Relationship

Relationship
Dua tahun lalu



Di tempat lain...


Kiara tengah berbaring di ranjang-nya, ia sudah pulang sejak dua jam yang lalu. Kia dan reynal hanya pergi makan lalu pulang tidak mampir kemana pun.


Gadis bertubuh mungil itu kini sedang memakai sheet masker di wajah-nya sambil membaca buku. Karena kesulitan tidur, kia lebih memilih membaca buku agar rasa kantuk segera menghampiri-nya.


Namun tiba-tiba ponsel-nya berdering, lalu kia pun beranjak bangun dari ranjang untuk mengambil ponselnya yang berada di meja " Siapa yang telfon jam segini ya " Gumam kia berjalan mengambil ponsel-nya " Nomer tidak di kenal, hmm mungkin hanya orang iseng " Jarinya memencet tombol merah, kia menolak panggilan tersebut karena nomer-nya tidak di kenal.


Di tempat lain, ketiga pria yang tengah mabuk itu sedang heboh sendiri " Aku bilang juga apa, dia pasti menolak panggilan ku " Kata elmir melantur


" Kau ini bodoh atau gimana, ini kan nomer ponsel yohan, dia mana tau kalau yang menelfon itu kau " Sahut kevin memegang ponsel yohan.


" Aku malah berpikir kalau dia wanita yang berhati-hati, dia pasti mengira panggilan iseng maka-nya dia merijek-nya " Tutur yohan


" Tumben ya kau cerdas " Celetuk kevin menyengir tidak jelas sambil menelfon kembali ke nomer kiara.


Tut....tut...tutt...


Tersambung...


Kia: Hallo?


Kali ini kia menjawab panggilan tersebut. Ia berfikir, bisa saja itu panggilan telfon dari sahabat-nya dan kia juga mengira jika terjadi sesuatu, sehingga ia memilih untuk mejawab panggilan tersebut.


" Eh, dia menjawab telfon-nya " Bisik kevin mengarahkan ponsel-nya ke arah elmir.


Kia: Halo, siapa ya? Jangan iseng deh, kekanak-kanakan banget sih..


Kata-nya dengan cetus dan hendak memutuskan panggilan-nya, namun ia mengurungkan niat-nya karena mendengar suara yang terdengar tak asing bagi-nya.


Elmir: Kiara (lirih)


Kia: ......


" Deg... " Sejenak kia terdiam karena teringat dengan seseorang yang sudah lama tak ada kabar-nya " Mas elmir " Batin-nya langsung mengenali suara khas elmir yang lembut bagi-nya.


Elmir: Aishh , kau menipu ku ya. Jelas-jelas gadis itu tidak menjawab telfon-nya.


Elmir meracau dan memarahi kedua sahabatnya karena tak mendengar apapun dari balik telfon. Melihat hal itu yohan merebut ponsel-nya " Maaf, salah sambung " Ucap-nya dan memutuskan panggilan


" Suaranya berubah lagi " Gumam kia melepas masker dan lanjut membilas wajah-nya, Tak lama kemudian kia kembali merebahkan tubuh-nya di ranjang namun ia masih belum bisa memejamkan mata, memikirkan kembali suara yang baru saja terdengar tidak asing baginya.


Kia lalu membuka nakas yang ada di sebelah ranjang dan mengambil sebuah buku sketsa design baju yang dulu pernah ia gambar, bukan untuk melihat gambar design melainkan membuka halaman paling belakang yang terdapat wajah elmir yang sempat ia gambar dua tahun lalu, walaupun tidak sama persis.


Meskipun kia memutuskan kontak dengan elmir, namun ia sendiri juga tidak pernah melupakan elmir. Kia hanya tidak ingin usaha dan pendidikan-nya sia-sia, jadi dia memfokuskan untuk tujuan-nya. Apalagi kia sadar, bukan anak yang ingin apa-apa tinggal meminta, ia harus berusaha dulu agar bisa mendapatkan apa yang dia ingin-kan. Sementara peran orang tua hanya membantu semampu-nya dan mendukung-nya saja.



Kiara menatap kembali gambar itu, entah apa yang ada di pikirannya dulu sampai menggambar wajah elmir di buku sketsa-nya meski tidak mirip " *Maaf, aku menggambarmu tanpa izin. Aku hanya kagum padamu saat pertama kali bertemu* " Gumamnya menatap gambar wajah elmir.


