Queen Scorpion

Queen Scorpion
bab 46



"gue nggak tau ra"ucap adka lirih kepada lara


"emang paman jefri nggak pernah ngomong sama lo"ucap lara sembari memainkan pennya dan menatap tajam adka


"nggak ra,maafin gue"ucap adka sembari menunduk kerana gementaran melihat tatapan lara yang tajam.sebelum ini adka nggak pernah takut sama sesiapa pun kecuali lara.adka bisa dibilang sangat menghormati lara sebagaimana dia menghormati andri yang telah menjadi gurunya


"kenapa sih paman jefri rahsiaan banget"omel lara sembari meneutralkan tatapannya


"mungkin papa gue nggak mau lo bersedih ra"ucap adka sembari menatap lara lekat


wajah queen emang mirip sama nyonya lisa.batin adka kerana adka sememangnya merindui lisa yang telah menggangap adka sebagai anaknya sendiri


"mungkin tapi gue pantas untuk tau!!!"teriak lara sembari memukul meja kerjanya


"meja itu nggak bersalah ra,kenapa harus dipukul"ucap adka tiba tiba


lara hanya menatap adka tajam


"hehehehe"adka hanya cengegesan


"yah udah lo pergi aja sono"ucap lara kepada adka dan menyambung memberesin berkas perusahaanya


"lo ngusir"tanya adka kesal


"iya"ucap lara singkat dan tidak mengalihkan tatapan daripada berkasnya


adka hanya mengeluh perlahan dan berjalan ke pintu.tiba tiba adka mengingati sesuatu yang mungkin membantu lara


"ra"panggil adka


"hmmm"ucap lara datar


"gue rasa gue ingat deh sebab pengkhianatan pak tua brengsek itu"ucap adka yakin.yah,adka juga membenci leader black death kerana dia juga udah membunuh mamanya selain andri dan lisa


lara menghentikan pekerjaannya dan menatap adka lekat


"dendam pak tua ada kaitan dengan mummy lo"ucap adka kepada lara


"ya udah,gue pamit yah"ucap adka kepada lara dan keluar dari ruang kerja


apa hubungannya dengan mummy.batin lara hairan


"aarrgghh,pusiinngg"ucap lara frustasi


"gue cari ketenangan aja"ucap lara sembari menutup berkasnya


lara menuju ke perpustakaan yang berada di ruang kerja lara


"black,bukain ruang senjata 1"perintah lara kepada jam tangannya


"baik queen"sahut black


lara masuk ke ruang senjata dan mula mencipta senjata untuk kegunaan mafianya dan ada juga dijual ke pihak militer atau kepolisian.hanya dengan cara ini sahaja lara dapat menenangkan diri dengan melihat senjata api dan merakit bom


lara yang sedang asyik merakit bom diganggu oleh deringan ponselnya yang berada di meja kerjanya


lara keluar dari ruang senjata dan mengambil ponselnya


"lara!!!!"pekik seseorang di ponselnya


"kenapa nad"tanya lara hairan kepada nadmine yang menghubunginya


"lo datang ke ruang monitor sekarang!!!"teriak nadmine panik


"apa yang terjadi nad"tanya lara datar


"nggak usah banyak nanya lo,datang aja"ucap nadmine panik dan mematikan panggilannya secara sepihak


lara hanya mengernyit alisnya hairan


nggak buang waktu,lara berlari ke ruang monitor mungkin ada sesuatu yang berlaku


"apa yang terjadi nad"tanya lara dingin selepas memasuki ruang monitor


nadmine,jasmine,amanda dan adka yang berada di ruang monitor kaget dengan kemunculan lara.seingat mereka baru beberapa detik,nadmine menghubungi lara kok cepat banget sampainya


"kok pada diam,apa yang berlaku sih"ucap lara dingin dan mengeluarkan auranya


"ma..aaff ra,lo liatin aja m..onitornya"balas jasmine kepada lara terbata bata.five angel dark udah dibuat merinding dengan auranya lara.kalau bisa dibuat pilihan mereka lebih sanggup berhadapan dengan musuh beribu ribu dari berhadapan lara dengan auranya yang mematikan


lara hanya menatap mereka datar dan menuju ke monitor yang telah terpasang


lara melihat skrin monitor itu yang memaparkan keseluruhan rakaman cctv di seluruh dunia.cip yang diberi oleh andri adalah cip yang bersambung dengan satelit nassa


"mereka"lirih lara sambil tersenyum miring melihat salah satu rakaman cctv


"i..yyya,gue tau lo nggak sa..bbbar bermain ta...pppi bi..sssa nggak auranya disi..mmmpan,kita bisa...mmmati merinding tau"ucap nadmine terbata bata


lara hanya tersenyum tipis dan menarik balik auranya.mereka menghembus nafas perlahan selepas ruangan ini nggak mencengkam kayak tadi


"jadi apa tindakan lo ra"tanya adka kepada lara yang menatap pergerakan mereka


"masa mainnya udah bermula"ucap lara datar dan keluar dari ruang monitor


**dan jangan lupa


vote💖


like😘


comment😊**