RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



"tante, terus ini gimana? " ucapan Rara membuat lamunan Fatimah.


"ehh.. iya ra, terus ini kita tambahin sama hasil tadi" ucap Fatimah.


" Hai sayang, gimana belajar sama tante Fatimah nya? " tanya Ranti, yang kini sudah berada di depan Rara dan Fatimah.


"seru mi, kakak suka sama tante Fatimah" ucap Rara.


"mungkin Rara bisa aku jadikan alat agar aku bisa bersama mas Rhafi" batin Fatimah sambil menatap Rara dengan penuh arti.


"alhamdulillah kalo kakak suka sama tante Fatimah" ucap Ranti sambil membelai kepala anaknya.


"emm.. iya, kita sudahi dulu pelajaran hari ini ya ra, besok kita belajar lagi" ucap Fatimah.


"iya tante"


"makasih ya mah, kamu udah mau ngajarin Rara" ucap Ranti.


"iya Ranti, sama sama" ucap Fatimah sambil tersenyum di balik cadar nya.


"emm.. abi! " panggil Ranti.


"iya mi, kenapa? " ucap Rhafi yang datang dari arah dapur.


"abi anterin Fatimah pulang ya" ucap Ranti.


"emm.. iya, ayo Fatimah, saya anterin pulang" ucap Rhafi sambil menampakan senyumnya.


"ehh.. iy iya mas" ucap Fatimah dengan nada gugup.


(skip)


di mobil..


seperti biasa suasana nya hening, karna tak ada yang mau memulai percakapan.


"lihatlah, mas Rhafi sangat tampan saat menyetir" batin Fatimah.


"emm.. mas" panggil Fatimah.


"ehh.. iya? " ucap Rhafi tanpa menoleh.


"apa mas mau poligami? " pertanyaan Fatimah langsung membuat Rhafi ngerem mendadak.


"ehhh.. emm maaf, kamu tadi bilang apa? "


"emm.. apa mas mau poligami? "


"saya sangat mencintai Ranti, sahabat kamu. dan walaupun poligami di bolehin dalam islam, saya tetep gak akan ngelakuin itu" jelas Rhafi (sisain 1 dong yg kayak Rhafi, aku mau, readers mau gak?)


"tapi mas, sepertinya saya mulai mencintai mas" ucap Fatimah dengan terang terangan.


"astaghfirullah, kamu harus sadar Fatimah, saya ini suami sahabat kamu. memangnya kamu tega merebut saya dari Ranti" ucap Rhafi yang berusaha mengontrol emosi nya.


"iya mas, saya tega. karna dari sejak lama, baru kali ini saya merasakan apa itu cinta mas, dan itu berkat mas Rhafi, saya cinta sama mas Rhafi" ucap Fatimah.


"sadar Fatimah, saya ini suami sahabat kamu, dan kamu harus inget itu, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari saya"


"aku mencintaimu mas, bukan orang lain! " Fatimah meninggikan nada bicaranya.


"tapi fatimah... " Rhafi tak bisa berkata apa apa lagi.


"mas, aku mencintaimu mas, tolong nikahi aku, aku siap jadi yang ke dua mas" Fatimah memelas.


"Fatimah, saya tegaskan sekali lagi, saya gak akan poligami, Ranti itu adalah istri saya satu satunya, dia akan menjadi pasangan dunia akhiratku, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik, saya yakin itu" ucap Rhafi.


"baiklah mas, saya sudah meminta baik-baik, tapi mas menolaknya. liat aja, nanti kamu akan jadi milik aku mas Rhafi" batin Fatimah.


"yaudah, sekarang kita jalan lagi" Rhafi sedikit tenang sekarang, dan mulai melajukan mobilnya lagi.


(skip)


saat sampai di depan rumah Fatimah.


"makasih ya mas Rhafi sayang, muchh" ucap Fatimah sambil memberikan kiss bye di tangannya dan tersenyum genit dibalik cadar nya ke arah Rhafi. setelah itu ia turun dari mobil.


Rhafi hanya bisa mengelus dadanya dan menghembuskan nafas kasar "astaghfirullah, aku kira kamu itu wanita baik yang menjaga kehormatan nya, tapi ternyata... " gumam Rhafi, lalu ia menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.


##


haloowww... makasih ya buat readers yang udah kasih saran kemarin, dan insyaallah author akan up cerita ini setiap hari senin, rabu dan sabtu. karna hari hari itu kayaknya author gk terlalu sibuk.


maaf juga kalo ada typo, jangan lupa like komen, and vote 😊.