Pukul 04:30 pagi, suara nyaring jam beker membangunkan pemilik-nya. Tanpa di sadari kia ketiduran sambil memeluk buku sketsa-nya, ia terbangun karena mendengar suara alarm dari jam beker. Dengan segera kia langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan kewajiban-nya.


Setelah selesai sholat subuh, kia tertidur kembali di atas sajadah-nya dengan mukenah yang belum sempat ia lepas.


...****************...


Di sebuah apartemen mewah, terlihat tiga orang pria dewasa yang masih tertidur karena mabuk semalaman. Kevin berada di kamar-nya bersama yohan di sebelahnya, sementara elmir tertidur di sofa ruang tv. Elmir terbangun karena mendengar suara ponsel-nya yang berdering berulang kali, ia menatap langit-langit rumah kevin " Aku ketiduran di rumah kevin rupanya " Gumam-nya memegangi kepala yang masih terasa pusing.


7 panggilan tidak terjawab dari farah, wanita parubaya itu menyadari bahwa putra-nya tidak pulang kerumah semalam. Farah berkali-kali menelfon elmir namun tidak ada jawaban, karena el sudah membuka mata-nya, ia pun menjawab panggilan dari farah..


Tersambung


Elmir: Halo (suara serak bangun tidur)


Elmir: Hmm, aku ada di rumah kevin mah sama yohan juga.


Farah: Apa kamu tau ini jam berapa? Papah terus menanyakan-mu, kalau pun kamu tidur di luar tidak biasanya kan kamu kesiangan begini.


Elmir hanya diam, ia menengok ke arah jam tangan-nya dan ia terkejut karena jam menunjukan pukul 9 pagi


Elmir: Mah, udah ya aku mau siap-siap, assalamualaikum


Panggilan terputus


Tidak biasa-nya elmir bangun kesiangan, ia selalu bangun pagi dan bahkan terkadang ia menyempatkan waktu untuk pergi joging. Elmir masih tinggal bersama keluarga-nya, namun baru-baru ini ia memiliki rencana untuk tinggal sendiri, karena ia sudah membeli sebuah rumah milik kerabat orang tua-nya.


Karena buru-buru, elmir hanya mencuci wajah-nya dan segera pergi ke kantor. Sesampainya di perusahaan, elmir berjalan menuju ruangan-nya. Terlihat para sekertaris elmir sudah berada di tempat-nya, begitu juga dengan adelia dan bima, mereka berdua adalah sekertaris kepercayaan elmir " Selamat pagi tuan " Ucap para sekertaris, elmir hanya menundukkan sedikit kepalanya dan langsung masuk ke ruangan-nya tanpa mengatakan apapun.


" Kenapa dia memakai pakaian yang sama dengan kemarin ya, apa dia tidak pulang semalam " Batin adelia menerka, meskipun memang benar begitu fakta-nya.


Sampai di perusahaan, elmir langsung membuka komputer-nya. Sebenarnya ada rapat pagi tadi, namun karena telat jadi ia terpaksa menunda waktu rapatnya menjadi siang nanti.


Setelah mengurus semuanya, elmir pergi mengganti pakaian-nya. Ia memiliki pakaian ganti di kantor-nya " Kenapa aku mabuk sampai begini " Gumam-nya sambil mengancingkan kemeja, elmir sendiri heran pada dirinya karena tidak biasanya mabuk sampai telat pergi ke kantor.


Siang hari-nya elmir memimpim sebuah rapat di perusahaan mengenai proyek baru-nya. Disana juga ada yafik yang turut hadir dan beberapa pembisnis lain-nya, tak di pungkiri meskipun sempat di tunda namun rapat berjalan dengan baik. Yafik yang tadinya ingin memarahi putra-nya pun jadi mengurungkan niat-nya karena melihat kinerja bagus elmir.


Di tempat lain, kiara sedang bertransaksi perihal rumah yang akan ia sewa. Kia di temani oleh alan yang sudah seperti bodyguard-nya " Ini uang-nya tante " Ucap kia menyerahkan uang sewa selama setahun. Sebagian uang itu sebenarnya milik heri, karena tau putrinya tidak mungkin memiliki uang sebanyak itu jadi heri berniat mendukung-nya.


