
Saat camilla dan elmir sudah tak terlihat kiara pun melepas bekapannya pada alan " Sory al ga sengaja kita ngga usah ke kantin yaa langsung pulang aja " Ucapnya
" Loh kenapa ra katanya aus "
" Nggk apa² , kita beli di luar aja sekalian aku nebeng kamu boleh kan aku nggak bawa motor soalnya "
" Sett boleh banget lahh , yaudah yokk " alan menarik lengan kia kembali kia pun hanya menurut ia masih ga nyangka dengan apa yang ia liat tadi. Mereka berdua keluar menuju parkiran " Aku nebeng sampe rumah bisa nggk al " Tanya kia
" Bisa banget elah kayak sama siapa dah " Saut alan " eh tapi kita beli minum dulu yaa, aku aus bangett " Imbuhnya
" Iyaa ntar berenti tuh di toserba depan , terus beli minum bentar " Saut kia. Alan pun melajukan sepeda motornya menuju ke toserba deket yayasan. Karena alan membawa helm cuma 1 jadi kia tidak memakai helm.
Alan memberhentikan motornya di toserba dan kia memilih menunggu di bangku depan toserba " Kamu mau minum apa ra " Tanya akan
" Aku samain aja sama kamu " Sautnya
" Oke deh, tunggu bentar ya babang mau beli minum dulu " Celetuk alan dan kia hanya menjawab dengan anggukan " Kenapa si nih anak, sikapnya jadi aneh semenjak ngeliat camilla sama pacarnya " Batin alan memasuki toserba
Kiara di depan sedang duduk menunggu alan, sejenak ia memikirkan apa yang dilihat nya tadi " Duhh kenapa si kepikiran terus, harusnya kan aku seneng liatnya kak mila cantik dan mas el juga ganteng , mereka pasangan serasi " Batin kia. Ia tidak tau apa yang membuat perasaannya mengganjal " Apa aku cemburuu, hah nggak nggak nggak " Batin kia sambil meremas tangannya sendiri.
...Di yayasan...
...****************...
" Kak, pulang yuk udah malem " Ucap milla
" Iya pulanglah , kakak juga udah selesai minum jus nya " Saut el
" Yaudah ayook " Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran. Setelah sampai, el melajukan mobilnya pelan.
...----------------...
Kiara yang masih dengan posisi yang sama, ia bertanya² pada dirinya sendiri mengapa ia begitu gelisah setelah melihat camilla dan elmir. Kiara yang tidak menyadari dan tidak mau mengakui pada dirinya sendiri tentang perasaannya " Nggak nggak pokoknya nggak " Gumam kia, hingga ia tak sadar bahwa alan sudah ada disampingnya " Dasar gadis aneh " Batin alan, lalu alan menempelkan botol minuman dingin yang baru saja ia beli ke pipi kiara " Nggak nggak apanya si raa hah " Ucap alan dengan gemas dan menempelkan minuman dingin di pipi kiara.
" Aaaaaaaaaahhhhhhhh ,apa sih al dinginn taukk " Seru kia
" Abisnya nglamun menggerutu nggk² emang kenapa sih " Tanya alan sambil meneguk minumannya
" Nggk apa² " Cetus kia dengan mood yang buruk kia pun kesulitan membuka tutup botolnya.
Alan melihat sikap kiara hanya tersenyum gemas " Dasarr anak bayii buka gini aja nggk bisa " Ucap alan dan merebut minuman kiara untuk di bukakan tutupnya " Nihhh , minum dulu biar mood mu mendingan " Imbuh alan.
" Enak aja ngatain aku anak bayik " Gerutu kia lalu ia meneguk minumannya " hmmm segerr banget , berapa nih al minumannya " Tanya kia sambil merogoh tas nya.
" Udah sih ra cuma minuman doang yaelah " Saut alan
" Hmm, ngomong² kamu kok suka ngasih aku minuman si al... Makanan dong sekali² " Ucap kia bercanda
" ayook mau makan dimana " Alan pun tak kalah untuk bercandai kiara
" Haha nggak² cuma bercanda kokk , udah malem pulang yuk ah " Kini mood kia sedikit mereda karena bergurau dengan alan
" Ah kamu mah kalo ku ajak nggk pernah mau , yaudah deh ayoo " Ucap alan berjalan menuju motornya.
