
"ya udah lah ran, lagian kan ini hidup aku, terserah aku mau pake gamis kek mau nggak, kamu gak usah urusin aku" ucap Fatimah.
"astaghfirullah, apa bener ini kamu mah? kok kamu gini?" gumam Ranti dalam hati.
"ehh ... iya ran, kalo mas Rhafi poligami, apa kamu mau?" tanya Fatimah.
"astaghfirullah, nau'zubillahi minzalik, jangan sampe lah mah" ucap Ranti.
"kenapa? bukannya poligami itu boleh ya" ucap Fatimah, sambil mengangkat sebelah alisnya.
"gini mah, kamu kan juga wanita, masa kamu gak ngerti perasaan aku" ucap Ranti.
Deg ...
Deg ...
"ran, ma ... maafin aku, hiks.." ucap Fatimah yang kini sudah bersimpuh di hadapan Ranti.
"ehh ... mah, kamu kok gini. ayo bangun mah," Ranti menegang kedua lengan Fatimah agar Fatimah, agar dia berdiri.
"kamu kenapa mah, kamu gak salah, kenapa minta maaf?" tanya Ranti.
"aku salah ran hiks.. kalo kamu tahu, pasti kamu akan benci sama aku," ucap Fatimah, sambil menangis tersedu sedu.
"kamu salah apa mah? aku gak akan marah sama kamu," ucap Ranti.
"emmhh ... maafin aku ran. jujur, aku punya niat, mau ngerebut mas Rhafi ... dari kamu," ucap Fatimah, dengan air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya.
Ranti sedikit terkejut, dengan ucapan Fatimah. "ngerebut? apa Fatimah setega itu? tapi kenapa? aku yakin, Fatimah gak kayak gitu," batin Ranti.
"mah, kamu tahu ... kamu itu orangnya baik, mungkin iman kamu lagi goyah aja mah, dan kamu harus istiqomah ya, jangan pernah tergoda oleh apapun" Ranti merangkul Fatimah dalam pelukannya.
Fatimah menangis tersedu sedu, sahabat nya begitu baik. bagaimana bisa, ada wanita yang dengan sabarnya, memaafkan wanita lain yang ingin merebut suaminya?
Fatimah sangat tersentuh, ia beruntung ... bisa memiliki Ranti, sebagai sahabat. Ranti adalah orang yang paling baik, yang ia kenal.
"sekarang kamu harus rubah pakaian kamu ya," ucap Ranti.
"i ... iya ran, hiks.. hiks.. makasih kamu udah maafin aku, aku sayang kamu," Fatimah kembali memeluk Ranti.
Ranti hanya tersenyum, ia tahu Fatimah sebenarnya baik, mungkin iman Fatimah hanya goyah. karna istiqomah itu berat. jadi wajar, jika iman mudah sekali naik turun.
"umi," ucap Rangga dan Rara, bersamaan. Ranti dan Fatimah, lansung menoleh ke arah mereka.
"ehh ... sayang, kenapa?" ucap Ranti.
"umi, kita udah denger semuanya," ucap Rangga.
"Dan tante, kami udah maafin tante kok" sambung nya.
"tante sayang kalian, maafin tante" ucap Fatimah, yang saat ini masih menangis.
"tante, tante itu udah kita anggap sebagai keluarga kita, tante jangan minta maaf lagi" ucap Rara.
Tiba-tiba, Rhafi datang, dan menhampiri semua orang yang ada di ruang tamu.
"Fatimah, ini buat kamu" ucap Rhafi, sembari memberikan paperback.
"ini apa mas?" ucap Fatimah.
"gamis, dan cadar. kamu pake ya" ucap Rhafi.
"iy.. iya mas, makasih, hikss.. " Fatimah kembali menangis terharu.
padahal ia sudah jahat kepada keluarga Ranti dan Rhafi, tapi ia malah mendapat balasan kebaikan dari keluarga ini, ia sangat terharu.
(skip)
Fatimah keluar dari ruang ganti, dan kini ia terlihat, sudah memakai cadar dan gamis pemberian Rhafi. sekarang ia merasa lebih tenang memakai pakaian ini.
"nahh.. ini baru Fatimah sahabat ku" ucap Ranti, ia langsung memeluk sahabat nya.
"iya ran, aku sayang kamu" Fatimah membelas pelukan Ranti.
"Fatimah, sekarang kamu harus istiqomah, walaupun itu berat. tapi InsyaAllah, akan di hadiahkan surga untukmu" ucap Rhafi.
"iya mas, InsyaAllah aku istiqomah"
"kami sayang tante" Rara dan Rangga langsung memeluk Fatimah dengan erat.
"iya, Rara kan calon mantu tante" ucap Fatimah.
"ha? emang Rara nanti jadi mantu tante?" ucap Rara.
"iya, kamu nanti kalo udah besar nikah sama alvino ya hehehe" ucapan Fatimah mengundang gelak tawa, terutama Rangga ia tertawa terbahak bahak.
"keep istiqomah, bagi kalian yang sedang berhijrah. percayalah, Allah lebih menyukai air mata seorang pendosa, dari pada senyuman bangga seorang ahli ibadah. Allah pasti menerima tobat kita, walaupun dosa kita, sebanyak buih di lautan," ~from author.
~TAMAT~
terimakasih sudah mengingat novel ini dari awal sampai akhir.
maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, dan kesamaan nama tokoh.
salam hangat author 😊.
note: mohon jangan maki author ya, karna author namatin novel ini hehe. nanti author jelasin kenapa novel ini tamat 😊.