
"kamu pikir saya percaya! " ucap pria itu dengan penuh emosi.
"nggak, saya tau om pasti nggak akan percaya, tapi... " ucap Rara sambil mengambil HP nya di dalam saku gamisnya.
ia terlihat menghubungi nomor telpon seseorang
📞"halo polisi" ucap Rara
📞"iya, ada yg bisa kami bantu nona Rara "
📞" ada pak, saya... "Rara manggantungkan ucapannya, sambil memberi kode pada pria itu agar ia melepaskan anak yg sedang di Gandeng nya.
"hey, kamu cepat matikan telpon nya, saya akan melepaskan anak ini" ucap prai itu dengan wajah pucat.
tut! Rara mematikan ponselnya.
"oke, makasih om, sekarang om boleh pergi dari sini" ucap Rara.
tanpa pikir panjang pria itu langsung pergi meninggalkan Rara dan anak laki-laki yg masih terisak.
"kamu gak papa? " tanya Rara pada anak laki-laki itu.
"iya, makasih ya" ucapnya sambil tersenyum.
"nama kamu siapa?? " ucap Rara.
"alvino, kalo ukhti? " ucap alvino.
"kalo aku, Rara" ucap Rara.
"ibu kamu kemana? " sambung nya.
"tadi pas aku lagi jalan sama ibu, tiba tiba ayah langsung narik aku secara paksa, lalu ibu ngejar aku dan ayah, tapi kayaknya kaki ibu terkilir jadi aku kepisah sama ibu" jelas alvino.
"vino!! " ucap wanita peruh baya yg memakai cadar sambil berjalan tertatih-tatih ke arah alvino.
"ibu!! " alvino dan wanita yg ia panggil sebagai ibu itu pun berpelukan dengan sangat erat.
"ibu, ibu gak papa? " tanya alvino.
"iya kak ibu gak papa kok, kamu gimana?? ada yg luka? " ucap Ibu itu, sambil memutar tubuh anaknya.
"vino gak papa kok bu, tadi vino di tolongin sama ukhti ini" ucap vino menunjuk Rara.
"syukurlah nak, makasih ya dek kamu udah nolongin vino" ucap wanita itu.
"iya tante sama sama" ucap Rara sambil tersenyum tipis yg hampir tak bisa dilihat.
Rara, alvino dan wanita paruh baya itu pun berbincang bincang sejenak hanya untuk saling mengenal.
"umi kenapa?? terus kakak mana? " ucap Rhafi.
"itu dia bi, kakak tadi izin sebentar dan sampai sekarang belum balik balik" ucap Ranti dengan wajah cemas.
"izin kemana mi? umi sama angga tunggu sini, abi nyari kakak dulu" ucap Rhafi lalu bergegas turun dari mobil.
ia mencari Rara di sekeliling tempat itu, dan arah matanya tertuju pada seorang anak yg memakai gamis dan duduk bersama wanita bercadar.
"kakak" gumam Rhafi, lalu ia segera berlari ke arah Rara.
"kakak! " seru Rhafi.
"abi! " ucap Rara, ia lupa bahwa umi nya menunggu di mobil, dan pasti sedang khawatir.
"kakak kemana aja hm? kakak gak papa kan? kenapa gak izin dulu sama umi kalo kakak di sini? " ucap Rhafi sambil berjongkok di depan Rara menyamakan tingginya.
"emm.. maafin kakak ya bi" ucap Rara sambil menunduk.
"huhhffttt, yaudah sekarang kita pulang ya" ucap Rhafi.
"ehh.. mas maaf, tadi Rara nolongin anak saya, mangkanya dia ada di sini" jelas wanita bercadar itu, yg namanya adalah Fatimah.
"Ohh.. iya mbak, kalo saya boleh tau anak saya nolongin anak mbak kayak gimana ya? " ucap Rhafi.
"anak mas nolongin anak saya dari mantan suami saya yg tiba tiba ngambil vino dari saya, saat kami sedang bermain. tapi alhamdulillah Rara nolongin vino dari mantan suami saya itu. " jelas Fatimah.
"Ohh.. gitu, tapi menurut saya apa yg dilakukan mantan suami mbak itu tindak kriminal, karna mengambil anak mbak secara paksa dan melukainya" ucap Rhafi.
"tapi saya gak mau ngelaporin mantan suami saya mas, karna dia juga udah punya anak istri yg harus di nafkahin"
"tunggu, maksudnya mantan suami mbak itu udah nikah lagi? "
"iya mas, saya pisah sama beliau karna saya selalu di KDRT, aduhh kok saya jadi curhat gini ya" ucap Fatimah sambil menghapus air mata nya.
"gak papa mbak, semoga mbak bisa nemuin yg lebih baik"
"aamiin makasih mas doanya"
"iya mbak, emmm kalo gitu kami permisi ya, assalamu'alaikum" ucap Rhafi sambil menggandeng tangan Rara.
"waalaikumsalam"
°°°°°°°°°°
gimana gimana?? alurnya buat kalian puas gak, kalo nggak maaf ya hehe.. tapi author akan buat alur yg menarik InsyaAllah.
oke semua jangan lupa like comen and vote...