
amanda memasuki ruang rapat yang berada bersebelahan dengan ruangan khusus presdir diikuti keluarga surya dan longe
lara yang duduk di tempat presdir perusahaan sembari mengetik ponselnya mengerling ke arah mereka
"udah beres"tanya lara kepada amanda yang sedang duduk di samping lara
"beres ra"ucap amanda mantap
"tuan dan nyonya sila duduk tapi kalau mau berdiri nggak kisah kok"ucap amanda jengkel
mereka kaget dengan sikap amanda yang bertentangan dengan sebentar tadi.rupanya itu hanya lakonan di hadapan karyawan untuk melindungi citranya
dengan amarah yang masih disimpan,mereka duduk di kerusi yang ada di ruang rapat tersebut
"ini ra"ucap amanda sembari menyodorkan topeng yang dicabut oleh sinka sebentar tadi
"buang aja,jijik amat"ucap lara datar sembari mempamerkan gaya jijiknya
sinka yang mendengarkannya menahan amarah yang memuncak
lara hanya tersenyum sinis melihat sinka yang menahan amarah
lara membagikan dua amplop coklat yang sempat diambil dari ruangannya kepada hendri dan frans yang berada di sebelahnya
"baca ini dan tandatangan jika kalian mempersetujuinya"ucap lara kepada mereka walaupun kemungkinan mereka tidak akan menyetujuinya
hendri dan frans mengambil dan membuka amplop tersebut yang mengandungi beberapa lembar kertas
hendri dan frans membaca isi amplop tersebut bersama keluarga mereka
lara hanya memainkan ponselnya walaupun mereka mempamerkan reaksi amarah kepada lara
braaaakkk
"apa maksud semua ini!!!"teriak wiona isteri dari tuan frans sembari menggebrak meja
"apa nyonya nggak bisa baca yah,apa perlu aku yang ajarin nyonya membaca"ledek amanda sembari terkekeh.amanda masih nggak ngerti tindakan lara yang nggak membalas mereka dan membiarin mereka hidup sehingga hari ini
"diam kau"ucap wiona sengit sembari menatap amanda tajam
amanda hanya menghiraukan tatapan itu lagian dia udah dihidangkan dengan tatapan yang lebih tajam dari itu
"yah,seperti yang tertulis di surat itu.jadi apa ada bantahan"ucap lara datar
"woyy j4l4ng,gue mau lo pulangin semua saham yang lo udah ambil"maki elva yang hanya mendiamkan diri dari tadi
"gue punya nama"ucap lara dingin
"lagian saham itu emang milik gue dari awalnya,ngapain mau dibalikin"ucap lara datar
"lagian,kalian nggak ada sepeser pun dari saham surya company"tambah lara lagi
"walau bagaimana pun aku nggak mau tandatanganin"ucap hendri sengit kerana nggak puas hati apabila semua saham di surya company milik lara.di dalam amplop tersebut,hendri diberi peluang untuk menjadi presdir surya company tetapi hendri nggak ubah seperti kuli untuk lara
"beneran,kalau gitu.kak tolong siapin surat pemecatan tuan hendri dari surya company"ucap lara kepada amanda
"baik"sahut amanda dan bangkit dari duduknya
dasar manusia nggak bersyukur udah ditolongin malah ditolak.batin amanda
"tunggu!!!"teriak sinka menghentikan langkah amanda
"udah berubah fikiran"tanya lara datar
"biar kita bincangin dulu"ucap elvin apabila melihat kesemua ahli keluarganya yang hanya mendiamkan diri
"tuan frans gimana"tanya lara lembut
"lagian saya juga mengingat jasa tuan terhadap saya kecuali anak dan isteri tuan sih"ucap lara kepada frans.lagian sifat frans amat terbalik ama sifat anak dan isterinya.frans nggak pernah menyakiti hati lara dan sering menganggap lara sebagai anaknya walaupun ditentang oleh isterinya wiona
"tapi ra gimana kamu mengambil saham di perusahaan om"tanya frans hairan
"tanyakan saja kepada isteri om"sahut lara
"lagian saya nggak mau menolak niat baik nyonya longe untuk membeli sahamnya"ucap lara dan menatap sinis kepada wiona yang udah berkeringat dingin
frans dan devano menatap wiona tajam untuk meminta penjelasannya
"aku beri masa satu minggu untuk kalian mikirin kalau nggak bersiap untuk mengundurkan diri dari perusahaan atau menyediakan uang untuk mengambil semula sahamnya"ucap lara datar kepada mereka
"oh ya,kalian harus persiapin diri kalian untuk keluar dari mansion surya seperti yang tertulis di suratnya"tambah lara kepada hendri dan keluarganya
"jadi dimana kita mau tinggal"tanya elvin jengkel apabila mengingat isi surat itu yang menyuruh mereka untuk keluar dari mansion yang mereka tinggal
"itu bukan urusan ku"sahut lara datar
"tega banget lo lakuin ini ama keluarga lo ra"ucap elvin perlahan tetapi masih bisa didengarin oleh lara
"emang kalian menganggap gue keluarga"tanya lara sinis
"tapi aku tetap tantemu,aku juga punya hak!!!"teriak sinka lantang kepada lara tiba tiba
"benar tuh"sahut elva mengiyakan ucapan maminya
"hak apaan"tanya lara dingin kepada mereka
"hak terhadap surya company dan lui company!!!"teriak sinka keras
gawat lara udah mengamuk.batin amanda apabila merasakan ruang rapat ini terasa mencengkam
semua yang berada di ruangan itu merinding merasakan aura yang mematikan dari lara
braakkk
lara mengembrak keras meja di ruang rapat sehingga terbelah dua dan disertai tatapan devilnya
"gue yang bangunin lui company,jangan harap kalian bisa merebutnya!!!"teriak lara lantang dan membuat nyali mereka menciut.sekarang mereka nyadar kalau lara bukan cewek lemah kayak dulu
"ngerti kalian"ucap lara dingin
mereka mengangguk cepat.mereka nggak tau tapi kayaknya aura lara membuat mereka nggak bisa membantah ucapan lara
"bubar"ucap lara datar dan duduk di kerusinya
mereka keluar dari ruangan rapat dengan langkah cekatan kerana udah merinding disebabkan aura yang mencengkam dari lara
rasain tuh.batin amanda sembari terkekeh kecil
"lo gantiin meja ini dan urusin rapat bentar nanti"ucap lara datar kepada amanda dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rapat
"tapi ra..."
"gue nggak ada mood urusin rapat"potong lara datar dan keluar dari ruangan rapat
"dasar manusia laknat kerana mereka gue ada double kerjanya"lirih amanda geram dan menghubungi para mafioso untuk membantunya menggantikan meja rapat yang terbelah dua akibat amarah lara
**dan jangan lupa
vote💖
like😘
comment😊**