" Kia, kau tidak harus bayar sekaligus. Kamu bisa membayarnya 3 atau 4 kali saya tidak keberatan " Ujar diana. Tidak semua usaha akan berjalan mulus menurutnya " Apa boleh tan " tanya kia ragu.


Diana tersenyum dan menganggukan kepalanya " Hem, kau bisa pelan-pelan " Kiara lalu mengeluarkan 20jt dan memberikan-nya pada diana " Terimakasih tante, beruntung sekali aku bertemu orang sebaik tante " Ucap kia tulus, ia selalu bersyukur karena bertemu dengan orang-orang yang baik pada-nya.


" Sama-sama ki, kamu sudah bisa memindahkan barang-barang mu kemari " Mendengar hal itu, tentu membuat kia bersemangat untuk memulai usaha-nya " Iya tante, sekali lagi terimakasih " Tak henti kia mengatakan hal tersebut.


" Kalau begitu saya permisi ya ki, semoga usaha mu lancar ya " Ujar diana, dan kia mengAaminkan ucapan diana. Kini diana sudah pergi dari tempat tersebut, disana hanya ada alan dan kiara. Kia sangat senang sampai menari seperti orang gila karena sudah mendapatkan tempat untuk membuka usaha-nya " Astaga apa dia rara yang ku kenal " Gumam alan menggelengkan kepala-nya menatap tingkah kia.


" Al, besok pulang kuliah bantu aku bersih-bersih ruko ya " Pinta kia masih menari. Lagu berjudul Boy with luv membuat kia tak berhenti menggerakan tubuh-nya dan merasa dirinya seorang idol wkwk.


" Bisa di atur, yang penting cuan " Kebiasaan alan adalah meledek kia, namun hal itu tak membuat kia merasa kesal karena sudah terbiasa.


Sore hari setelah alan mengantar kiara pulang, kia mendapat notif pesan dari reynaldi " Ndut, jangan lupa nanti malam ya " rey mengingatkan kembali agar kia tak lupa bahwa dirinya janji untuk menemani rey hadir ke acara pesta pernikahan salah satu rekan bisnis-nya. Rey menghadiri undangan tersebut mewakili papah-nya " Oke " Singkat kia membalas pesan reynaldi.



" *Aku hampir lupa ada janji dengan rey saking seneng-nya* " Gumam kia. Ia masuk ke kamarnya dan langsung pergi mandi.


Selesai mandi, kia membuka lemari-nya dan mencari pakaian yang cocok untuk menghadiri acara pesta yang bagi kia sangat mewah " Hem, gimana nih nggak ada yang cocok " Gumam-nya, meski kia memiliki banyak pakaian namun ini kali pertamanya menghadiri pesta pernikahan yang di hadiri para kalangan atas.


Beruntungnya kia sangat pandai mendesign, kebetulan kia memiliki sebuah dres panjang tanpa lengan lalu kia menambahkan bahan dan menjait-nya untuk membuat lengan pada dres tersebut. Dan dengan tangan ajaib kia, dres itu kini menjadi sebuah gaun yang cantik " Selesai " Ucapnya tersenyum.


Kia duduk di depan meja rias-nya, ia merias wajah-nya dan mengikat rambutnya menggunakan tali pita yang berwarna senada dengan gaun-nya. Tepat jam 7 kia selesai menata dirinya, dan reynal juga tampak sudah datang menjemput-nya " Kia, ada nak reynal " Ucap tria dari balik pintu kamar kia.


" Iya, bu bentar lagi kia keluar " Tria akhirnya kembali keluar menemui reynal " Mau kemana rey, kok rapih sekali " Tanya-nya karena penasaran melihat rey berpakaian rapih mengenakan setelan jas.


" Mau pergi ke acara pesta rekan kerja ku tan dan minta di temani kia karena nggak ada temen hehe, boleh kan tan " Ujar rey meminta izin pada tria


Belum saja tria menjawab ucapan reynal, seketika mata tria dan reynal terbelalak melihat kiara yang baru saja keluar dari kamar-nya...


Bersambung...


Happy reading


Jangan lupa beri like , komen dan vote nya ya kakk🤗🤗