
"mau apa lo"ucap lara dingin+datar dan menatap pria di depannya tajam
pria itu mundur beberapa langkah kerana merinding dengan tatapan lara
"s...sserahin mobil dan kesemua wang yang lo punya"ucap pria itu terbata bata walaupun tangannya bisa dibilang bergetar hebat kerana tatapan tajam lara
"kalau gue nggak mau"ucap lara santai dan menyandarkan badannya ke mobil sembari melipatnya tangannya ke dada
kesemua pria melototkan matanya melihat tingkah santai lara
"kalau nggak mau serahin mobil sama wang lo,lo bisa gantiin sama tubuh lo"ucap salah seorang pria sebagai ketua mereka sembari tertawa dan disertai pria yang lain
"cih,jijik amat deh"ucap lara sambil tersenyum sinis
"hey,apa lo nggak takut sama kita"ucap pria itu sembari menggepalkan tangannya
"emang kenapa gue harus takut,kalian cuma manusia lemah sih"ucap lara datar sambil tersenyum miring
"gue bakalan robek mulut lo,ayok serang dia!!!"teriak pria itu kepada teman temannya
bruukk
bruuukk
kreekkk
lara dengan santai menghindari serangan mereka lagian mereka nggak bisa bela diri cuma keronyokan doang
lara menginjak dada ketua pria itu yang sedang terbaring dengan luka yang mengenaskan
"udah berapa lama lo lakuin kerjaan ini"tanya lara dingin kepada pria yang merupakan ketua mereka yang berada di bawah kakinya
"u..ddah bberapa bulan"ucap pria itu terbata bata dan meringis kesakitan
"berapa anak buah lo"tanya lara dingin dan menginjak dada pria itu kuat
"aww...ttiga ppuluh nona"ucap pria itu sembari meringis kesakitan
"hanya gitu doang udah sakit"ucap lara sinis
"panggilin semua anak buah lo dan kemasin barang kalian"ucap lara dingin dan mengangkat kakinya
"iiya nona"ucap pria itu dan berdiri untuk memanggil anak buahnya
"black,hantarin satu truk ke alamat xxxx"perintah lara kepada jam tangannya yang selalu dibawa kemana mana
"baik,queen"ucap black yang terhubung dengan jam tangan lara
selepas dua minit,satu truk datang di hadapan lara yang khusus dibelikan untuk kegunaan mafianya
"nona,kami udah siap"ucap ketua pria itu dan diikuti oleh tiga puluh pria di belakangnya
"mau kemana nona"tanya ketua mereka kepada lara
"markas mafia gue"ucap lara santai
HAH!!!?kaget para pria di hadapan lara
"yaudah nggak usah bacot mulu,masuk aja"ucap lara sembari memutar kedua bola mata mereka malas
"iiya,nona"ucap mereka kompak
"black,bawa truknya pulang ke markas"perintah lara kepada jam tangannya
"baik queen"ucap black dan truk yang dinaiki olek para pria itu menuju ke mansion
selepas itu lara masuk ke dalam mobilnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang
tuutt
"......."
"urusin mafioso yang datang nanti"
"...."
"tempatin mereka di lantai dua dan tiga"
"...."
"hmmm,beri mereka makan juga"ucap lara dan mematikan panggilan secara sepihak
lara menyetir mobilnya melalui jalan yang udah lenggang kerana udah malam
lara memarkirkan mobilnya di hadapan gedung pencakar langit dan lumayan mewah
lara keluar dari mobilnya dengan topeng yang terpasang di wajahnya
"selamat malam nona"sapa seorang pria selepas lara masuk ke gedung itu
"hmm"ucap lara dingin
"emang benaran nona mau membeli gedung ini"tanya pria itu sopan
"iya"ucap lara dingin
dingin amat nih cewek.batin pria itu
"sekertaris saya akan menguruskan urusan pembelian itu"ucap pria itu
"hmmm"ucap lara dan melihat sekeliling gedung yang akan dijadikan perusahaannya