RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



Rara dan fatimah terus belajar sambil bermain. hingga tak terasa tengah hari pun tiba.


"assalamu'alaikum" ucap Rhafi dan Rangga saat memasuki rumah.


"waalaikumsalam" Rhafi menoleh ke sumber suara, ia agak terkejut melihat wanita yang ada di taman kemarin, begitupun fatimah yang terkejut melihat Rhafi.


"ehh abi udah pulang" ucap Ranti yang langsung mencium tangan Rhafi.


"iya mi" ucap Rhafi sambil mencium kening sang istri.


"abi nanti mau ke kantor lagi" tanya Ranti.


"nggak, abi kerjain dirumah aja"


"yaudah kalo gitu, abi mandi gih. umi siapin airnya ya" Ranti berjalan menuju mereka. sedangkan Rhafi ia mengekori Ranti dari belakang.


"umi, itu temen umi yang ngajarin kakak ya?" tanya Rhafi saat mereka sudah sampai di kamar.


"iya bi, emang abi kenal? "


"iya mi, abi ketemu dia ditaman. waktu abi nyari kakak, umi inget kan"


"iya bi, waktu itu kakak nolongin vino anaknya temen umi"


"kasian banget mereka ya mi"


"iya bi, sekarang temen umi itu udah trauma banget buat nikah lagi"


"semoga aja dia bisa menemukan ayah yg baik buat anak nya. yaudah abi mandi dulu" Rhafi mencium kening Ranti dan langsung pergi ke kamar mandi.


di sisi lain saat ini Rangga tengah menemani kakak nya belajar.


"nah.. kalo ini ditambah 12 berarti 20" ucap Fatimah, ia baru saja menjelaskan tentang penjumlahan.


*sedikit info: Rara belajarnya pake buku khusus tunanetra ya, jadi kalo mau baca diraba raba. (emang ada thor? yaa gk tau heheh.. tapi mungkin ada sih).


sementara Rara dan fatimah belajar, Rangga terus memperhatikan fatimah dengan tatapan yang sulit di artikan. fatimah yang menyadari Rangga menatapnya pun merasa risih.


"kayaknya ada yang ganjal dari tante ini " gumam Rangga dalam hati.


"nahh.. kita udah selesai belajarnya" ucap fatimah sambil menutup buku pelajaran.


"mah!! " panggil Ranti yang tiba-tiba datang.


"iya ran"


"ayo kita makan siang dulu" ajak Ranti.


"ehh.. gak usah ran, aku langsung pulang aja, kasian kan vino makan siang sendirian" ucap fatimah.


"yaudah kalo gitu, abi!! " ucap Ranti.


"iya mi?? " ucap Rhafi yang baru selesai mandi.


"anterin fatimah pulang ya" ucap Ranti.


"gak papa mah, ayo bi anterin fatimah"


"ayo fatimah, saya anter" ucap Rhafi.


akhirnya fatimah menerima tawaran Ranti, yaitu pulang bersama Rhafi.


di mobil, fatimah memilih duduk di belakang. karna jika ia duduk berdekatan dengan Rhafi entah kenapa jantung nya berdegup kencang.


"ya ampun ganteng banget, kaya pula, andai mas Rhafi jadi suami aku, pasti hidup aku bahagia" ucap fatimah sambil tersenyum miris di balik cadar nya.


"emm.. mas, stop di depan itu aja ya" ucap fatimah.


"iya nyonya" ucap Rhafi sambil terkekeh.


"heheh.. mas ini, emang mas supir saya"


"iya, ini saya lagi nyupirin kamu fatimah"


"iya juga ya" Gumam fatimah pelan yang masih bisa didengar Rhafi.


"makasih mas" ucap fatimah seraya turun dari mobil, karna ia sudah sampai.


"iya sama sama, sering sering kerumah ya"


"iya mas, InsyaAllah. emm.. saya masuk dulu, mas mau mampir??"


"gak usah lah, saya langsung pulang aja ya, assalamu'alaikum" Rhafi langsung kembali ke mobilnya lagi.


"waalaikumsalam" ucap fatimah, saat mobil Rhafi menghilang dari penglihatan nya.


ia pun masuk kerumah, dan melihat alvino sedang membuka sepatu nya sebelum masuk rumah.


"assalamu'alaikum" ucap fatimah.


"waalaikumsalam, ibu" alvino mencium tangan Ibu nya.


"udah pulang anak ibu, ayo masuk"


"ibu tadi sama ayahnya ukhty Rara ya? " tanya alvino sambil menuangkan air minum ke dalam gelas.


"iya, kamu liat ya? "


"iya bu, ibu kenapa bisa pulang sama Ayah nya ukhty Rara? "


"kamu tau, ibu ngajar di rumahnya Rara, Rara itu anaknya temen ibu"


"emang ukhty Rara kenapa? kok dia nggak sekolah akhir akhir ini? "


"Rara kecelakaan vin, d an sekarang Rara gak bisa liat"


"innalillahi wa'inalilahi raji'un" ucap alvino sedikit terkejut.