
Fiona yang kesal meninggalkan Ditrian begitu saja, dia masih berharap hamil anak Jullian jadi dia tidak mau memenuhi tugasnya jadi seorang istri apalagi harus mengurus rumah tangga.
"Aku tidak mau!" kesal Fiona sambil terus berjalan ke taman yang ada di kastil.
Di sana ada sebuah pohon oak besar dan Fiona duduk di bangku yang ada di bawah pohon itu.
Fiona merenungi nasibnya dan mengingat kata-kata sang daddy yang memintanya tidak boleh berpisah dari Ditrian dan akan ditendang dari keluarga Marquez jika hal itu terjadi.
"Apa yang sebenarnya daddy pikirkan?" gumam Fiona yang merasa dibuang.
Tiba-tiba dia mendengar suara tawa dari pohon oak yang membuat atensi Fiona beralih ke pohon dan mencari sumber suara itu.
"Siapa itu?" tanya Fiona.
Sampai dia melihat cahaya dan ada tiga peri kecil terbang ke arahnya.
Fiona takut, dia mundur ke belakang tapi di belakangnya sudah ada Ditrian yang menangkapnya.
"Jangan takut! Mereka dari bangsa peri yang aku ceritakan!" ucap Ditrian.
"Jadi benar-benar ada?" tanya Fiona memastikan.
"Tentu saja!" Ditrian menarik tangan Fiona dan mencoba mendekati tiga peri itu. "Dia istriku namanya Fiona!"
Ketiga peri itu jadi takut melihat Fiona, mereka ingin bersembunyi lagi di rumah mereka.
"Mereka kenapa?" tanya Fiona yang tidak mengerti.
Ditrian yang juga tidak mengerti mencoba bertanya ada peri-peri kecil itu.
"Kalian kenapa? Tidak biasanya kalian takut begitu?" tanyanya.
"Ada bayangan kematian di belakang istrimu, Prince Ditrian," jawab salah satunya.
Fiona meremas gaunnya mendengar itu, dia memilih kembali ke kamarnya tapi Ditrian tiba-tiba memeluknya.
"Aku akan berusaha membuatmu tidak mati lagi, Fiona. Percayalah padaku!" ucap Ditrian mencoba menenangkan istrinya.
Fiona jadi menangis, dia tidak mau mati sebelum mendapat cintanya kembali.
"Kenapa semua tidak adil untukku, Ditrian? Rasanya sungguh menyakitkan!" isak Fiona dalam pelukan suaminya.
"Ya, aku tahu rasanya. Aku juga mengalaminya," sahut Ditrian.
Fiona jadi sadar kalau Ditrian menyukainya tapi tidak terbalas dengan kata lain Ditrian juga merasakan hal sama.
"Membuatmu jatuh cinta padaku," jawab Ditrian dengan melepaskan pelukannya. Kemudian dia mencium Fiona dengan lembut. "Bekerja samalah denganku, Fiona!"
Fiona tidak bisa menjawab, gadis itu memilih diam.
Dan hal itu rupanya disaksikan oleh adik-adik Ditrian yaitu Lily dan Lila dari kejauhan.
"Kita harus tanya pada para peri di pohon oak itu, kenapa mereka takut pada Fiona," ucap Lila.
"Kau benar! Kenapa kak Ditrian menikahi Fiona? Bukankah kita harus menikah dengan keturunan penyihir juga?" sambung Lily yang masih tidak terima.
"Kita harus mencari tahu semuanya."
Keduanya kemudian pergi dan akan menjalankan rencana mereka keesokan harinya.
"Ayo kita ke kamar, udara semakin dingin," ajak Ditrian dengan menggandeng tangan istrinya.
Ditrian tidak menggunakan sihirnya seperti biasa yang membuat Fiona bingung.
"Ada apa dengan sihirmu?" tanya Fiona.
"Ah, aku masih mengumpulkan Mana dalam tubuhku jadi aku akan menghemat energi," jawab Ditrian.
Fiona tersenyum dalam hatinya jika Ditrian menghemat energi jadi malam ini, dia akan bebas dari tugas suami istri.
Saat kembali ke kamar, Fiona dengan santai membuka bajunya dan mengganti dengan gaun tidur tipis miliknya.
Dan pada saat itu, Ditrian juga membuka bajunya sampai bertelanjang dada.
"Kenapa kau tidak memakai baju, Ditrian?" tegur Fiona.
"Oh, aku akan melakukan tugasku sebagai suami," jawab Ditrian santai.
"Ta--tapi... kau kan sedang menghemat energi!"
"Iya aku memang menghemat energi untuk membuat energi yang lain!"
...*****...
Catatan Author :
Mana adalah aspek penting dari setiap penyihir yang pernah hidup karena itu adalah sumber mereka kekuatan sihir 「魔力 maryoku」, yang digunakan untuk mengaktifkan berbagai mantra sihir.
Alurnya akan dipercepat aja ya biar cepat tamat😅