
lara berjalan perlahan melalui guyuran yang udah turun selepas diusir dari mansion keluarga longe
lara berjalan dengan langkah yang berat dan air mata yang mengalir deras
lara berhenti di hadapan mansion teman baiknya dan menekan bel rumah.lara ingin curhatan dengan temannya iaitu dirna
"iya,siapa"ucap dirna sembari membuka pintu
"dirna!!!"teriak lara dan berlari ke arah dirna untuk memeluknya
"jijik banget lo"ucap dirna sembari mendorong lara yang ingin memeluknya kerana badan lara yang basah kuyup dan comot bajunya
"maafin gue,tapi gue mau curhatan sama lo"ucap lara lirih
"tapi siapa lo"tanya dirna sembari tersenyum mengejek
"gue lara,teman lo"ucap lara dan mencuba memegang tangan lara
"gue nggak punya teman miskin kayak lo!!!"teriak dirna sembari menolak tangan lara
"dir,kita udah temanan dari kecil jadi kenapa lo jadi kayak gini"tanya lara dengan air mata yang kembali mengalir
"gue temanan sama lo kerana lo itu kaya banyak harta "ucap dirna sambil tersenyum miring
"tapi lo sekarang...udah miskin nggak punya orang tua nggak layak temanan sama gue!!!"teriak dirna jengkel
"dir,lo nggak kayak gini dir"ucap lara lirih
"lo tau nggak kalau gue benci sama lo kerana lo udah rampas devano dari gue...gue yang kenalin devano sama lo dan lo yang rampas devano dari gue"ucap dirna panjang lebar kerana dirna udah lama jatuh cinta sama devano dan harapannya hancur apabila devano pacaran sama lara
"tapi dir,gue nggak tau kalau lo cinta sama devano"ucap lara kaget
"kalau lo tau,lo nggak akan pernah biarin devano dekat sama gue"ucap dirna jengkel
"tapi devano udah mau tunangan sama elva"ucap lara lirih
"APAAAA!!!"teriak dirna kaget
"ini semua kerana lo"ucap dirna dan mendorong lara keluar dari mansionnya
"nggak nyangka kerana seorang pria lo sanggup lakuin kayak gini sama teman lo!!!"teriak lara lantang kepada dirna
dirna hanya tersenyum miring
"lo mau tau nggak kalau lo itu B.O.D.OH"ucap dirna sembari menolak kepala lara sehingga lara tersungkur ke tanah
"malang banget nasib lo,gue kira kalau lo kaya gue bisa ngantung hidup sama lo tapi sekarang lo nggak ubah kayak pengemis lara"ucap dirna sembari menunduk kepada lara
"satpam!!!!"teriak dirna lantang
"iya nona"sahut sekumpulan pria selepas sampai di hadapan dirna
"mari nona"panggil seorang pria paruh baya sembari mengulurkan tangan untuk membantu lara berdiri
"nggak papa pak"ucap lara lirih dan keluar dengan langkah perlahan kerana lututnya udah mengeluarkan darah akibat didorong oleh dirna
lara keluar dari kawasan mansion dirna dan berjalan perlahan dengan lutut yang berdarah dan air mata yang mengalir deras
"hikkkss....mummy daddy mereka udah tinggalin lara...lara nggak kuat jalanin hidup lara lagi...hiksss...."tangis lara di dalam guyuran hujan
tiba tiba
dorrr
satu peluru melayang tersasar atas kepala lara
lara menoleh dan melihat beberapa pria berbaju hitam yang mengejarnya
lara berlari dengan tergesa gesa dan nggak menghiraukan luka yang semakin banyak mengeluarkan darah
"brengsek!!! berhenti lo!!"teriak pria yang mengejar lara
ciiittt
tepat di hadapan lara,berhenti sebuah mobil mewah yang berwarna hitam
"cepat masuk lara!!!"teriak sumardi di dalam mobil sembari membukakan pintu untuk lara
"kakek"ucap lara kaget dan masuk ke dalam mobil
mobil itu berjalan dengan kecepatan rata rata seperti pembalap
"tuan,mereka mengejar kita"ucap sang supir sambil menoleh ke belakang
bammm
mobil yang mengejar menambrak mobil yang dinaiki sumardi dan lara
"panggilkan bantuan cepat!!!"teriak sumardi lantang
baammm
mobil yang dinaiki lara dan sumardi terjatuh ke jurang akibat perlanggaran yang keras
**Dan jangan lupa
vote💖
like😘
comment😊**