
saat sampai dirumah, Rhafi langsung masuk kedalam kamar, Ranti yang melihat itu merasa heran, biasanya Rhafi selalu mengucapkan salam sebelum masuk rumah, dan juga mencium kening Ranti tentunya.
"abi kenapa ya?" gumam Ranti. tanpa pikir panjang ia langsung menyusul suami nya kekamar.
"abi kenapa? " ucap Ranti yang kini sudah berada di samping suami nya.
"eh umi, abi gak papa kok"
"cerita aja bi kalo ada masalah"
"nggak mi, abi gak papa kok"
"yaudah deh, sekarang abi makan siang gih"
"nanti aja mi, abi nggak laper"
Ranti memilih membiarkan suaminya, karna ia tahu mood suaminya sedang turun, jadi ia tak mau menganggu.
Ranti berjalan ke kamar rangga, dan terlihatlah rangga sedang membaca buku, anak itu memang sedang belajar membaca.
"adek! " panggil Ranti.
"iya mi" ucap rangga, tapi matanya masih fokus dengan buku yang ia pegang.
"ayo makan siang dulu"
"adek tadi udah makan di sekolah mi, oh iya mi, apa umi gak curiga sama tante yang pake cadar itu? " ucap rangga.
"maksudnya tante Fatimah? " ucap Ranti
"iya mi" ucap Rangga
"emang umi harus curiga kenapa? " ucap Ranti yang sedikit heran
"kayaknya tante Fatimah itu suka deh mi sama abi" ucap Rangga dengan nada meyakinkan
"hah?? nggak mungkin dek, umi tau sikap nya tante Fatimah itu gimana, tante Fatimah gak mungkin gitu" ucap Ranti sambil tersenyum.
"emm.. mungkin ya mi, yaudahlah mi, adek ke kamar kakak dulu, mau minta ajarin soal yang ini" ucap Rangga, kemudian ia beranjak dari duduknya dan menuju kamar kakak nya.
flashback on
sebenarnya kemarin rangga sempat melihat Fatimah menatap sinis ke arah abi dan uminya, saat umi dan abinya sedang di dapur berdua.
"tante Fatimah kenapa ya? kayaknya tante ini punya niat yang nggak bagus" batin Rangga sambil menatap intens gerakan mata Fatimah.
"tante terus ini gimana" ucap Rara, yang membuat Fatimah langsung beralih menatap Rara.
"ohh.. gini sayang" Fatimah mengajari Rara dengan penuh kasih sayang, dan itu malah membuat Rangga tambah curiga.
mana ada seseorang yang baru di kenalnya, Tiba-tiba bersikap baik, bukankah itu mencurigakan? jika bukan karna ada niat yang terselubung, lalu apa lagi?
"aku harus terus waspada sama tante ini" gumam Rangga dalam hati.
flashback off
"apa bener tante itu mau ngerebut abi? " gumam Rangga saat berjalan menuju kamar kakak nya.
"kakak? haloow" ucap rangga seraya mengetuk pintu kamar Rara.
"iya dek, masuk aja" ucap Rara dari dalam kamar, saat Rangga masuk, terlihatlah kakaknya sedang membaca Al-Quran (khusus tunanetra)
"kakak, dengerin adek baca ya" ucap Rangga yang kini sudah berada di samping kakak nya.
"nggak mau ah adek, sama umi aja" ucap Rara, karna rasa kantuk tiba tiba menyerang nya.
"yahh kakak, adek mau belajar sama kakak" rengek Rangga sambil menggoyang goyang kan lengan Rara.
"yaudah kakak dengerin" ucap Rara sambil membenarkan posisi duduknya.
Rangga membacakan ceritanya dengan sangat fokus, sedangkan Rara ini sangat bosan dan kini kantuk semakin menyerang nya, tak terasa indah pun terlelap.
"akhirnya si doni mendapat ikannya lagi, udah kak, giman... " ucapan Rangga terhenti saat melihat kakaknya tertidur tanpa dosa dan kelihatan sangat nyenyak.
"huufftt.. kakak gimana sih, percuma aku baca panjang lebar" gumam Rangga lalu berjalan keluar.