RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
and..



2 tahun kemudian...


kini usia pernikahan Ranti dan Rhafi telah 2 tahun mereka bangun walaupun banyak masalah dan rintangan yg mereka hadapi tapi semua telah usai.


mereka juga sudah memiliki malaikat kecil yg melengkapi kehidupan mereka.


"abi ayo main" ucap Rara dengan bahasa bayinya. ya, nama anak Ranti dan Rhafi adalah Rara.


"iya sayang tapi makan dulu" ucap Rhafi membujuk Rara.


"ahhhh... gak mau, ara mau main" rengek Rara.


"hmm.. gini aja mainnya sambil makan" ucap Ranti.


"iya ara mau" ucap Rara antusias.


"anak pinter" ucap Rhafi mengacak pucuk kepala Rara.


"ih abi nanti kepala ara jelek" ucap Rara memanyunkan bibir nya.


"hahha.. iya iya, maafin abi ya ara sayang" ucap Rhafi.


"ayo sini makan lagi" ucap Ranti.


"Mmm.. masakan umi emang paling enak, ara suka" ucap Rara.


"iya, besok umi masakin lagi ya" ucap Ranti.


"oke" ucap Rara.


-sedikit info, Rara ngomong nya pake bahasa anak balita baru belajar ngomong gitu yaa. author bingung mau nulisnya gimana nanti kalian gak ngerti bacanya, jadi author tulis gitu. HAPPY READING.


(beralih ke aisyah dan faqih)


"bun, sini biar ayah yg gendong fatih nya" ucap faqih.


"nih, hati hati ya yah, umi mau masak dulu" ucap aisyah lalu pergi ke dapur. tapi faqih malah mengikuti nya dan memelilnya dari belakang.


"ana uhibbuki fillah" bisik faqih pada aisyah.


"bunda tenang aja fatih udah tidur, jadi kita bisa berduaan" bisik fatih, tentu membuat aisyah merinding.


"ayah ngomong nya jangan bisik bisik, bunda merinding tau" ucap aisyah sambil memotong sayur.


"hahha.. iya iya" ucap faqih melepas pelukannya.


begitulah mereka berbagi suka dan duka satu sama lain. setiap hari mereka saling menyayangi dan mencintai, itulah yg membuat mereka bahagia. saling menerima kekurangan dan kelebihan masing masing.


~TAMAT~


____________________________


~pesan author


setiap hubungan itu butuh suatu kepercayaan, jika di sebuah hubungan tidak ada kepercayaan maka tiada artinya suatu hubungan.


hubungan itu ibarat nasi yg bila di beri suatu yg basah maka nasi itu akan terpisah satu sama lain. tapi bila nasi itu di keringkan maka akan menyatu kembali.


begitu juga dengan kisah Ranti dan Rhafi, kisah mereka di penuhi rintangan. tapi mereka mampu menyelesaikan masalah itu dengan tawakal dan menerima takdir mereka.


dari kisah ini kita belajar bahwa jodoh, maut, rezeki, dan perjalanan hidup sudah di tulis di lauhul Mahfuz. tinggal kita yg menjalani dan menyikapi takdir itu.


jika kita tetap sabar dan ikhlas dalam menjalani suatu hal insyaallah, Allah pasti memberi kita petunjuk dalam setiap masalah.


buat kalian yg memiliki masalah, kuncinya adalah sabar. dengan sabar semua akan menjadi mudah.


satu lagi, jika kita akan mencintai seseorang cintailah Allah terlebih dahulu karna:


Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” - Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi


Terima kasih juga ya krna kalian udah setia baca novel ini, semoga novel ini bisa menginspirasi para pembaca.


maaf kalo ada kesalahan penulisan dan kesamaan nama tokoh yg membuat pembaca kurang nyaman.


jangan lupa baca novel author yg lain ya.. PERSAHABATAN DIAH & ZIKKA.


sekali lagi Terima kasih buat para pembaca, wasalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.