RANTI & RHAFI

RANTI & RHAFI
pertengkaran Ranti dan Raihan



entah kenapa semakin hari Ranti semakin manja dengan Raihan dan tiwi. mungkin karna hari pernikahan nya sudah mulai dekat.


"umi ranti mau tidur dikamar umi sama abi ya nanti malem" ucap Ranti.


"eh enak aja orang nanti malem abi mau minta jatah" ucap Raihan.


"iy malem ini aja bi pleaseee" ucap Ranti dengan wajah seimut mungkin.


"nggak!! " ucap Raihan menggeleng kan kepala nya.


"ih abi, umi boleh yaa" ucap Ranti dengan nada manja.


"boleh dong sayang" ucap tiwi mengelus kepala Ranti.


"yeayyy... umi emang paling the best, gak kayak abi" ucap Ranti sinis dengan Raihan.


"awas ya kamu anak kecil abi kelitikin kamu" ucap Raihan menggelitiki perut Ranti.


"hahha... abi gelih... ih abi geli" ucap Ranti dengan posisi terbering di sofa.


"masih mau tidur di kamar abi, hm? " ucap Raihan menghentikan aksi nya.


"masih dong" ucap Ranti santai.


"oke awas aja kalo kamu tidur abi kelitikin lagi sampe kamu keluar dari kamar abi" ucap Raihan.


"umi... abi tuh" ucap Ranti memeluk tiwi dengan manja.


"abi!!! " ucap tiwi pelan namun penuh penekanan.


"iya iya..dasar pengadu" ucap Raihan


"biarin.. wekk" ucap Ranti menjulurkan lidah nya.


"udah udah kalian ini berantem mulu pusing kan umi" ucap tiwi.


"maaf umi, Ranti beliin obat ya" ucap Ranti.


"astaghfirullah, otak kamu jangka pendek banget ya" ucap Raihan.


"hah maksud abi? " ucap Ranti bingung dengan ucapan Raihan.


"umi itu pusing bukan karna sakit tapi gara gara denger kita berdua berantem" ucap Raihan.


"ohh.. heheh" ucap Ranti tertawa kecil.


"yaudah umi mau ke kamar" ucap tiwi akan beranjak dari duduknya.


"ikut mi" ucap Ranti dengan nada manja.


"eh abi juga mau ikut" ucap Raihan mengikuti kedua perempuan yang ada di depan nya.


"abi peluk Ranti juga dong jangan peluk umi aja" ucap Ranti.


"gak mau ah ku bau" ucap Raihan dengan nada mengejek.


"yaudah Ranti pelukan sama umi aja" ucap Ranti.


"eh enak aja umi kan guling nya abi sana kamu peluk guling ini aja" ucap Raihan melemparkan guling ke arah Ranti.


"kalian berdua ini mirip anak kembar yg lagi berantem tau gak" ucap tiwi sedikit tertawa.


"tau nih mi si abi" ucap Ranti cemberut.


"yaudah tidur gih udah malem" ucap tiwi memejamkan mata nya. akhirnya semua pun tertidur.


_____________________________


keesokan harinya...


"abi!! Ranti!! ayo bangun sholat " ucap tiwi tapi tidak ada respon sama sekali dari keduanya. tiwi pun pergi ke kamar mandi mengambil air. ia memercikkan air ke Ranti dan Raihan. (kalo disiram nanti kasurnya basah kan repot)


"ah... hujan" teriak Ranti dengan histeris, sementara Raihan terkejut dan langsung terbangun.


"ehh... udah subuh cepet ambil wudhu" ucap tiwi.


"oke" ucap Ranti dan Raihan dengan nada malas.


setelah selesai sholat tiwi membuat sarapan.


"nih nasi goreng nya " ucap tiwi. menyodorkan 2 piring nasi pada Ranti dan Raihan.


"suapin" ucap Ranti dan Raihan.


mereka pun saling tatap dengan tatapan sinis selama beberapa detik.


"abi ngalah dong" ucap Ranti.


"nggak kamu yg ngalah sama abi" ucap Raihan.


akhirnya terjadi lagi perang mulut antara ayah dan anak itu.


"udah gini aja umi suapin kalian tapi secara gantian ya" ucap tiwi melerai kedua nya. Ranti dan Raihan pun mengangguk.


_____________________________


(kalo kalian jadi tiwi pusing gak sih?? 😄😃)


oke jangan lupa like, and vote... kalo ada kesalahan dalam penulisan atau ada yg mau ngasih saran silakan tulis di kolom komentar yaaa...


SEE YOU 😗😗😚😙😘