
Elmir terlihat membuatkan makanan untuk kia makan sebelum meminum obatnya. Ia dengan fokus mengiris wortel,kubis,bawang putih,daun bawang dan masih banyak lagi bahan² lainnya yang ia siapkan. Kia menatap penuh arti pada elmir yang sedang fokus, sementara itu elmir yang sadar sedang di tatap oleh kia pun sedikit gugup namun tidak terlihat " Awas nanti ilermu jatuh tuh " Celetuk elmir dan membuat kia sadar lalu menyentuh mulutnya " Mana ada aku ngiler " Ucap kia sambil mengelap dagunya yang kering tanpa iler, el hanya tersenyum karena sebenarnya itu hanya gurauan elmir saja " Kamu mau masak apa mas " Imbuh kia karena melihat elmir mengiris kecil² kubis dan wortelnya.
" Aku mau membuat bubur kubis " Sautnya masih fokus dengan dapur dan kia hanya duduk menatapnya " Kok kamu bisa masak mas " Tanya kia
" Ya bisaa dong, aku kan dulu tinggal sendirian di apartemen waktu di luar kota... Kenapa emang? " Saut elmir
" Hmmm, nggak apa² sih... Cuma aku ngga menyangka aja kamu terlihat ahli hehe " Ucap kia
" Jangan salah, gini² aku multi talenta tauk " Saut elmir terkekeh dan kia pun ikut tersenyum melihat elmir " Udah ganteng, pinter masak... Idaman wanita banget " Batin kia menatap elmir
...****************...
Beberapa menit kemudian bubur kubis sudah siap di santap " Ayo dimakan ki " Ucap elmir pada kia yang dari tadi sudah menunggu, kia hanya diam dan menatap elmir " Pemandangan ini seperti istri yang dibuatkan makanan oleh suaminya " Batin kia " Astagaa apa² sih kamu kii,..... Sadarrr " Batin kia
" Kenapa cuma di liatin, kamu takut ngga enak " Ucap elmir lagi karena melihat kia hanya diam saja " Nggak kok, ini mau aku makan hehe " Saut kia tersenyum, kia lalu memakan bubur kubis buatan elmir.
Saat kia baru memakan satu suap, ia membulatkan matanya " Asli ini enak banget " Batin kia.
" Kenapa ki, nggak enak ya " Tanya elmir namun kia langsung menggelengkan kepalanya " Enggak² ini enak banget mas, kamu dapat resep dari mana " Saut kia
" Aku melihat resep di youtube sih hehe, aku biasa bikin bubur kubis kalau aku ngga enak badan saat sedang di luar kota " Ucap elmir, kia menyantap dengan nikmat bubur buatan el sehingga membuat elmir tersenyum " Pelan² makannya ngga akan ada yang minta kok " Tutur elmir
" Hehe habisnya enak , oh yaa kok kamu nggak makan juga? Mana ini udah mau habis lagi " Ucap kia yang baru sadar makan sendiri " Aku udah makan sebelum kesini tadi dan masih kenyang " Saut elmir
" Yaudah aku habisin ya ini " Ucap kia dan elmir hanya menganggukan kepalanya " pemandangan ini seperti seorang suami yang membuatkan makanan untuk istrinya deh haha " Batin elmir
...****************...
Sementara di tempat lain, heri dan tria sengaja pergi jalan² malam ke alun² kota " Sudah lama ya bu kita ngga jalan² berdua begini " Ucap heri
" Iya yah, enak ya ternyata naik mobil... Kita kan kalau jalan² pakai sepeda motor yah " Saut tria. Sebelum menikah dengan tria heri pernah memiliki sebuah mobil namun sudah ia jual untuk melunasi hutangnya pada bank, bahkan rumah mewah yang sebelumnya pun telah ia jual bersama mobilnya. Heri berani mengambil resiko hutang pada bank karena ia dulu sempat memulai untuk bisnis bersama sahabatnya yang kini lost contack, karena bisnisnya tidak berjalan dengan lancar sehingga ia harus menutup hutang dengan cara menjual rumah dan mobilnya.
" Lain kali pasti ayah bisa membeli mobil lagi bu, ibu tenang saja " Ucap heri
" Iya yah, tapi kenapa kita meninggalkan kia dan elmir sendirian di rumah " Tanya tria
" Ibu tidak lihat tadi, sepertinya elmir menyukai kia deh bu " Saut heri
" Ibu juga merasa begitu " Tutur tria
" Dulu ayah pernah berjanji dengan teman ayah kalau kita punya anak, kita akan menjodohkan putra putri kita masing² tapi takdir berkata lain, teman ayah malah tidak ada kabar sampai sekarang " Ucap heri
" Teman ayah siapa? Kok ibu tidak tau cerita itu " Saut tria
" Ya karena ayah tidak pernah cerita ke ibu, teman ayah yang dulu pernah memulai bisnis bersama sekarang ayah benar² nggak tau dia berada dimana " Ucap heri
" Kenapa baru cerita sekarang yah " Tanya kia
" Ayah juga tidak taju, tiba² ingat dengan perjanjian itu... " Saut heri
" Tunggu...tunggguu... Teman ayah yang bernama yafik apa bukan sih " Seru tria
" Iyaa betul, hmmm ibu masih ingat ternyataa... kita sama² belum menikah saat itu " Saut heri. Tria memang sempat di kenalkan dengan yafik oleh heri, karena tria dan yafik sudah berpacaran saat itu " Ibu cuma ingat namanya, lupa wajahnya hehe " Celetuk tria
" Ya sudah, kita pulang yuk buu.... Udah hampir jam sepuluh ternyata " Ucap heri. Mereka berdua pun pulang menuju ke rumah
...Dirumah...
