
keesokan harinya, seperti biasa setiap pagi pasti Fatimah akan mengajari Rara belajar. tapi kali ini berbeda, ia datang terlambat.
tok..
tok..
tok..
suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinga Ranti, ia pun berdiri dan langsung membuka pintu, tapi ia agak terkejut karna..
"Hai Ranti" ucap Fatimah.
"ehh.. iya, siapa ya? " ucap Ranti, ia seperti mengenal orang yang ada di depannya, tapi itu tak ingat nama orang itu.
"ini aku ran, Fatimah" ucap Fatimah sambil tersenyum.
"hah? mah, ini kamu mah? dimana cadar kamu? dimana jilbab panjang kamu? dimana gamis kamu mah? " ucap Ranti yang sedikit terkejut atas perubahan temannya.
"ya.. sebenarnya sih, aku udah gak nyaman lagi pake gituan, aku lebih suka pake ini" ucap Fatimah sambil memamerkan penampilan nya. ia memang sedang memakai hot pants dan baju lengan panjang tapi tak menutupi bahu.
•kira kira seperti ini penampilan Fatimah
"emm.. yaudah, ayo mah masuk" ucap Ranti.
mereka berdua pun menasuki rumah, saat itu Rhafi sedang duduk di ruang tamu bersama laptop nya, dan tak sengaja melihat ke arah istrinya. Fatima pun menoleh ke arah Rhafi sambil tersenyum, tapi Rhafi malah membuang muka menghadap ke laptop nya lagi.
"siapa wanita ini, kenapa pakaian tidak sopan" batin Rhafi.
"silakan duduk mah, aku buatin minum dulu ya" ucap Ranti, Fatimah pun mengangguk.
setelah Ranti pergi, Fatimah langsung menatap genit ke arah Rhafi yang sedang fokus dengan laptopnya. tak lama kemudian, ia berpindah posisi duduk, dan sekarang Fatimah duduk di samping Rhafi.
"Hai mas Rhafi, masih inget sama aku, aku calon istri keduanya mas" ucap Fatimah, dengan sedikit mendesah.
"iya mas, aku kangen sama mas, aku cantik kan mas, sekarang mas boleh liat wajah aku, sepuasnyahh" ucap Fatimah.
"cih! dia pikir aku laki-laki yang kayak gitu apa" Rhafi berusaha menahan amarahnya.
"kenapa kamu lepas cadar kamu Fatimah? itu bagus buat kamu, itu bisa menjadi penghapus dosa kamu Fatimah!! " ucap Rhafi.
"tapi mas, aku mau kamu bisa liat aku, kamu harus tau kalo aku cantik, jadi kan kamu bisa nikahin aku" ucap Fatimah sambil mengedipkan sebelah matanya.
"maaf, aku udah bahagia sama Ranti dan anak anak, dan rumah tangga ini gak perlu orang baru" ucap Rhafi sambil mengambil laptopnya lalu berjalan ke ruang kerjanya.
"cih! berani sekali dia menolakku, awad aja kamu Rhafi, aku akan buat kamu tunduk di hadapanku" Fatimah tersenyum sinis.
"ehh.. mah, nihh minum ya. emm aku juga mau nanya kamu penampilan kamu kok berubah mah, bukannya dari kita kuliah kamu udah pake cadar ya, kok kamu berubah sih?" ucap Ranti.
"yaa.. sebenarnya sih aku berpenampilan gini mau nunjukin kalo aku ini cantik ran, dan juga aku udah gak betah pake baju itu lagi apalagi pake cadar, ihhh aku gak betah banget panass" ucap Fatimah sambil menyibakkan rambutnya ke belakang.
"ya mah, kok gitu, bukannya kamu dulu sampe gak dianggep anak oleh orang tuamu, gara gara kamu pake cadar, tapi kok semudah itu kamu lepas, kalo cadar nya aja sih gak papa mah, tapi ini jilbab panjang sama gamis kamu kemana?" ucap Ranti.
"ya udah lah ran, lagian kan ini hidup aku, terserah aku mau pake gamis kek mau nggak, kamu gak usah urusin aku" ucap Fatimah.
"astaghfirullah, apa bener ini kamu mah? kok kamu gini?" gumam Ranti dalam hati.
##
maaf ya readers... author buat pelakor nya wanita bercadar (Fatimah). author gak bermaksud apa apa, kalian jangan salah faham dulu ya. author sihh sebenarnya agak gak enak denger komen2 kalian, "Fatimah kok jadi pelakor bercadar lagi". sebenarnya author buat Fatimah sebagai pelakor biar kalian tuh bisa metik pelajaran. pelajaran nya apa?
gini, author mau ngasih pelajaran sama kalian, biar kalian tuhh tetep fokus hijrah, walaupun di goda oleh syaiton (kayak Fatimah ya) dan juga jangan menilai orang hanya dari penampilan saja, kalian tuuh harus tetep istiqomah. karna author udah ngalamin, istiqomah itu berat banget, kisah hijrah author tuhh menyedihkan. tapi walaupun kita yang sedang hijrah ini dihina di maki, kita harus tetep istiqomah. jangan tergoda sama hasutan syaiton.
jadi semua, insyaallah author akan kasih pelajaran dalam novel ini ya. biar kalian tuh kalo baca novel nggak yg nikah nikah aja gitu, tapi juga ada pelajaran agamanya. mohon maaf ya jika konflik nya membuat pembaca kurang nyaman.
maaf kalo ada kata kata yg menyinggung... sekian dari author..
wasalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh...