RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



sementara di ruang tamu, Ranti, Rhafi, tiwi dan Raihan tengah berbincang bincang.


"nanti sekolah nya kakak gimana" ucap Raihan.


"Ranti juga gak tau bi, pasti kakak gak mau pindah sekolah" ucap Ranti.


"umi udah ngomong kok sama kakak, kata kakak dia mau sekolah di rumah" ucap tiwi.


"kakak ngomong gitu mi" tanya Rhafi.


"iya, umi udah bujuk kakak kok" ucap tiwi.


"alhamdulillah kalo gitu, nanti Rhafi cariin guru deh buat kakak" ucap Rhafi.


"Ranti ada kenalan guru kak, itu temen Ranti waktu kuliah" ucap Ranti.


"ya udah kalo gitu nanti minta tolong dia aja" ucap Rhafi sambil membelai kepala sang istri.


di sisi lain Rara dan Rangga saat ini sudah pergi ke alam mimpi. mereka tidur bersama saling memeluk satu sama lain.


Ranti dan Rhafi yang melihat mereka sangat senang karna anak anaknya selalu bersama dalam suka maupun duka.


##


keesokan harinya...


"umi udah bilang sama temen umi itu kalo dia akan ngajar Rara? " tanya Rhafi pada istri nya, yg sedang mengancingkan kemeja nya.


"iya bi, sebentar lagi dia dateng kok" ucap Ranti sambil memasangkan jas di tubuh suaminya.


"yaudah abi cepet sarapan deh, umi mau ke kamar kakak dulu" ucap Ranti yang hendak pergi tapi Rhafi memegang pergelangan tangannya.


cup


Rhafi mencium kening Ranti, seketika pipi Ranti memerah. tanpa pikir panjang Ranti langsung pergi dari hadapan Rhafi, sementara Rhafi ia merasa sedang dapat menjahili istrinya.


saat sampai di kamar Rangga, ia melihat Rangga sudah rapi dengan seragam sekolah nya.


"ehh.. adek tumben, biasa nya jam segini masih tidur" ucap Ranti terheran heran.


"iya mi, adek kan harus mandiri mulai sekarang, umi gak usah terlalu merhatiin adek, sekarang kan kakak lebih butuh umi" ucap Rangga.


"yaudah sekarang adek sarapan gih" ucap Ranti.


"iya mi" ucap Rangga, lalu berjalan menuju meja makan.


sementara di kamar Rara, ia sedang memakai gamisnya, walaupun Rara tak bisa melihat, tapi ia ingat seluk beluk kamar nya itu.


"kakak!! " panggil Ranti saat memasuki kamar Rara.


"umi" ucap Rara yang telah selesai memakai gamis nya.


"lohh.. kakak udah rapi aja, emang kakak bisa ya pake baju, kalo nggak bisa kakak kan bisa minta tolong sama umi" ucap Ranti sambil menghampiri Rara dan membenarkan jilbab nya yang sedikit miring.


"kakak bisa kok mi" ucap Rara, ia memang telah biasa melakukan semua nya sendiri.


"yaudah kita sarapan ya" ucap Ranti, mereka berdua pun berjalan menuju meja makan, dan terlihatlah Rhafi dan Rangga sedang makan. tapi tak seperti biasa, kali ini Rangga lebih banyak diam.


"nahh.. kakak dudul sini, umi ambilin sarapan nya" ucap Ranti sambil mengisi piring yang ia pegang dengan nasi goreng buatan nya.


"ayo kakak buak mulut nya, umi suapin ya" Ranti menyendokan nasi ke mulut Rara.


"mmmm... enak mi" puji Rara sambil mengunyah nasi goreng dalam mulut nya.


"adek kenapa kok diem aja, mau abi suapin?" tanya Rhafi.


"nggak usah bi, adek kan udah besar. lagipula adek punya tangan jadi adek bisa makan sendiri" ucap Rangga.


"sejak kapan kamu jadi dewasa gini dek, perasaan baru kemarin kamu minta suapin umi" ucap Ranti.


"umi, adek mau belajar mandiri kayak kakak mi, dulu emang adek manja tapi sekarang, adek akan mandiri. karna kakak lebih butuh umi dari adek" ucap Rangga.


"hmm.. gitu dong, jadi cowok jangan lembek" ucap Rhafi sambil mengacak pucuk kepala Rangga.


"ahh.. abi, rambut adek berantakan nih" ucap Rangga sambil membenarkan rambut nya.


##


ya ya... sampe sini dulu, maaf kalo gak nyambung ya. maklum otak author gak mendukung, sorry ya readers kalo alurnya kek gini๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™ƒ.....