
keesokan harinya, Rara sudah bersiap untuk berangkat sekolah setelah melalui liburan akhir semester nya. begitupun Rangga, hari ini ia akan sekolah di Tk dekat sekolah Rara.
saat ini keluarga kecil itu tengah sarapan, dengan canda dan pertempuran Rara dan Rangga tentu nya.
"nanti awas aja kalo adek nakal, kakak gak mau main sama adek lagi" ancam Rara.
"iya iya, adek gak bakalan nakal kok. adek kan anak baik" ucap Rangga percaya diri.
"iya iya adek emang anak paling baik, tapi kalo diliat dari sedotan" ucap Rara sambil tersenyum tipis.
Ranti dan Rhafi tertawa mendengar ucapan Rara, sedangkan Rangga ia memanyunkan bibirnya 100 senti haha(canda, emang bisa 100 senti).
"ihhh.. kakak nyebelin, adek gak suka sama kakak" teriak Rangga.
"yaudah kalo gak suka, kakak gak peduli, yuk bi kita berangkat nanti kesiangan, kakak gak dapet kursi paling depan lagi" ucap Rara sambil meletakkan tas nya di pundak. (selamat pagi semuaaa ku nantikan dirimu di depan kelas ku, menantikan kamu... ehh kok malah nyanyi 🤣 sorry hilaf hehe😅)
"adek cepetan makanya, nanti telat loh" ucap Ranti.
"umi, kunci mobil abi mana ya" ucap Rhafi sambil meraba saku celana dan jas nya.
"hmm.. abi kebiasaan, coba abi cek di tas kerja abi" ucap Ranti sambil mengambil piring kotor di meja makan.
"hehe.. ada mi, ayo kita berangkat" ucap Rhafi.
"adek sama kakak gak mau bawa bekal?? " tanya Ranti.
"adek mau bawa bekal mi"
"kakak gak usah mi, soalnya hari ini kan cuma perkenalan aja, pasti pulang nya lebih awal"
"yaudah, adek tunggu bentar ya" Ranti pun mengambil kotak makan dan memasukkan nasi goreng yg ia masak tadi.
"makasih umi, muachhh" ucap Rangga lalu mencium pipi Ranti.
"iya hati hati ya anak anak umi yg cantik dan ganteng" ucap Ranti sambil mengusap kepala anak anaknya.
"iya umi"
Rara dan Rangga pun mencium tangan Ranti, kemudian Ranti mencium tangan Rhafi yg di balas ciuman di kening oleh Rhafi. (keluarga impian ini mah hehehe)
"ayo kakak adek, kita berangkat" ucap Rhafi sambil membuka kan pintu mobil.
(skip)
setelah menempuh jarak yg lumayan dekat, akhirnya mereka pun sampai.
"abi, kakak masuk ke kelas dulu ya, assalamu'alaikum" ucap Rara sambil mencium tangan Rhafi, lalu pergi.
"gak usah abi, adek kan udah besar" ucap Rangga.
"hehhe.. iya adek emang udah besar, tapi kalo adek di deketin cewek tolak aja, oke! "
"kalo adek nolak terus nanti adek nikah sama siapa dong? " ucap Rangga polos.
"astaghfirullah, ngidam apa sih umi" gumam Rhafi.
"emm.. yaudah adek masuk kelas gih, nanti kenalin sama abi ya kalo adek ada temen baru, inget pas pulang sekolah tunggu di sini sama kakak, nanti abi jemput"
"siap abi, assalamu'alaikum" ucap Rangga mencium tangan Rhafi, lalu pergi.
"waalaikumsalam"
##
sementara dikelas, Rara sedang membaca buku sebelum pelajaran di mulai (itu emang ritualnya sebelum belajar). tak lama kemudian ada seorang anak laki-laki yg menghampiri nya.
"assalamu'alaikum ukhti" ucap anak itu.
"waalaikumsalam" jawab Rara tanpa menoleh.
"boleh saya duduk di sini"
Rara mendongak, ia cukup terkejut karna anak yg ia lihat adalah alvino, yg kemarin ia tolong.
"ehh.. kamu yg kemarin kan" ucap Rara.
"ehh.. ternyata ukhti Rara, kirain siapa hehe"
"kamu duduk aja disini, tapi maaf kita duduknya agak di kasih jarak"
"iya ukhti"
Rara dan Alvino menggeser kursinya masing-masing. "aku baru tau kalo kamu sekolah di sini" ucap Rara.
"iya ukhti, saya baru daftar" Rara hanya mengangguk mengerti.
tak lama kemudian, bel berbunyi yg artinya pelajaran akan segera di mulai.
___________________________
oke semua sampe sini dulu ya, semoga kalian suka sama cerita nya.
jangan lupa tinggalin jejak dengan like comen and vote, serta kasih rate 5 star.