Princess Fiona And The Sorcerer

Princess Fiona And The Sorcerer
BAB 21 - Kepercayaan



Jullian tertawa mendengar pernyataan Fiona. "Kembar empat? Pasti merepotkan!"


"Aku bersungguh-sungguh, itu adalah takdirmu bersama Irene," ucap Fiona berusaha meyakinkan.


Jullian melepas pelukannya kemudian menatap wajah cantik Fiona. "Aku berharap kau bisa bahagia bersama suami mu, aku juga bersungguh-sungguh!"


Seharusnya Fiona senang mendengar itu tapi Fiona justru merasa sedih. Jullian benar-benar telah membuangnya.


"Sekarang pulanglah! Kita akhiri sampai di sini," tambah Jullian.


"Last kiss!" pinta Fiona sebelum mereka benar-benar berpisah untuk selamanya.


Jullian mengelus wajah Fiona dan menggelengkan kepalanya. "Kita hargai pasangan kita masing-masing, Fiona!"


"Kau benar-benar berubah Jullian," komentar Fiona.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Lily dan Lila yang mengikuti gerak-gerak Fiona menangkap kakak iparnya itu yang tengah berselingkuh.


"Istri macam apa kau!?" teriak Lily.


"Dasar tidak tahu diri!" timpal Lila yang berjalan masuk, dia menggunakan sihirnya untuk mengikat Jullian dan Fiona.


"Kalian salah paham, ini tidak seperti yang kalian lihat!" Fiona berusaha menjelaskan.


"Katakan itu di pengadilan sihir!" Lily menggunakan sisa-sisa Mana-nya untuk pergi ke pengadilan sihir.


...*****...


Jullian terus memberontak dan berusaha melepaskan ikatan yang membelenggu dirinya tapi percuma saja, ikatan itu tidak mau terlepas.


"Sebenarnya apa ini!?" Jullian bingung sendiri.


Kemudian dia melirik ke arah Fiona di mana gadis itu hanya diam sedari tadi.


"Fiona..." panggil Jullian.


Tapi Fiona masih saja diam. Fiona berpikir jika dia akan mati lagi hari ini. Mungkin matinya dengan cara berbeda dengan kematian pertama.


Selama ini Fiona sudah banyak menyakiti Ditrian jadi wajar saja jika dia menerima hukuman.


Tak berselang lama puluhan orang memakai jubah hitam datang ke tempat eksekusi.


Lily dan Lila mengumpulkan semua tetua dari keluarga Esperland untuk menghukum Fiona dan Jullian.


"Apa benar itu Fiona? Kau berselingkuh di belakang Ditrian?" tanya Anne yang merasa kecewa pada menantunya.


"Itu tidak benar!?" teriak Jullian yang menyangkal semuanya tapi dia juga tidak mungkin memberitahu kebenarannya karena korbannya di sini adalah Fiona.


"Kami melihat mereka berpelukan di kamar yang ternyata itu adalah kamar pribadi mereka di pemandian air panas!" ucap Lily dengan gusar.


"Kalau kami tidak datang pasti mereka sudah bertindak lebih jauh lagi!" timpal Lila.


Gustav merasa sangat kecewa pada Fiona padahal hubungannya dengan Erik sangatlah baik tapi kenapa Fiona bisa berkhianat.


"Lebih baik kita dengarkan dulu pembelaan Fiona!" ucap Gustav dengan bijak.


Fiona menatap semua orang yang ada di sana kalau dia berkata jujur berarti sama saja dengan membuka semua aibnya.


"A... aku... aku..." Fiona menggigit bibir bawahnya.


Bersamaan dengan itu, Ditrian datang dan membuat sihir yang cukup besar sampai tempat eksekusi kacau balau.


Ditrian mendekati Fiona dan mencoba membebaskan istrinya.


"Kak, Fiona mengkhianatimu!" teriak Lily dan Lila bersamaan.


Ditrian tidak menanggapi hal itu, dia justru melepaskan Jullian dan meminta orang kepercayaannya untuk membantu Jullian pulang.


"Hapus ingatannya tentang apa yang dia lihat di sini!" perintah Ditrian.


Kemudian Ditrian menggendong Fiona dan berbicara pada semua tetua.


"Fiona tidak berselingkuh dariku, aku mempercayai istriku lebih dari apapun!" ucapnya.