Princess Fiona And The Sorcerer

Princess Fiona And The Sorcerer
BAB 26 - Meluruskan



Fiona sudah membayangkan dirinya yang akan dipandang sebelah mata saat di pesta tapi ternyata hal itu tidak pernah terjadi. Justru Fiona dihormati layaknya Nyonya di Esperland.


"Sudah aku bilang padamu, aku sudah mengatasi semuanya jadi tetaplah tinggal di sini dan jadikan Esperland sebagai tempat kau pulang," ucap Ditrian yang masih memegangi tangan Fiona.


Fiona hanya bisa menatap Ditrian penuh haru, dia merasa beruntung dicintai lelaki itu.


Kemudian Fiona meminta maaf pada Anne dan Gustav atas kesalah pahaman sebelumnya tapi justru kedua mertuanya itu yang meminta maaf. Mereka sampai malu bertemu dengan Fiona.


Tak lama Lily dan Lila juga mendatangi kakak iparnya, mereka meminta maaf pada Fiona karena perbuatannya sebelumnya.


"Tidak apa-apa, aku mengerti kalian tidak menyukaiku dan aku banyak salah juga pada kalian, jadi kita impas," ucap Fiona.


"Sekali lagi maafkan kami!" Lily dan Lila berbicara bersamaan.


Ditrian tersenyum melihat kedua adiknya mulai luluh pada Fiona.


"Saat kalian mengenal Fiona lebih dekat, kalian pasti akan menyukainya," ucapnya.


"Tapi Kak, kata para peri di pohon oak itu, Fiona dibayangi oleh garis kematian!" ucap Lily.


Fiona menatap Ditrian, dia takut mereka akan curiga.


"Jangan memikirkan hal yang belum terjadi," sahut Ditrian yang ingin mengalihkan perhatian. "Aku akan mengajak Fiona berdansa!"


Ditrian membawa Fiona ke aula dansa dan semua mata yang ada di pesta memandang mereka.


"Aku malu!" ungkap Fiona dengan wajah merona.


"Bukan seperti dirimu, kau biasanya percaya diri!" sahut Ditrian.


"Mungkin kalau tidak terjadi insiden itu, aku akan biasa saja tapi..."


"Jangan memikirkan hal yang telah berlalu!" potong Ditrian sambil memutar badan Fiona.


Malam itu, Fiona menjadi ratunya pesta. Acara debutnya terlihat baik-baik saja. Sampai salju pertama turun.


"Berarti Juvel akan melahirkan, Irene hamil dan kemudian menikah dan setelah itu...." Fiona bermonolog dengan dirinya sendiri sampai kabar Juvel melahirkan datang juga.


Fiona semakin ketakutan dan Ditrian mencoba menenangkan.


"Di kehidupanmu sebelumnya, kau tidak datang saat Juvel melahirkan jadi sebaiknya kau pergi ke rumah sakit," ucap Ditrian.


"Tapi..." Fiona meragu.


"Akan ada Irene dengan kabar kehamilannya, minta maaflah padanya dengan tulus, meskipun kau tidak salah!" tambah Ditrian dengan menggenggam tangan Fiona. "Aku akan selalu bersamamu!"


Fiona akhirnya mengangguk dan setuju. Dengan ditemani Ditrian, dia pergi ke rumah sakit di mana Juvel melahirkan.


...*****...


Saat sampai rumah sakit, semua keluarga sudah berkumpul termasuk Erik dan Maudy.


Setelah Fiona diusir waktu itu, Fiona dan kedua orang tuanya tidak pernah bertukar kabar sama sekali.


Jadi saat melihat kedua orang tuanya, Fiona hanya bisa meremas lengan Ditrian.


"Hei, tidak apa-apa," ucap Ditrian mencoba membujuk istrinya.


"Keluargaku sudah membuangku jadi aku..." Fiona hanya bisa meneteskan air matanya.


Erik yang melihat itu dari kejauhan tidak tahan juga, dia sepertinya memang keterlaluan pada Fiona. Dia sudah mendengar yang dialami Fiona di Esperland, Erik menyesal mengusir Fiona tanpa mau mendengar penjelasan putrinya waktu itu.


"Fiona..." panggil Erik mendekat tapi Fiona justru memundurkan badannya. Dia bersembunyi di belakang Ditrian.


"Maafkan Daddy! Kemarilah, peluk Daddy!"


Ditrian mencoba meraih tangan Fiona dan membuat istrinya tidak takut lagi.


"Keluargamu sayang padamu Fiona tanpa sepengetahuanmu, mereka selalu menanyakan kabarmu!" bujuk Ditrian.