
"emang ukhty Rara kenapa? kok dia nggak sekolah akhir akhir ini? " ucap alvino
"Rara kecelakaan vin, dan sekarang Rara gak bisa liat"
"innalillahi wa'inalilahi raji'un" ucap alvino sedikit terkejut.
"kasian ukhti Rara" batin alvino.
##
di sisi lain, sekarang Rhafi sudah sampai di halaman rumahnya, dan terlihat lah anak anak dan istrinya sedang selfi dengan riang.
"sekarang kakak ya" ucap Ranti, ia telah siap untuk memotret.
ckekk...
Ranti melihat hasil foto Rara, ya.. walaupun Rara awalnya tak mau di potret tapi karna Ranti yang membujuknya akhirnya ia mau.
"tuhh kan kakak cantik, apalagi sambil pegang daun itu" ucap Ranti.
"assalamu'alaikum" ucap Rhafi yang tiba tiba ada di belakang istri nya.
"waalaikumsalam, eh abi" Ranti langsung mencium tangan Rhafi.
"kalian ngapain hm? " tanyanya.
"kita lagi selfi bi" ucap Ranti sambil memperlihatkan hasil gambarnya.
"ihh umi imut deh" ucap Rhafi sambil mencubit mesra dagu Ranti, dan itu membuat Rangga bergidik.
"ihh.. abi sama umi lebay banget, tapi so sweet, ehh.. kok aku mikir gitu, aku kan lagi berusaha jadi orang yang cool" batin Rangga.
"yaudah yuk kita masuk, panas diluar" ucap Rhafi. mereka semua pun masuk kedalam rumah.
##
pagi ini, seperti biasa Fatimah akan mengajari Rara untuk belajar. dan sekarang ia sudah sampai di rumah Rara, kini ia dan Rara sedang belajar bersama.
"umi, kakak kita masukin ke sekolah khusus tunanetra aja ya" ucap Rhafi yang kini sedang rebahan di pangkuan sangat istri.
"emangnya kenapa bi? kakak udah nyaman kok sama fatimah" ucap Ranti.
"iya mi, abi tau. tapi abi rasa kakak tuh harus ngelanjutin pendidikan nya, kalo urusan Fatimah nanti dia tetep ngajarin kakak. jadi biar kakak bisa lebih faham tentang apa yang ia pelajari" jelas Rhafi.
"emm.. abi bener juga sih, nanti umi bilang sama kakak ya" ucap Ranti sambil mengusap kepala Rhafi.
"abi cinta umi" ucap Rhafi sambil menatap lekat wajah istrinya.
"umi juga cinta abi" ucap Ranti, lalu mencium kening Rhafi.
"kita kebawah yuk" ucap Ranti lagi, Rhafi langsung beranjak dari pangkuan istrinya. mereka berdua turun ke lantai bawah, dan terlihatlah Rara sedang belajar bersama Fatima.
saat mereka turun, tak henti hentinya Fatimah memandang Rhafi dan Ranti yang sedang ayang ayangan.
ia terlihat tidak suka melihat Ranti memeluk Rhafi, ia tersenyum sinis di balik cadar nya.
"cih! harusnya aku yg ada di posisi kamu Ranti" batin Fatimah.
##
curhatan author..
assalamu'alaikum para pembaca setia...
maaf ya author mau ngasih pengumuman, sepertinya novel ini akan off sebentar. dikarenakan saat ini kan udah mulai daring lagi, dan tugas author tiap hari makin banyak. belum lagi author harus ngurus rumah, ngurus adik, dan sekarang author juga lagi ikut lomba puisi di 4 tempat, jadi kalo mau nulis tuh waktunya terbatas banget. belum lagi author harus mikirin jalan cerita nya gimana, pasti gak bakalan sempet. jujur yahh author sedikit stress karna banyak banget pikiran.
maaf ya kalo buat pembaca kecewa, tapi insyaallah nanti bakalan up lagi kok😊, jadi author harap para pembaca sabar menunggu.
emm.. atau gini aja, nanti author up-nya seminggu 2x atau seminggu 3x aja. yang setuju bisa komen ya... dan juga author minta sarah, up nya hari apa aja ya😊.
sekian terimakasih, Wasalammualaikum wr. wb