" Hehe ntar deh ya kapan² kalo aku senggang sekalian ku kenalin ke temen² aku gimana " Ujar kia
" Beneran yaa ra, awas kalo bo.ong "
" Iye² kalem "
" Ra, helm nya di pake kamu aja nih " Ucap alan sambil memberikan helmnya pada kia
" Loh, aku kan di belakang nggk perlu helmn al "
" Pake aja, kalo nggk aku turunin disini " Singkat alan dan langsung menaiki motornya. Kia pun menurut lalu ia naik di jok belakang " Udah al, jalan " ucap kia
" Yee dikira aku kang ojek ya " Gurau alan
" Iye tukang ojeknya rara wkwk " Mereka pun tertawa bersama , alan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Saat alan berhenti di lampu merah ia berpapasan dengan camilla yang ada di sebelah kanan dan alan pun menyapa camilla dengan menganggukan kepalanya, karena kiara menghadap ke kiri jadi ia tak melihat camilla. Begitu juga dengan milla yang tidak tau bahwa dia rara karena ia memakai helm.
" Kamu sama siapa " Tanya camilla tanpa suara, namun alan paham apa yang diucapkan milla
" Rara " saut alan yang juga tanpa suara, camilla juga paham kalau yang di maksud alan itu rara. Camilla pun langsung memnggilnya.
" Rara " Seru mila, namun karena lampu sudah berganti menjadi hijau jadi elmir melajukan kembali mobilnya begitu juga dengan alan yang sudah jalan duluan sehingga kia tak mendengar panggilan dari milla.
" Kamu manggil siapa sih mil " Tanya el, ia tak mengetahui bahwa gadis yang di panggil rara oleh adiknya adalah kiara.
" Itu loh kak, temanku rara tadi dia boncengan naik motor sama alan " Saur camilla yang masih memperhatikan jalan barangkali ketemu rara
" Oh , udah jam segini kok keluyuran mana sama cowok lagi " Celetuk elmir
" Keluyuran dari hongkong, dia itu murid di yayasan kita aku juga yang ngajar dan alan juga salah satu murid. Mungkin rara nggk bawa motornya makanya dia dianter alan " Ucap mila
" Halah paling mereka pacaran dulu, jalan² keliling naik motor dulu " Saut el
" Kakak tuh nggk kenal rara jangan asal ngomongin dia yang nggk² deh " Gerutu milla
" Segitu percayanya sama temen yang belum lama kamu kenal " Ucap elmir , namun mila tak menghiraukan.
" Huft tau gitu , tadi aku ajak pulang bareng aja " Ujar milla
" Udah sih, lagian dia ada yang nganter kan tadi " ucap el, mila hanya diam saja. Mereka melanjutkan perjalanannya...
...****************...
Alan masih melihat² rumah kiara " Ini beneran rumah kamu kan ra, besok² kalo aku main jadi gampang deh hehe " Celetuk alan
" Iya benerlah, udah yaa aku masuk duluu makasih udah dianterr byee all " Ucap kia dan berjalan masuk namun ia lupa akan sesuatu.
" Ra , kamu nggk lupa sesuatu "
Kia pun memberhentikan langkahnya dan menoleh " Apa sih al, jangan main² deh udah malem " Cetus kia
" Woyy helm " Seru alan, kiara pun langsung memegang kepala nya " Ehh... hehe soryy nih " Kia memberikan helmnya pada alan " Pokoknya makasih al aku masuk duluann bye bye byeee " Imbuh kia lalu
ia masuk kedalam rumahnya dengan berlari.
" Dasar pelupa, untuk cantik xixi " Gumam alan, lalu ia bergegas melajukan motornya.
Saat kia masuk kedalam rumahnya, ruangannya sudah gelap namun ternyata tria belum tidur , ia bicara dengan tiba² dan membuat kiara kaget " Dari mana kamu ki " Tanya tria tiba²
" A...aaku itu bu " Saut kia gugup sepertinya ia sudah tidak bisa menutup²inya dari tria.
