RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
R & R : season 2



"hmm.. gitu dong, jadi cowok jangan lembek" ucap Rhafi sambil mengacak pucuk kepala Rangga.


"ahh.. abi, rambut adek berantakan nih" ucap Rangga sambil membenarkan rambut nya.


"hahaha.. rasain" ucap Rhafi.


"yaudah bi ayo kita berangkat" ucap Rangga sambil menggendong tasnya.


"eh... adek gak mah bawak bekal? " ucap Ranti.


"nggak usah mi" ucap Rangga sambil berjalan ke arah Rara dan mencium tangannya kakak serta uminya.


"kak, mi. adek berangkat ya assalamu'alaikum" ucap nya lalu melangkah kan kaki keluar.


"mi kak, abi juga berangkat. inget dirumah aja ya assalamu'alaikum" ucap Rhafi.


"waalaikumsalam"


(skip)


tak lama kemudian setelah kepergian Rhafi dan Rangga, ada seorang wanita yang cukup muda. sekitar umur 30 an, yang datang di kediaman Ranti.


"assalamu'alaikum" ucap wanita itu yang sedang berada di ambang pintu.


"waalaikumsalam, ehhh... Fatimah. kamu dateng juga apa kabar?? " ucap Ranti sambil memeluk sahabatnya itu.


"alhamdulillah aku baikk, ahh kangen deh sama kamu" wanita yang bernama Fatimah membalas pelukan Ranti.


"ayo masuk" ajak Ranti. mereka berdua duduk di sofa.


"bentar ya aku buatin minum dulu" Ranti beranjak dari duduknya dan langsung menuju ke dapur.


"rumahnya besar banget, kayaknya suami nya Ranti orang kaya" batin fatimah sambil melihat sekeliling nya.


"nih mah, silakan diminum" ucap Ranti sambil meletakan secangkir teh didepan manda.


"rumah kamu besar banget ran" ucap fatimah sambil menyeruput teh nya.


"hehehe.. kamu ini bisa aja"


"oh iya maaf ya aku gak sempet dateng waktu nikahan kamu" ucap fatimah.


"udah gak papa kok, kamu gimana nihh udah punya anak belum" ucap Ranti.


"aku pisah sama suami aku ran. kalo anak aku sekarang lagi sekolah" ucap fatimah sambil menunduk.


"astaghfirullah, emm maaf aku gak tahu" ucap Ranti yang merasa tak enak.


"gak papa ran, kamu kayak sama siapa aja"


" aku do'ain supaya kamu bisa menemukan pendamping yang lebih baik ya man"


"ehh iya, kemarin kamu bilang di telfon anak kamu kecelakaan ya, terus gak bisa liat" ucap manda.


"iya mah, aku tuh ngerasa gagal banget jadi orang tua" ucap Ranti.


"ran, kamu jangan gitu. ini udah takdir ran" ucap fatimah


"iya man, makasih ya mah"


"sekarang anak kamu mana, aku pengen ketemu" ucap fatimah antusias.


"oke bentar aku panggilin dulu ya" Ranti beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke kamar Rara.


"kakak!! ayo kita ke depan, ada temen umi" ucap Ranti sambil menuntun Rara.


"iya mi"


"ehh.. Rara, kamu Rara kan" ucap fatimah.


"iya tante" ucap Rara.


"ya ampun, ran jadi Rara ini anak kamu? " tanya fatimah.


"iya mah, kamu kenal? "


"Rara ini pernah nolongin anak ku dari suami ku ran, ya ampun aku gak nyangka bisa ketemu sama Rara lagi" ucap fatimah sambil memeluk Rara.


"ini tante fatimah ya? " tanya Rara.


"iya sayang ini tante" ucap fatimah.


"tante apa kabar? " ucap Rara.


"tante baik kok, oh iya kita belajar yuk"


"tante bu guru yang mau ngajar Rara? " ucap Rara.


"iya tante yang akan ngajar Rara"


"yaudah kakak belajar ya" Ranti pun menyiapkan alat alat tulis Rara.


(skip)


Rara dan fatimah terus belajar sambil bermain. hingga tak terasa tengah hari pun tiba.


"assalamu'alaikum" ucap Rhafi dan Rangga saat memasuki rumah.


"waalaikumsalam" Rhafi menoleh ke sumber suara, ia agak terkejut melihat wanita yang ada di taman kemarin.