Queen Scorpion

Queen Scorpion
bab 8



"LARA!!!!"teriak sinka di hadapan mansion


"i.. ya nyonya"ucap lara terbata bata yang menuruni tangga sambil mengangkut dua koper kepunyaan sinka


"kamu ngapain, kok lambat banget"teriak sinka sembari merebut kopernya dari lara


"ELVA ELVIN KITA UDAH MAU BERANGKAT!!!"teriak sinka memanggil anak anaknya turun


"iya mi"ucap elva dan elvin selepas keluar dari lift


"lambat banget sih"kata sinka


"maaf mi"ucap elvin


"oh ya, di mana kopermu va"tanya sinka kepada elva kerana tidak melihat kopernya


"ya ampun, lupa bawanya"kata elva sambil menepuk dahinya


"ya ampun elva,udah tua apa"ucap elvin


"diam sih kak"omel elva


"yaudah, nggak usah berantem"ucap sinka yang merasa gerah akan kelakuan anak anaknya


"eh lo ambilin koper dan tas gue"perintah elva kepada lara


"di mana koper lo"tanya lara polos


"di kamar guelah, ada di samping kasur"kata elva angkuh


"hati hati ya bawanya, mahal dong"kata elva sembari menyilangkan tangan


"iya"ucap lara dan menaiki tangga menuju ke kamar elva


buset, banyak banget kopernya. batin lara selepas melihat tiga buah koper dan satu tas di samping kasur


dia bawanya batu atau baju apa, berat banget sih.batin lara ketika membawa koper elva menuruni tangga


"ini"kata lara selepas sampai di hadapan elva


"jadi jatuh harganya bila lo udah nyentuh"kata elva tersenyum sinis


"yaudah,cepatan nanti papi nungguin kita"ucap sinka


"iya mi"kata elva elvin kompak


"iya, nyonya"ucap lara sambil membongkokkan badan


selepas mereka berangkat ke bandara, para pelayan juga menyusul mereka dan tinggallah lara sendirian di mansin. ianya juga memudahkan lara untuk mencari apa yang ditunggu tunggunya selama berada di mansion ini


selepas memasukkan barangnya ke dalam koper untuk dibawa ke mansion miliknya, lara menuju ke ruang kerja tuan hendri iaitu ruang kerja daddynya dulu


ceklek


lara membuka ruang kerja daddnya yang luas dan tersusun dengan dokumen perusahaan


di mana buku itu.batin lara sambil mencari buku di perpustakkan mini di ruang kerja daddynya


selepas menjumpai buku itu,lara menekan tombol yang berada di muka buku dan keluarlah alat pengesan dari buku tersebut


alat itu adalah pengesan retina mata.selepas selesai, terbuka satu ruang rahsia di sebalik perpustakaan mini tersebut.ruang rahsia itu hanya diketahui lara dan keluarga.selama ini, lara hanya menunggu masa yang sesuai untuk memasuki ruang rahsia yang dibuat oleh daddynya


wah, daddy hebat banget ya. batin lara selepas melihat pelbagai komputer canggih yang berada di ruangan tersebut


lara memainkan jarinya di komputer tersebut dan menjumpai pelbagai sistem yang dibuat oleh daddynya dan ada juga sebuah chip di laci meja


ini pasti chip yang diberitahu oleh daddy.chip ini dapat mengakses sebuah sistem yang dapat memantau seluruh pelosok dunia. batin lara


di tepi komputer itu, terdapat almari.lara membuka almari tersebut dan menjumpai kotak kayu yang udah usang


ini pasti barang yang diingini oleh kakek tapi kok kunci. batin lara selepas mencuba membuka kotak itu


lara mengambil kotak itu dan komputer canggih milik daddy termasuk chip yang dibuat khusus oleh daddynya keluar dari ruangan itu


akhirnya, aku dapat barangnya.batin lara selepas mengunci ruangan ini


nanti aku tanya kakek tentang kotak ini. batin lara sambil melihat kotak kayu yang berkunci itu


eh apain ini. batin lara selepas melihat tulisan di tepi kotak kayu tersebut


untuk putri kesayangan kami


lara luina


lara terkejut ketika membacanya dan kakinya nggak dapat menampung tubuhnya sehingga terduduk di depan pintu


"hikksss...mommy daddy...hiks... lara kangen kalian hikkss.. ngapain tinggalin lara... hiks... lara mau ikut daddy sama mommy.... hikksss"