
"hufftt, capek banget"gumam lara selepas selesai membersihkan gudang.siapa lagi yang nyuruh kalau bukan sinka,yah sebagai hukuman kerana mengganggu anak kesayangannya elva
oh ya, gue udah lama nggak nelfon kakek. emmm..pakai video call jelah. batin lara
lara mengambil laptopnya di nakas dan menghubungi kakeknya di negara F
tuutt tuutt
"kakek!!"teriak lara selepas melihat wajah kakek nya di skrin laptop
"cucu kesayangan kakek ni, nggak usah teriak nanti ada yang nguping"kata pria tua itu sebal
"hahahaha, nggak usah khawatir kakek. kamar ni kedap udara"ucap lara sambil tersenyum manis
"ckck, lara bila kamu mau pulang"tanya pria tua itu
"iya, apabila tujuanku tercapai"kata lara
"ini udah berbulan bulan, emang nggak dapat lagi"tanya kakeknya hairan
"isshh, kakek ingat senang apa"kataku sebal
"hahahaha, kakek ingatkan kamu udah selesai. nggak nyangka seorang lara boleh gagal"ucap pria tua itu sambil tersenyum sinis
"nggak gagal kok kek, cuma menunggu masa yang sesuai"ucap lara sambil memajukan bibirnya
"hahahaha, kakek tau cucu kakek boleh diandalkan"kata pria tua memujuk
"oh ya, amanda gimana"tanya pria tua itu
"baik aja kek, kak amanda sekarang menjadi sekertaris ku"kata lara
"kok bisa, bukannya amanda mau menjadi doktor"kata pria tua itu hairan
"nggak tau kek"kata ku
"yaudah, kakek tutup dulu yah.kamu jalani misi ini baik baik ya"kata pria tua itu
"baik bos"kata lara dan wajah kakek kemudian hilang
"LARA!!!!"teriak seseorang
"ckck mak lampir udah panggil"gumam lara
lara menuju ke ruang keluarga dan berdiri di depan sinka dan elva yang sedang berehat di atas sofa
"ya, nyonya ngapain panggilin lara"kata lara
"buatin aku teh hangat"perintah sinka
"aku juga yah"perintah elva yang duduk di samping maminya
"baik"ucap lara dan menuju ke dapur untuk membuat tehnya
selepas siap,lara menghidangkannya di depan sinka dan elva
"oh ya,ambilin kek cheese jugak ya"perintah elva sambil tersenyum sinis
"baik"ucap lara polos
"selepas itu, pergi angkat kain di jemuran ya"perintah sinka pula
"iya, nyonya"ucap lara
selepas siap dengan tugasnya,lara pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam
selepas makan malam, lara masuk ke kamarnya untuk mandi
"hufftt"gumam lara selepas sesuai dengan acara mandinya
"hoamm"nguap lara dan bangun dari dari tidurnya
oh, ya hari ni hari libur.batin lara dan menuju ke kamar mandi
selepas selesai dengan acara mandinya,lara pergi ke dapur untuk menyelesaikan tugasnya
lara menata sarapan di atas meja makan dan dibantu oleh para pelayan
kelihatan sinka, elvin dan elva turun dari kamar dan menuju ke ruang makan
"bu,tuan hendri nggak pulang ya semalam"tanya sinka kepada pelayan selepas duduk di bangkunya
"belum nyonya"kata bu adis sambil membongkokkan badannya
mesti dia prgi cari wanita pemuas nafsu.batin lara di dapur
iya, nggak papalah asalkan aku nggak diceraikan.batin sinka
braaakkk
hendri yang baru pulang menendang pintu dan menuju ke ruang makan
ini aku tau kenapa. batin lara
"sial"maki hendri dengan baju kantornya yang nggak rapi dan rambut yang acak acakkan
"kenapa mas"tanya sinka sambil menyodorkan minuman
"makasih"ucap hendri dan meneguk airnya habis
"apa yang terjadi pi"tanya elva
"tingkat perusahan kita turun"kata hendri sambil mengepal tangannya
"APA!!!! "teriak sinka, elva dan elvin kesal.yah,mereka kan matre
berisik tau"ucap hendri kesal
"jadi,kita di no berapa pi"tanya elva
"perusahaan surya di no2 terkaya di dunia"jelas hendri
"perusahaan apa di no1 mas"tanya sinka kesal.cih,dasar wanita matre
"lui' company"kata hendri
"kalau nggak salah presdir perusahaan itu seorang yang misteri"kata elva
"iya,kalau diadakan rapat hanya sekertarisnya yang hadir"terang hendri
kesemua penghuni mansion terdiam dan mengelamun tentang presdir lui company yang misteri
aku nggak tau apa reaksi mereka kalau tau presdir lui company ada di mansion mereka. batin lara
"gini aja, pi.apa kata kita libur di luar negeri.papi jugak bisa tenangkan fikiran"usul elva sambil menunjukkan puppy eyesnya.lagian keluarga mereka belum pernah pergi berlibur di luar negeri
"bagus juga tu pi"sokong sinka
"benar juga pi lagian libur sekolah kan minggu depan jadi nggak perlu khawatir tentang sekolah kami"ucap elvin yang sedari tadi yang mendiamkan diri
"ya sudah deh, nanti libur sekolah kita libur di luar negeri"kata hendri
sinka,elva dan elvin tersenyum lebar mendengar pesetujuan hendri
lara hanya tersenyum sinis
let start it.batin lara