
Rhafi menghampiri Ranti.
"Ran, kamu kenapa? kok ngejauh dari aku?" ucap Rhafi.
"Nggak, Kak." balas Ranti.
"Yakin?" ucap Rhafi. Ranti hanya diam seribu bahasa.
"Oh iya, kamu kemarin bilang .... pacar? maksudnya apa, ya?" ucap Rhafi.
"Kamu sekarang, jangan sering-sering komunikasi, ya sama aku. Nanti pacar kamu salah paham gimana?" ucap Ranti.
"Hah?? dia tadi nyebut aku apa? kamu? biasanya juga kakak," ucap Rhafi dalam hati.
"aku gak punya pacar Ranti" ucap Rhafi.
"kemarin aku liat kamu jalan sama cewek kok di bioskop" ucap Ranti tanpa melihat ke arah Rhafi.
"oh itu sepupu aku Ranti" ucap Rhafi sambil tertawa kecil.
"sepupu?? " ucap Ranti sekarang ia merasa malu karna salah menuduh.
"iya dia itu anaknya bibi ku" ucap Rhafi.
"ohh kirain" gumam Ranti.
"emang kalo aku punya pacar kenapa?? kamu cmburu yaa" goda Rhafi.
"ng.. nggak kok" ucap Ranti ia sangat malu
"yg bener" ucap Rhafi dengan nada masih menggoda dan diiringi senyum nakal nya.
"ih Iya kak emang Ranti siapa cemburu sama kakak" ucap Ranti memalingkan wajah nya karna ia tahu pasti wajahnya sedang merah sekarang.
"kamu kan calon zawjati ku" ucap Rhafi.
"hah?? " ucap Ranti dengan nada kaget.
"Iya nanti aku bakalan lamar kamu tenang aja" ucap Rhafi dengan santai. sementara Ranti hanya diam memikirkan kata kata Rhafi.
"kamu mau pulang" ucap Rhafi menyadarkan Ranti.
"oh iya kak Ranti mau pulang" ucap Ranti.
"mau aku Anter" ucap Rhafi dengan senyumnya.
"MasyaAllah indahnya ciptaanmu ya robb" batin Ranti sambil memandang Rhafi.
"Ranti" ucap Rhafi sambil melambaikan tangannya ke wajahnya Ranti.
"emm.. gak papa kok kak" ucap Ranti.
"jadi gimana" tanya Rhafi lagi.
"gimana apanya kak" ucap Ranti bingung
"kamu mau aku anter pulang gak" ucap Rhafi mengulangi kalimatnya lagi.
"oh.. gak usah kak " tolak Ranti.
"tunggu dia tadi bilang abi" batin Ranti.
"sejak kapan kakak manggil abi" ucap Ranti.
"sejak aku bilang aku mau lamar kamu" ucap Rhafi dengan santai.
"hmm.. oke tapi beneran gak papa kak" ucap Ranti.
"iya gak papa" ucap Rhafi.
"yaudah tapi kakak ya yg minta izinnya sama abi" ucap Ranti.
"iya tenang aja" ucap Rhafi
setelah meminta izin dengan Raihan mereka pun pergi.
"Ranti kita mau langsung pulang apa jalan jalan dulu nih" ucap Rhafi.
"terserah kakak aja" ucap Ranti smbil tersenyum ke arah Rhafi.
"kamu kenapa senyum senyum " ucap Rhafi dengan nada menggoda.
"emm.. gak..gak papa kok" ucap Ranti mengalihkan pandangannya.
"kak kita mau kemana" ucap Ranti.
"kita mau kee... " ucap Rhafi sengaja menggantungkan kalimatnya.
"kemana kak" rengek Ranti
"nanti aja biar jadi surprise" ucap Rhafi itu lebih menambah jiwa penasaran Ranti.
"hmm... tapi jangan kaleman ya kak pulangnya" ucap rant8 mengingatkan Rhafi
"siap bos Q" ucap Rhafi memberi hormat
sementara Ranti hanya geleng geleng Sambil tertawa kecil.
"Ranti kamu gak ada niatan buat nikah" ucap Rhafi tiba tiba.
"belum sih kak" ucap Ranti.
"pasti abi dan umi kamu pengen gendong cucu kamu buruan lah cari jodoh atau mau aku lamar sekarang" goda Rhafi.
"ih kakak dari tadi ngomongnya yg itu itu mulu " ucap Ranti.
"hehehe... enakan ngomong yg itu itu pada ngomong yg ini ini" ucap Rhafi. berhasil membuat kedua nya tertawa terbahak bahak.
"huhh kakak mah bikin perut Ranti sakit aja hahha.. " ucap Ranti masih dalam tawanya.
"hahhah.. maaf... huhh capek" ucap Rhafi.
____________________________
like and comen....