" Itu itu apa, dari rumah abel atau oliv atau siapa lagi? " Tanya tria namun tiba² heri juga pulang " Ada apa bu? " Tanya heri
" Ini loh yah kiara tiap malam keluar itu kemana, biasanya juga oliv dan abel yang kesini " Ucap tria
" Duduk dulu bu, biar ayah yang jelasin " Tutur heri
Tria pun duduk di kursi ruang tv begitu pula dengan kiara. Heri pergi ke kamar untuk menggangi pakaiannya dulu dan mencuci mukanya karena ia baru saja pulang.
Selama diruang tengah kia tidak berbicara sepatah kata pun , kia menunggu ayahnya keluar dan membantu menjelaskannya. Selang beberapa menit heri pun keluar " Jadi kemana selama ini kiara pergi, apa ibu selama ini nggk tau apa² " Tanya tria dan kiara masih belum menjawabnya.
" Jadi gini bu, kiara sebenernya ayah daftarkan program kejar paket c di sebuah yayasan karena sayang sekali murid berprestasi seperti kia tidak melanjutkan pendidikannya " Ucap heri
" Lalu biaya-nya bagaimana, apakah mahal " Saut tria tanpa ekspresi
" Ibu tenang aja, biayanya nggk mahal kok kia bisa nabung dari uang bonus dari butik untuk biaya-nya " Seru kiara. Kini ia memberanikan diri angkat bicara dari pada harus menutup²i dari ibunya trus menerus " Kia cuma pengen dapat ijasah SMA bu, biar bisa masuk ke universitas " Imbuh kia
Meskipun bicara tanpa ekspresi namun ternyata reaksi tria terbilang positif , ia justru mendukung langkah kia mengikuti programnya " Baguslah, harusnya nggk perlu nutupin ini dari ibu " Ucap tria dan melirik ke arah heri
" Bu, kiara terlalu takut padamu...makanya kamu jangan galak² padanya " Celetuk heri
" Loh, ibukan memang begini dari sananya...lagian ibu juga dukung kia kok karena dia membiayai programnya sendiri " Ucap tria. Meskipun sebenernya separuh biaya-nya dari heri.
" Makasih ya bu, kiara lega akhirnya bisa ngomongin ini sama ibu " Ucap kia memeluk tria
" Hmm kamu nggk perlu takut² lagi sama ibu, maafkan ibu kalo ibu galak selama ini " Saut tria membalas pelukannya, heri yang melihatnya pun tersenyum lega.
" Tapi untuk lanjut kuliah biaya-nya kan pasti mahal " Sambung tria dan melepas pelukannya pada kia.
" Ibu nggk usah pikirin itu, aku akan daftar beasiswa nanti hehe "
" Yasudah lakukanlah yang menurutmu benar, kamu sudah dewasa pasti tau mana yang bener dan mana yang nggk bener " Ujar tria
" Yaudah bu kalo gitu aku masuk kamar dulu yaa, capekk hehe " Ucap kia
" Hmm iyaa masuk sana istirahat "
Kiara pun masuk ke kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di ranjangnya " Hufttt legaaaaa banget udah bicara sama ibu " Gumam kia
Saat kia sedang rebahan tiba² ada panggilan video dari elmir , kiara mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya " Mau apa sih dia , udah malem juga " Gumamnya lalu kia mengangkat panggilannya.
Kiara : Halo (dengan muka bete-nya mengingat kejadian tadi saat melihat el bersama camilla )
Elmir : Kenapa muka mu ki?
Kiara : Nggak pa²
Elmir : Dihh jutek banget , ada apa sih?
Kiara : Nggk ada apa²
Elmir : Coba cerita deh ada apa, siapa yang bikin kamu sewot coba cerita ke aku.
Kiara : Aku bilang nggk apa² ya nggak papa , tanya mulu heran deh( ngegas )
Kiara : aku ngantuk mau tidur bye...
Tut...tutt.tut telfon terputus
Kiara membanting ponselnya di ranjangnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri...
...Dikamar elmir...
......................
" Ini anak kesambet apa sih , marah² nggak jelas " Gumam el di kamarnya. El lalu kembali mengirimi pesan pada kia namun mia tak membalasnya.
**TERIMAKASIH BANYAK YANG SUDAH MAMPIR DAN MEMBERI JEJAK DI KARYA SAYA. SEMOGA MENJADI FAVORIT YA HEHE.
MASIH BELAJAR TERUS DAN TERUS HARAP MAKLUM HEHE
HAPPY READING KAKAK🌹🌹🌹**