...****************...
" Ini buat menumbuk obat mas biar jadi bubuk " Saut kia. Hal itu membuat elmir tak bisa menahan tawanya " Kamu ngga bisa minum obat ki? " Tanya el dengan tawanya
" Iya, kenapa emangnya... Salah? " Seru kia mulai bete karena merasa di tertawakan, el pun berhenti tertawa meskipun harus menahan tawa " Nggk kok, sini biar aku tumbukin obatnya " Saut elmir menahan tawanya " Astaga kiaraa, kamu benar² sesuatu " Batin elmir
Tak lama kemudian obat yang sudah hancur pun di beri air oleh kiara lalu ia minum dan menahan rasa pahit. Elmir melihat wajah kia yang menahan pahit pun memberikan teh manis agar pahitnya hilang " Makasih " Ucap kia dan di sauti dengan senyuman elmir
" Obat kalau ditumbuk itu kan malah berasa pahitnya ki , kenapa nggak langsung di telen aja bulat² " Saut elmir
" Maunya si gitu, tapi aku nggak bisa nelen obat " Ucap kia
" Hehe kamu tuh yaa udah gede juga nggak bisa minum obat " Seru elmir mengacak² rambut kiara
" Mas, kok jadi ngacak² rambut aku sih " Gerutu kiara merapikan rambutnya kembali namun el hanya terkekeh melihatnya " Habis kamu lucu bangett sih " batin elmir
" Oh iyaa mas, kemarin katanya ada yang mau kamu bicarain ke aku? Mau bicara soal apa mas " Tanya kia
Pertanyaan kia tentu membuat elmir berhenti dari tawanya dan berubah menjadi serius " Ahh....ituu.. " Saut elmir gugup
" Ada apa mas " Tanya kia
" Nanti saja deh, kamu lagi sakit juga kan " Sautnya
" Emang mau ngomongin soal apa sih? Jangan membuat orang penasaran deh " Ucap kia
" Hehe jadi kamu penasaran ki " Tanya elmir
" Ya iyalahh " Gerutu kia
" Apa ngga apa² aku bicara disini " Ucap elmir
" Plis deh mas jangan muter² dan membuat orang penasaran " Saut kia
Dengan keberanian yang elmir kumpulkan selama ini akhirnya ia mengatakannya pada kiaa " Ki " Ucap elmir memanggil kia dengan serius, kia pun membenarkan posisi duduknya " Mau ngomong apa sih kok serius banget " Batin kia, ia tak pernah mengira dengan apa yang akan elmir katakan " Hmm " Saut kia
" Aku nggak tau ini berawal dari mana dan sejak kapan, tapi aku ngerasa kalau aku jatuh cinta sama kamu, aku nyaman saat bersama kamu seperti sekarang ini " Ucap elmir dengan sangat serius sehingga membuat kia membatu, tentu saja kia sangat terkejut " Apa mas el baru saja mengungkapkan perasaannya pada ku " Batin kia
" Apa kamu mau jadi pacarku ki? " Tanya elmir yang semakin membuat kia deg²an " Astagaa apa ini mimpi jantungku seperti mau lepas " Batin kia masih tetap membatu
" Kaa...kamuu se..serius mas " Tanya kia gagap, ia masih belum percaya dengan apa yang elmir katakan. Elmir menganggukan kepalanya " Iya ki, serius dan aku yakin sangat serius " Sautnya
" Apa dia mendengar suara detak jantungku yang hampir lepas ini " Batin kia
" Jadi...Apa kamu mau menjadi kekasih ku ki " Tanya elmir sekali lagi dengan penuh harap membuat kiara semakin gugup karena kia juga sebenarnya menyukai elmir.
Perasaan kiara campur aduk antara senang , kaget dan juga bingung karena tiba² elmir mengungkapkan perasaannya pada kia, mereka saling menatap...
**Kira-kiraa kiara mau nggak ya jadi pacar elmir xixixi....
Next baca bab berikutnya yaa kakk...
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR, DENGAN LIKE KOMEN DAN VOTE DARI KALIAN**...
**OH YAAA PARA READER, DISINI LAGI MUSIM PEMILU LOH DAN AUTHOR HABIS NYOBLOS HEHE...
KALIAN UDAH PADA NYOBLOS BELUM🤭🤭
BUAT KALIAN YANG PUNYA KARYA BISA PROMOSIKAN DI KOLOM KOMENTAR YAA KAKK, THX YOU YANG SUDAH MAMPIR BACA...
HAPPY READING🌹🌹❤️❤️**