Princess Fiona And The Sorcerer

Princess Fiona And The Sorcerer
BAB 2 - Gadis Agresif



Jullian sudah sampai di tempat pemandian air panas dan langsung menuju kamar pribadinya bersama Fiona. Lelaki itu tahu jika tidak akan mudah berhadapan dengan Fiona yang keras kepala.


Dan benar saja saat masuk, Jullian sudah disuguhi oleh pemandangan yang sangat erotis.


Fiona tengah melakukan pole dance di kamar itu.



[ilustrasi Fiona saat pole dance]


Fiona yang tahu Jullian sudah datang menambah gerakan dan memamerkan lekukan tubuhnya.


"Stop, Fiona!" ucap Jullian yang justru jengah dengan apa yang dilakukan gadis itu.


Fiona turun dari tiang pole dance kemudian mendekati Jullian, dia naik ke paha lelaki itu kemudian menciumnya.


"Aku lega kau selamat dari misi terakhirmu, apa tubuhmu terluka? Aku akan mengobatinya," ucap Fiona yang ingin hubungannya dengan Jullian seperti dulu lagi.


"Sudah berapa kali aku bilang padamu, lupakan hubungan kita!" pinta Jullian yang masih menahan emosinya.


Fiona memeluk tubuh Jullian, walaupun dikehidupan sebelumnya dia sangat sakit hati pada lelaki itu tapi rasa cintanya jauh lebih besar.


"Please, jangan putuskan hubungan kita!" pinta Fiona dengan terisak.


Sepertinya Jullian harus lebih tegas lagi, dia menjauhkan tubuh Fiona kemudian lelaki itu berdiri.


"Irene sudah jadi milikku seutuhnya," ucap Jullian supaya Fiona sadar.


Fiona membulatkan matanya, jadi Jullian sudah tidur dengan calon istrinya?


"Bukankah kau dulu juga bilang begitu padaku? Kau bilang mencintaiku dan ingin memilikiku?" tuntut Fiona, dia juga ikut berdiri. "Sekarang semua jadi milikmu Jullian, hatiku dan tubuhku!"


"Kita tidak ditakdirkan bersama Fiona, mengertilah! Aku harap ini adalah pertemuan terakhir kita secara pribadi!"


Jullian ingin meninggalkan Fiona tapi tangannya langsung dicekal oleh gadis itu. Fiona akan melakukan apapun supaya Jullian jadi miliknya.


"Please, don't go..." Fiona kembali merengek, kakinya berjinjit untuk mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Jullian. "I need you..."


Fiona kembali mencium bibir Jullian, dia melakukan permainan lidahnya dengan terampil. Awalnya Jullian sangat pasif tapi lama-lama lelaki itu terbuai juga.


Jullian membalas yang membuat ciuman mereka semakin panas.


Sampai Fiona berusaha membimbing Jullian naik ke atas ranjang. Tangan gadis itu dengan nakal menyusup ke celana Jullian.


"Argh!" Jullian menggeram karena Fiona begitu agresif. Bahkan saat ini gadis itu terus bermain di tubuh bawahnya.


Pertahanan Jullian akhirnya runtuh juga akhirnya mereka melakukan penyatuan hari itu.


Fiona tak henti-hentinya mengelu-elukan nama Jullian saat lelaki itu terus bergerak di atas tubuhnya.


Percintaan mereka begitu panas hari itu sampai Jullian ingin meledak dan dia ingin mengeluarkan di luar seperti biasa.


"Please, di dalam!" pinta Fiona yang ingin hamil anak Jullian.


Jullian menggeleng, dia tetap ingin mengeluarkannya di luar. Tapi tangan Fiona dengan kuat menekan bokongnya dengan kedua kaki yang juga menjepit paha Jullian.


"Akh!" teriak Fiona saat rahimnya terasa hangat oleh semburan yang diberikan Jullian padanya. Dengan nafas terengah, dia tersenyum bahagia. Dia berharap benih itu tumbuh menjadi janin.


...*****...


Author ucapin terima kasih yang sudah mampir dicerita ini. Gak akan banyak bab, aku mau buat cerita Fiona supaya dia bisa belajar menerima takdirnya. Kalau cinta itu gak bisa dipaksa gitu guys.