburnyaa hingga habis, meskipun perutnya enek tapi ia coba tetap memakannya karena itu buatan ibunya " Sekarang tinggal minum obat dan istirahat lagi " Ucap tria memberikan obat dan air putih, kia pun meminumnya " Bu, ini jam berapa " Tanya kia
" Ini jam 11 siang " Saut tria sambil membereskan gelas dan mangkuk " Hah, kia nggak berangkat kerjaa dong, mana kia belum izin lagi " Ucap kia
" Ibu udah bilang sama bos kamu tadi saat menelfon " Saut tria
" Terus apa katanya bu " Tanya kia
" Kamu akan di pecat kalo tidak sembuh, lebih baik kamu istirahat dan jangan banyak tanya " Seru tria dengan mode judesnya lalu ia meninggalkan kamar kiara.
Kia yang melihat ibunya begitu hanya tersenyum " Cihh...ibuku judes bangett tapi diaa perhatian hehe " Gumam kia dan kembali berbaring
...****************...
Sore hari pukul 14:30 abel dan oliv baru saja pulang sekolah, mereka pulang bersama menggunakan mobil abel seperti biasanya " Bel, aku whasap kia kok ngga di jawab ya " Tanya Oliv kepada abel yang sedang fokus menyetir mobil " Liv plis deh ini kan hari senin, dia pasti lagi kerja lah " Saut abel
" Iya juga sih " Gumam oliv namun masih terdengar oleh abel " Kita ke butiknya yuk bel " Imbuh oliv mengajak abel
" Yaudah deh iyaa " Ucap oliv
Mereka melanjutkan perjalanannya ke arah rumah mereka masing².
...Diperusahaan yf group...
...****************...
Seperti biasa, elmir tampak sedang memimpin rapat dan di sebelah kanan-nya ada pak yafik juga selaku ceo yf group. Yafik menatap kagum terhadap anak laki²nya yang sangat cerdas dan berwibawa dalam memimpin rapat " Dia benar² bertumbuh dengan baik, kamu sudah pantas untuk menjadi penerus papah el " Batin yafik sambil menatap elmir.
" Oh iyaa bim, bisakah kau menyelesaikan masalah tersebut sebelum rapat selanjutnya " Tanya elmir pada bima
" Akan saya usahakan pak " saut bima
" Baiklah.. Jika tidak ada yang ingin menambahkan hal lain, saya ingin menyudahi rapat kali ini " Ucap elmir mengakhiri rapatnyaa dan semua karyawan pun keluar dari ruang rapat, sementara itu elmir dan yafik masih berada di ruang rapat " El, kapan kau ada waktu untuk kencan buta dengan putri tuan jordan " Tanya yafik membuat mood elmir buruk " Ah papah mulai lagi " Batin elmir
" Pah, aku kan sudah bilang kalau aku nggak mau di jodohkan dengan siapapun, aku mau mencari sendiri perempuan untuk calon istriku, jadi papah ngga perlu repot² mengatur kencan buta untuk ku " Ucao elmir
" Baiklah, kalau begitu papah kasih waktu satu minggu untuk kamu membawa calon istrimu dan perkenalkan pada papah dan mamah " Ujar yafik
" AAPAAAAA???? Satu minggu terlalu cepat pah " Sautnya
" Papah ngga mau tau " Ucap yafik dan berlalu meninggalkan elmir diruang rapat. Elmir pum berdecak kesal " Apa²an papah itu, semaunya aja deh " Gumam elmir kesal
Adelia yang berada di luar ruang rapat pun mendengar percakapan antara yafik dan elmir " Satu minggu??? Bukankah satu minggu terlalu cepat untuk menemukan perempuan, elmir saja tidak pernah dekat dengan perempuan manapun. Yang ada di otaknya kan hanya kerja " Batin adelia
" Aku akan membuat elmir membawa ku kerumahnya dan di memperkenalkan dengan orang tuanya " Batin adelia tersenyum licik.
...****************...
Hari sudah petang namun kia masih berbaring dikamarnya, suhu tubuhnya sudah turun tetapi kia juga masih bersin² hingga banyak tisu bekas untuk mengelap ingusnya di dalam kamarnya.
Terlihat heri sudah pulang dan juga sudah selesai mandi, ia lalu duduk di sofa ruang tengah. Tria datang dengan membawakan teh hangat untuk heri " Diminum dulu yah teh nya " ucap tria dan duduk di samping heri...
Heri pun meminum teh buatan istrinya " Kia dimana bu " Tanya heri
" Kia sakit yah, tadi pagi waktu ibu mengecek ke kamarnya ternyata badan kia panas, tapi alhamdulillah sekarang udah turun panasnya " Saut tria
" Apa sudah di beri obat bu? " Tanya heri
" Sudah yah , dia masih tidur sekarang tapi bersin² terus " Saut tria
" Syukurlah bu, semoga ngga panas lagi tubuhnya " Tutur heri dan tria pun mengangguk " Mungkin kemarin dia main air waktu pergi ke pantai makanya sampai demam " Imbuh heri
" Iyaa palingan yahh "
Saat heri dan tria sedang mengobrol tiba² terdengar suara bel dari luar " Ada tamu yah, ibu bukain pintu dulu yaa " Ucap tria lalu keluar untuk membuka pintu gerbang...
Siapakah yang datang....
...****************...
***Maaff yaa kakk author beberapa hari ini nggak up karena disini hujan terus dan sinyal ngga mendukung banget😧
Bayangin ajaa hampir 3 hari gerimis ngeriwis gitu, author sampek flu nih. Tapi hari ini cerah banget bahkan anginnya kuenceng bangett hehe....
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE KOMEN DAN VOTE DARI KALIAN YAA KAKK
TETAP STAY SAFE YAA KAK, JAGA KESEHATAN SELALU DI MUSIM HUJAN+PANDEMI INI SEMOGA KITA SEMUA SEHAT SELALU AAAMIIN YAAA RABB 😍😍🌹🌹
HAPPY READING🌹🌹***