
"nenek gak pernah ngeliat anak sekuat kamu kak, kamu anak yg kuat, kamu pasti bisa ngelewatin cobaan ini. harusnya anak seumuran kamu masih menikmati melihat dunia, tapi kamu" batin tiwi, ia pun meneteskan air mata.
"sekarang kakak tidur ya, atau kakak mau makan? " ucap tiwi.
"kakak mau main sama adek nek"
"tapi kan kakak masih sakit"
"kakak udah sehat kok nek"
"yaudah, tapi jangan main yg aneh aneh ya"
"iya nek" tiwi pun menuntun Rara berjalan ke luar kamar.
"adek" panggil tiwi.
"nenek, kakak" ucap Rangga.
"dek, kakak mau main tuh sama adek" ucap tiwi.
"hore.. ayo kak kita main" ucap Rangga. dengan semangat ia menarik tangan Rara.
"adek, pelan pelan dong, nanti kakak jatuh loh" ucap Ranti.
"hehe.. iya mi" ucap Rangga sambil nyengir.
Rara dan Rangga bermain di luar, saat ini Rangga masih belum tau bahwa kakak nya itu mengalami kebutaan.
"kakak kejer adek ya" Rangga pun berlari.
Rara hanya diam, karna ia tak tahu sekarang ia berada di mana dan disekitarnya ada apa. karna jujur ia jarang sekali keluar rumah, ia selalu beraktivitas didalam. Rara juga tak suka bergaul, karna ia tak mau salah pergaulan.
"kakak, ayo kejer adek" ucap Rangga lagi. tapi Rara tetap diam.
tanpa sepengetahuan mereka berdua, saat ini Ranti, Rhafi, tiwi dan Raihan sedang mengawasi mereka.
"adek, jangan gitu dong" ucap Ranti sambil berjalan menghampiri mereka.
"umi, kok kakak diem aja" rengek Rangga.
"kakak kenapa mi? " ucap Rangga.
"kakak gak bisa liat dek" ucap Rara tiba-tiba.
"maksud kakak, kakak buta" ucap Rangga dengan mata berkaca kaca, Rara pun mengangguk.
"kakak, hiks... maafin adek kak hiks.. gara gara adek kakak gak bisa liat" ucap Rangga sambil menangis di pelukan Rara.
"adek udah kakak gak papa kok, adek juga jangan nangis, kan kakak udah bilang anak cowok gak boleh nangis" ucap Rara sambil mengusap pelan punggung adiknya.
"iya kak, adek janji adek gak akan pernah nangis lagi, adek juga kan jagain kakak" Rangga memeluk Rara dengan sangat erat, cukup lama mereka berpelukan. tapi,
"ehheemmm!!" Rhafi berdehem. seketika Rara dan Rangga langsung melepas pelukan nya.
"yaudah kalian masuk gih, nanti sakit loh kena panas" ucap Ranti.
dengan sigap Rangga menuntun Rara untuk masuk kedalam rumah. Ranti dan Rhafi begitu senang melihat anak anaknya saling bisa mengasihi seperti itu, jarang sekali di dunia ini kakak beradik bisa bersama dalam suka duka.
Rangga membawa Rara kekamar kakak nya, ia mengantarkan Rara hingga di pinggir tempat tidur.
"kakak, adek boleh gak tidur disini?" tanya Rangga.
"iya dek, boleh kok. tapi kan biasanya kamu tidur sama umi dan abi" ucap Rara heran.
"itu dulu kak waktu adek masih jadi anak manja, tapi sekarang adek bukan anak manja lagi, adek harus bisa jagain kakak" ucap Rangga dengan mantap. Rara hanya tersenyum menanggapi nya.
"kakak kalo senyum cantik deh" puji Rangga.
"kamu udah bisa gombal aja" ucap Rara yg makin melebarkan senyum nya.
##
dear readers...
maaf ya mungkin novel ini up nya nggak teratur dan sedikit, soalnya author banyak tugas sekolah dan ditambah lagi author juga udah terjun ke dunia puisi. sekarang juga author lagi ikut lomba puisi sekaligus di 3 tempat. jadi harap maklum ya readers.
terimakasih atas pengertiannya... 😊😊