RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



"kakak, adek tadi beli coklat kesukaan kakak" ucap Rangga, sambil mengeluarkan sebungkus coklat dari kantung bajunya.


"wahhh makasih dek" ucap Rara.


tak lama kemudian dokter pun datang di ruang Rara.


"assalamu'alaikum, permisi bapak ibu, saya mau meriksa Rara" ucap dokter.


"iya dok silakan" ucap Rhafi. tiwi, Raihan, dan Rangga pun menunggu di luar, sementara Ranti dan Rhafi menemani Ranti.


"matanya masih sakit gak ra? " tanya dokter.


"nggak dok" ucap Rara.


"oke, kita buka penutup matanya ya" perlahan tapi pasti dokter membuka perban yg menutupi mata Rara.


"sekarang Rara buka matanya" titah dokter.


Rara membuka matanya, tapi... "abi umi, kalian dimana?? " tanya Rara


"kenapa semuanya gelap?? kakak gak bisa liat apa apa" ucap Rara yg hampir menangis.


"Rara tenang dulu ya" ucap dokter


"abi.. hiks.. kakak bi" ucap Ranti terisak.


"umi, jangan gitu dong, nanti didenger sama kakak, kakak juga ikut sedih" ucap Rhafi sambil memeluk Ranti.


"Rara sekarang tenaga dulu ya, bu dokter mau cek mata Rara" ucap dokter,Rara hanya mengangguk.


setelah setengah jam mata Rara di periksa, akhirnya....


"pak bu, saya mau bicara" ucap dokter sambil berjalan keluar yg diikuti oleh Ranti dan Rhafi.


"gimana keadaan anak saya dok" tanya Ranti.


"begini pak, bu, kemungkinan Rara akan buta permanen, jadi saya harap ibu dan bapak bersabar menerima ujian ini" ucap dokter.


"astaghfirullah" ucap Ranti, ia langsung menuju ke ruangan Rara.


"kakak" panggil Ranti.


"umi?? "


"kak, maafin umi ya. umi gak bisa jaga kakak, gara-gara umi kakak jadi buta hiks.. hiks.. " ucap Ranti


"kakak gak papa kok mi, kakak gak masalah gak bisa liat, lagian kan kakak punya umi dan abi yg akan selalu jagain kakak" ucap Rara sambil menampakkan senyumnya (jarang jarang loh Rara senyum).


"hiks.. kakak umi sayang kakak" ucap Ranti langsung memeluk Rara.


"umi, kakak pengen cepet pulang" ucap Rara tiba-tiba.


"iya nanti umi ngomong sama dokternya ya"


setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Rara di bolehkan pulang. walaupun ia belum bisa melihat dunia, tapi setidaknya ia bisa merasakan kehadiran orang tuanya.


saat sampai di rumah, Ranti dan Rhafi langsung menggandeng Rara untuk masuk ke dalam. saat mereka memasuki rumah, terlihat lah tiwi, Raihan dan Rangga yg sedang menonton TV.


"assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


"kakak!! " ucap Rangga, ia langsung berlari memeluk Rara.


"kakak udah sehat ya" tanya Rangga.


"iya dek" ucap Rara disertai senyuman.


"kakak kenapa ngeliat kearah sana terus" ucap Rangga, ya.. mata Rara memang sedang fokus ke satu arah(ya.. kayak orang buta pada umumnya ya)


"adek, jangan gitu kakak kan baru pulang, kakak ayo nenek ater ke kamar" ajak tiwi.


"tapi nek, adek mau main sama kakak" ucap Rangga dengan mata berkaca kaca.


"nanti aja ya dek, sekarang kakaknya istirahat dulu, biar kakak gak sakit lagi" ucap Raihan sambil membawa Rangga ke gendongannya.


"iya kek"


*sedikit info... ortu nya Rhafi udah meninggal ya guys, karna kecelakaan yg dialami nya. jadi kalo ada yg nanya ortu Rhafi mana, inget lohh udah meninggal.


tiwi pun membawa Rara ke kamarnya "nah sekarang kakak istirahat ya, biar kakak bisa cepet sembuh" ucap tiwi.


"iya nek, nenek kakak kapan kapan nginep di rumah nenek boleh kan?? " tanya Rara.


"boleh dong, malah nenek seneng ada kakak" ucap tiwi sambil mencubit pelan pipi chubby Rara.


"oh iya nek, kakak sekolah nya gimana? " tanya Rara yg tiba-tiba sedih.


"emm.. itu, gimana kalo kakak Sekolah nya dirumah aja, nanti nenek cariin guru deh"


"tapi nek, kakak mau sekolah bareng temen temen"


"sekolah sendiri lebih enak, nanti kan gak ada yg nyontek jawaban kakak, terus kakak bisa cepet pinter karna kan gurunya cuma ngajar kakak aja"


"iya deh nek kakak mau" ucap Rara kembali tersenyum. tiwi pun memeluk Rara.


"nenek gak pernah ngeliat anak sekuat kamu kak, kamu anak yg kuat, kamu pasti bisa ngelewatin cobaan ini. harusnya anak seumuran kamu masih menikmati melihat dunia, tapi kamu" batin tiwi, ia pun meneteskan air mata.


##


dear readers..


minal aidin walfaidzin ya.. 😊😊, maaf juga kemarin author gak up, author kan juga mau lebaranan😁.


terimakasih selalu setia mengikuti kisah ini, dan Jangan pernah bosen ya buat like, komen, and vote...