RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
mulai akrab



Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yg sangat indah.


"Ayo turun," ucap Rhafi, sambil membukakan pintu mobil untuk Ranti.


Dengan senyuman Ranti turun. Ia merasa layak nya seorang ratu.


"Ini dimana, Kak?" ucap Ranti, matanya fokus melihat sekeliling.


"Ini kantor tempat ya ... anak kuliah magang," ucap Rhafi.


"Ohh ... buat apa kita kesini? kita kan udah lulus kuliah," ucap Ranti. Anak ini memang sangat polos.


"Kamu mau ngendarain pesawat gak?" tanya Rhafi.


"Hah?? nanti Ranti jatuh gimana? gak mau ah," ucap Ranti, seraya bergidik.


"Aku ajarin," ucap Rhafi, sambil tersenyum penuh arti.


"Oh iya Ranti lupa, kakak kan pilot hehehh ...," ucap Ranti tertawa kecil.


"Emang dasarnya kamu yang pikun," ucap Rhafi.


"Ihh kakak jahat!" ucap Ranti, dengan nada manja dan melipat tangannya di dada.


"Ihh kamu makin imut deh kalo kayak gini," goda Rhafi.


"Yaudah kak ayuk kita masuk, nanti kesorean." ucap Ranti.


"Oke," ucap Rhafi, sambil berjalan mendahului Ranti.


"Kakak sering kesini?" ucap Ranti. Ia membuntuti Rhafi dari belakang.


"Gak juga sih Ran, paling 2 minggu sekali," ucap Rhafi.


"ohh kita mau kemana kak" ucap Ranti celingak celinguk kanan kirinya


"kita ke tempat kesukaan ku" ucap Rhafi tersenyum tipis dan melihat ke arah Ranti.


tak lama mereka pun sampai di sebuah ruangan. disana ada banyak sekali pesawat yg berukuran sedang.


"waw!! " seru Ranti.


"kamu suka" ucap Rhafi menghentikan langkah nya.


"banget kak" ucap Ranti masih melihat sekeliling nya.


"kamu mau ngendarain pesawat gak" ucap Rhafi.


"boleh?? " tanya Ranti dengan wajah polos.


"lah tadi kan aku nawarin jadi artinya.. " ucap Rhafi mengangkat alisnya.


"mau banget kak" ucap Ranti sangat senang.


"tenang aja kan ada pilot disini" ucap Rhafi membanggakan diri nya.


"ih kakak sombong" ucap Ranti dengan sinis.


"yaudah kalo gak mau di ajarin" ucap Rhafi datar.


"ehh iya kak jangan ngambek dong" ucap Ranti dengan wajah seimut mungkin.


"ih kamu gemesin deh" ucap Rhafi.


"hehehh.. kan Ranti emang gemes. dah kak ayo kita naik pesawat" ucap Ranti.


"yuk" ucap Rhafi berjalan di depan Ranti.


mereka pun sampai di sebuah miniatur pesawat tapi terlihat sangat asli dan memang bisa dikendarai tapi tidak bergerak. hanya ada layar 3 D yg ada pada kaca depan pesawat.


"nah pesawat ini biasanya di gunain untuk para calon pilot magang Ran" ucap Rhafi.


"ohh.. bagus banget ya kak" ucap Ranti kagum.


"mau coba" ucap Rhafi


"mau" ucap Ranti langsung duduk di tempat pengendali.


"nih kamu pencet ini" ucap Rhafi.


ia menjelaskan semuanya sampai dengan saat pesawat mendarat.


"oh jadi pencet yg ini ya kak" ucap Ranti menunjuk salah satu tombol.


"iya abis itu kamu pegang kendalinya" ucap Rhafi.


Ranti pun ingin memegang kendalinya tapi saat ia ingin memegang Rhafi pun ikut memegang jadi tangan mereka bersentuhan mereka saling pandang selama beberapa detik. setelah sadar mereka sama sama melepaskan tangannya.


"emm....kamu pencet yg ini sambil megang kendalinya. " ucap Rhafi.


"iy.. iya kak.. " ucap Ranti. seketika suasana menjadi canggung.


"ayo cepetan nanti keburu sore loh " ucap Rhafi.


"iya kak ini dipencet ya kak" ucap Ranti .


"iya " ucap Rhafi


Rhafi menjelaskan semua tentang pesawat pada Ranti. mereka akhirnya akrab kembali dan semoga saja tidak ada masalah dengan mereka pada waktu yg akan datang.


_________________________


like.... comen..... and vote....


love you guys😘😘