Queen Scorpion

Queen Scorpion
bab 12



sebuah mobil mewah berhenti di taman menyebabkan ramai pengunjung melihat ke arah mobil yang bisa dikatakan sangat langka dan limited edition


lara keluar dari mobil itu dan menuju ke taman dan menimbulkan pelbagai pandangan dari pengunjung


lara hanya menghiraukan pandangan itu dan berjalan ke arah taman


bruukk


akibat kuat mengelamun menyebabkannya terlanggar dengan seorang pria


"lo, nggak papa"tanya pria itu sambil menghulurkan tangannya


"nggak papa,terima kasih"ucap lara datar dan menghiraukan hulurannya


lui.batin pria itu selepas melihat wajah cewek yang dicarinya selama ini


lara menghiraukan pria itu dan melangkah pergi tetapi tangannya dipegang kejap oleh pria yang dilanggarnya


lara hanya menaikkan alisnya


"queen racing nggak mau nemenin aku minum dulu"ucap erick ramah.yah,pria itu adalah erick.erick merasa hari ini dia sangat beruntung nemuin cewek idamannya


lara hanya memandang datar dan menghempaskan tangannya


"lo kira gue nggak kenal lo. lo kan yang ngalahin gue dalam balapan"ucap erick sambil memegang pergelangan tangannya yang kebas selepas dihempas oleh lara


buset kuat banget ni cewek.batin erick


"jadi"tanya lara itu datar


"lo mau nggak gue ngomongin pada semua orang yang lo adalah queen racing"ucap erick sambil tersenyum sinis


lara membalikkan badannya sambil tersenyum tipis. erick yang melihatnya terpesona akan senyuman lara


"silakan"ucap lara datar dan melangkah pergi


lo nunggu aja gue pastiin gue dapatin lo.batin erick. erick yang selama ini dingin dan nggak melayani para gadis kini merasa dirinya jatuh cinta pada seorang gadis biasa


lara menuju ke restoran kerana menyedari udah makan siang.lara melihat pengunjung restoran hanya beberapa orang merasa hairan


aneh banget. ini kan udah makan siang kok sikit banget orangnya. batin lara


lara nggak menghiraukan persekitarannya dan memanggil pelayan


tiba tiba semua pengunjung restoran meninggalkan makanan mereka dan pergi dari restoran


ini ngapain ni.batin lara selepas melihat para pelayan restoran menutup restoran awal dari biasanya


kok gue rasa aneh yah. mendingin gue cabut aja. batin lara


lara pergi ke arah pintu keluar tetapi dihadang oleh para pelayan


"maaf nona tapi nona nggak boleh keluar dari restoran ini"kata salah satu pelayan


"kenapa"tanya lara hairan


"kerana restoran ini udah dibooking oleh seseorang untuk nona"ucap pelayan itu


"siapa"tanya lara sambil menatap tajam pelayan itu


pelayan yang sedang berdiri bergetar ketakutan dengan tatapan tajam lara


"di..a... "ucap pelayan itu terbata bata


braakk


seorang pria tampan menendang pintu restoran dan melangkah masuk


"lo,emang kenapa"tanya lara datar


"iya, untuk kita makan sianglah sayang"ucap erick sambil tersenyum menggoda


"ckck, nggak perlu"ucap lara mencuba untuk pergi tetapi dihadang oleh para pelayan


"minggir!!"teriak lara dengan suara keras dan tatapan yang mematikan.para pelayan yang melihatnya bergetar ketakutan


"tenang aja,lo akan keluar kalau setuju untuk makan siang sama gue.gue yang traktir loh"ucap erick ini santai


ckck, menyusahkan.brengsek banget nih cowok.batin lara dan memaki erick dengan menyebut segala jenis haiwan di dalam dunia


"gimana sayang setuju nggak"ucap erick


lara menghembus nafasnya kasar dan menuju ke arah erick yang menunggunya di meja


"gadis pintar"ucap erick


lara hanya memutar bola matanya malas


erick memberi isyarat kepada para pelayan untuk menyiapkan hidangan.sekali lagi erick beruntung kerna lara sedang berada di restoran miliknya dan memudahkan rencananya


"lo nggak usah khawatir,gue udah mesenin makanan yang enak enak kok"ucap erick


lara nggak menghiraukan dan sibuk bermain ponselnya


"gue ngomong dilihat dong"ucap erick apabila melihat lara yang asyik dengan ponselnya


kerana nggak tahan erick merebut ponsel lara dari tangannya


lara menatap erick tajam


"apa"ucap lara dingin dan merebut kembali ponselnya


erick hanya memantung selepas melihat tatapan tajam lara dan merasa nyalinya menciut


ckck nggak guna nih cowok kan udah kalah tuh.sih menyebalin.batin lara selepas melihat permainan yang dimainkannya


hening itulah tercipta antara lara dan erick.erick yang cuba membuka perbualan nggak dilayanin oleh lara malah mendapat tatapan tajam dari lara


selepas situasi itu, pelayan menghidangkan makanan.lara yang merasa khawatir melihat makanan itu penuh curiga


"nggak usah khawatir deh nggak ada ubatnya"ucap erick selepas melihat reaksi lara


"oh"ucap lara singkat


mereka menikmati makanan dengan suasana hening.sesekali erick melirik wajah cantik lara tetapi malah ditatap tajam oleh lara.


selepas makan, lara bangun dari duduknya dan melangkah keluar


"eh, mentar dulu dong"ucap erick sembari memegang tangan lara


lara hanya menatap tajam.erick yang menyedari tatapan itu melepaskan tangan lara


"apa"tanya lara dingin selepas erick melepaskan tangannya


"bisa nggak gue tahu nama lo"ucap erick dengan puppy eyesnya


lara hanya menghembuskan nafasnya kasar


"kalau nggak jangan harap lo bisa pergi"ancam erick


"lara luina"ucap lara singkat dan keluar dari restoran itu


lara luina. cantik macam tuannya. batin erick sambil tersenyum memandang punggung lara yang semakin menjauh