RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
masih galau 2



setelah Rhafi pulang dari kantor ia langsung menjemput aisyah. bukannya kerumah aisyah ia malah menjelan kan mobilnya menuju rumah Ranti. ia pun berhenti saat di tengah jalan.


"aku kan harus kerumah aisyah kok malah mau ke rumah Ranti ya" gumam Rhafi. ia pun putar balik dan menuju rumah aisyah.


"assalamu'alaikum" ucap Rhafi saat sampai di rumah aisyah.


"waalaikumsalam" ucap ana.


"eh bunda, aisyah nya ada bun" ucap Rhafi.


"ada kok bunda panggilin ya, ayo kamu masuk dulu" ucap ana.


"gak usah bunda Rhafi tunggu di sini aja soalnya mau langsung pergi" ucap Rhafi.


"yasudah bentar ya bunda panggilin ais nya dulu" ucap ana lalu masuk. tak lama kemudian aisyah datang menghampiri Rhafi.


"ayo mas" ucap aisyah tak lupa dengan senyuman manisnya.


"yuk " ucap Rhafi lalu berjalan masuk mobil dan diikuti aisyah.


"mereka udah dateng mas" ucap aisyah saat sudah di mobil.


"kayaknya sih belum" ucap Rhafi. ia pun menjalankan mobilnya . tak lama kemudian mereka sampai.


"ini rumah mas" ucap aisyah ia sangat kagum karna rumah Rhafi sangat besar bak istana.


"iya yuk masuk" ucap Rhafi.


saat mereka masuk ternyata faqih dan Ranti sudah datang dan sedang mengobrol sambil tertawa.


"hahah.... terus" ucap faqih tertawa.


"ih kok kakak ketawa sih tapi emang lucu.. hehhe" ucap Ranti.


"assalamu'alaikum" ucap aisyah dan Rhafi.


"waalaikumsalam" ucap faqih dan Ranti.


"kayaknya seru banget kalian" ucap Rhafi sebenarnya ia cemburu.


"iya fi ini si Ranti nyeritain masa kecilnya lucu banget" ucap faqih masih tertawa geli.


"ih kak faqih!! jangan ketawa terus Ranti malu tau gak" ucap Ranti melipat tangannya di dada sambil memasang wajah cemberut.


"ih kamu makin gemes aja Ran" ucap faqih.


sementara aisyah dan Rhafi sedang menahan api cemburu melihat 2 orang yg ada dihadapannya ini sedang bermanja manja.


"eh kalian aku ajak kita kesini buat curhat bukan buta ngeliat kalian ngobrol berdua" ucap Rhafi ketus.


"sebenarnya ada suatu pertanyaan yg mengganjal hati aku" ucap Rhafi. sekejap 3 orang yg ada dihadapan Rhafi langsung fokus ke arahnya.


"apa kak" ucap Ranti. (jiwa penasaran anak kitu memang tinggi😅)


"gini aku mau nanya apa kalian sudah Terima perjodohan ini? " ucap Rhafi dengan wajah serius.


"nggak" jawab mereka bersamaan


"jadi gimana apa kita harus bilang sama orang tua kita kalo perjodohan ini dibatalin aja" ucap aisyah.


"tapi kalo kita nolak itu sama aja kita anak yg durhaka, karna kita membantah apa yg orang tua kita katakan" ucap Rhafi


"ada yg pernah bilang sama aku kalo orang tua kita meminta sesuatu dari kita, kita harus menurut kalo kita membantah itu artinya kita durhaka sama mereka" ucap Rhafi lagi lalu melirik ke arah Ranti.


"iya itu emang bener tapi apa kita bisa hidup bersama orang kita tidak cintai selamanya" ucap faqih.


"kalo Ranti gak bisa" ucap Ranti dengan wajah sedih.


"jadi kita harus gimana" ucap aisyah.


"aku gak tau" ucap Rhafi.


"huhh.... " mereka menghembuskan nafas kasar.


"gini aja kita percayain semua ini pada-Nya karna dibalik semua ini pasti ada hikmahnya" ucap faqih.


"iya kakak bener" ucap Ranti.


"jadi kita harus pasrah??" ucap Rhafi.


"ya.. gitulah" ucap faqih.


"hmm.... emang kadang hidup gak adil" ucap aisyah.


"memang" ucap faqih.


"yaudah ah Ranti mau pulang kalo kita kumpul pasti baeaanya galau" ucap Ranti.


"oke aku antar kamu ya" ucap faqih.


"gak usah aku aja yg anter Ranti kamu anter aisyah aja kan rumah kalian satu komplek" ucap Rhafi. seketika aisyah menjadi kaget tapi ia juga senang.


"oke yuk syah" ucap faqih.


_____________________________


sampai sini dulu ya... jangan lupa kalian vote dong minggu ini kok gak ada yg vote sih author kan jadi gak semangat nulisnya. 😢😢