RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



setelah pulang sekolah, seperti biasa Rara menunggu abinya, tapi kali ini berbeda ia menunggu bersama Rangga.


"kakak, emang abi jemput nya lama ya? " tanya Rangga.


"bukan abi yg jemput lama dek, tapi kita yg kecepetan pulang sekolah. adek tenang aja sebentar lagi abi jemput kok" ucap Rara.


"telpon aja kak, nanti adek sakit lagi panas panasan lama lama" rengek Rangga.


"lebay" gumam Rara.


"telpon abi kak"


"adek, adek nya kakak yg ganteng, kalo kakak bawak HP pasti dari tadi udah kakak telfon abi dek" ucap Rara.


"yahh.. gimana dong, nanti kalo kulit adek kebakar gimana"


"astaghfirullah, kenapa alay banget sih adek ku" gumam Rara.


tak lama kemudian Rhafi pun datang, ia menghampiri anak anak nya yg sedang menunggu di depan halte sekolah.


tapi saat ia ingin menghampiri anak anaknya, Rangga lebih dulu berlari ke arah Rhafi.


"abii!! " ucap Rangga sambil berlari ingin memeluk Rhafi.


Rhafi pun hendak melangkah kan kaki ke arah Rangga, tapi terhenti karna ia melihat mobil melaju ke arah Rangga dan siap menabrak.


"adekk!! " ucap Rhafi, ia langsung berlari ke arah Rangga.


Rara yg melihat kejadian itu langsung mendorong Rangga. saat ini Rangga sudah berada di pelukan Rhafi, tapi Rara... ia sudah tergeletak di tanah dengan mengalirnya darah segar dari kepala nya.


disisi lain saat Ranti sedang memotong sayuran tangan nya terkena pisau dan berdarah.


"aww.. " ringis Ranti, kemudian ia membersihkan luka itu.


"kenapa perasaan ku gak enak ya? " gumam Ranti sambil mencuci tangan nya.


tak lama kemudian HP nya berdering, menandakan ada telpon masuk.


"abi, tumben banget abi nelfon" gumam Ranti.


πŸ“ž"assalamu'alaikum bi" ucap Ranti


πŸ“ž"Wa.. waalaikumsalam, hiks.. umi kakak mi.. hiks.. kakak" ucap Rhafi sambil terisak.


πŸ“ž"kakak kecelakaan mi, kakak sekarang di rumah sakit"


πŸ“ž" astaghfirullah,kakak!!" ucap Ranti,ia langsung menjatuhkan ponselnya ke lantai dan langsung bergegas menaiki motornya.


disisi lain, Rhafi sedang khawatir karna tiba-tiba sambungan telpon nya terputus, dan nomor Ranti tak aktif.


tak lama kemudian Ranti datang dengan air mata yg terus membasahi pipinya.


"abii!!" panggil Ranti.


"umi" gumam Rhafi.


"abii!! kakak mana bi kakak mana!!"


"umi,umi yg sabar ya..kakak lagi di tanganin sama dokter" ucap Rhafi sambil memeluk Ranti.


"adek,adek mana bi? "


"umi tenang aja, adek udah abi titipin sama abi Raihan" ucap Rhafi.


"tadi umi sama abi kesini ya? " tanya Ranti.


"iya mi, tapi cuma sebentar. mereka cuma mau ngambil adek aja, karna tadi adek sempet syok ngeliat kepala kakak berdarah" ucap Rhafi.


"kakak bi, kalo kakak kenapa napa gimana??!? " isakan Ranti semakin menjadi jadi, hingga kini baju Rhafi sudah basah karena air mata.


"umi, kita do'ain kakak ya, supaya kakak gak kenapa napa"


Rhafi berusaha untuk tegar, tapi jujur hatinya sangat sakit, malaikat kecilnya kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan seluruh tubuh nya di penuhi alat-alat agar malaikat nya itu bisa bertahan hidup.


ingin sekali rasanya Rhafi menangis sejadi jadinya, tapi ia harus tegar, ia harus tegar demi istrinya Ranti. saat ini Rhafi berusaha sangat keras agar air mata nya tidak jatuh, karna ia tahu kalau ia sedih pastinya Ranti akan menjadi lebih sedih.


##


maaf kalo bab ini mengandung bawang😧.


jujur ya, author nangis loh nulis part ini.


dear readers..


minta do'a nya ya.. buat Palestina, semoga negara ini cepet bangkit. dan Israel diberi ampunan oleh Allah.