
saat Rhafi mengungkapkan perasaannya jujur Ranti sangat senang, itu artinya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. tapi di sisi lain ia juga merasa sedih karna sebentar lagi yg akan menjadi imam nya bukan Rhafi melainkan orang lain.
seharian Ranti mengurung diri dikamar, karna saat ini ia hanya butuh sendiri untuk menenangkan diri nya.
"assalamu'alaikum" ucap tiwi memasuki kamar Ranti dan membawa nampan berisi makanan.
"waalaikumsalam, kenapa mi" ucap Ranti masih fokus pada kerjaannya.
"nih kamu makan dulu, umi keluar ya" ucap tiwi.
"makasih mi" ucap Ranti.
"iya sayang" ucap tiwi pergi keluar kamar Ranti.
sebenarnya Ranti tidak mau makan tapi karna uminya ia pun berusaha menelan makanan itu
_____________________
2 hari lagi adalah hari pernikahan Ranti, faqih, aisyah, dan Rhafi. setiap orang yg akan menikah pasti mereka sangat bahagia tapi tidak dengan mereka, saat ini rasanya mereka ingin sekali lompat dari jendela dan kabur entah kemana. tapi semua sudah hampir terjadi, mereka tak bisa mengelak.
"abi, umi Ranti bosen dirumah boleh ya Ranti jalan jalan" ucap Ranti.
"gak" ucap tiwi dan Raihan secara bersamaan.
"hmm... abi sama umi jahat banget sih" rengek Ranti.
"pokoknya kamu harus di rumah, gak boleh keluar sampe hari pernikahan" ucap Raihan.
"iya, umi sama abi pergi dulu ya mau liat persiapan pernikahan kamu, assalamu'alaikum" ucap tiwi.
"waalaikumsalam" ucap Ranti setelah tiwi dan Raihan pergi.
"hmm... boseeeenn, enaknya aku ngapain ya.. " ucap Ranti dengan kesal.
"tidur aja ah.. " ucap Ranti hendak berjalan kekamar tapi tiba tiba ada yg mengetuk pintu.
"yaa.. sebentar" ucap Ranti membuka pintu.
"Ranti ayo ikut aku" ucap Rhafi.
"Ranti gak boleh keluar kak, emang nya mau kemana" ucap Ranti bingung dengan tingkah Rhafi yg seperti maling.
"kita kawin lari" ucap Rhafi tanpa dosa.
"astaghfirullah, kakak sadar dengan apa yg kakak ucapin" ucap Ranti dengan emosi.
"gak kak ini gak bener, Ranti gak bisa pergi sanma kakak" ucap Ranti menutup pintu, dan menangis di balik pintu.
"Ranti aku mohon Ranti, aku hiks... cinta sama kamu" ucap Rhafi sambil menangis mengetuk pintu.
"maaf kak mungkin kita nggak di takdir kan untuk bersama tolong kakak ngerti" ucap Ranti.
"oke, aku bakalan ngerti tapi apa salah kalo aku egois dan ngelawan takdir" ucap Rhafi masih dalam tangisnya.
"Ranti minta kakak pergi dari sini" bentak Ranti.
"oke, tapi kamu harus inget aku bakalan ngelawan takdir" ucap Rhafi.
"aku pergi, assalamu'alaikum' " ucap Rhafi pergi.
"waalaikumsalam" gumam Ranti dalam tangisnya.
"kenapa hidupku begini hiks.. hiks... kenapa hiks... " ucap Ranti.
untuk menenangkan dirinya Ranti pun mandi air dingin dan berendam.
_____________________
disisi lain persiapan pernikahan sudah 80℅, sebenarnya sih aisyah, Ranti, faqih, dan Rhafi maunya yg sederhanya tapi apalah daya, orang tua mereka menyepakati kalo pernikahannya harus meriah.
"pasti ini akan jadi pernikahan yg bersejarah" ucap elin.
"haha.. berarti nanti di pajang di musium ya hahha.. " ucap rahmad.
"emang anak kita guci jaman dulu apa " ucap Raihan.
"ih.. jangan salah mereka tuh cuma ada 1 tau di dunia" ucap zaki.
"hha... iya bener" ucap tiwi.
mereka semua pun saling bercanda sampai hari menjelang sore.
____________________________
oke sedikit info, kayaknya novel ini sampe 30 eps aja ya.. kalo kalian masih mau baca karya author, kalian tinggal klik aja akun author disana ada karya2 author....
selamat membaca