
Saat ini Princessa sedang senang karena dapat menipu bodyguard nya itu,walau dia harus naik taksi untuk kabur yang penting dia bisa pergi dan membuat pekerjaan bodyguard nya itu tidak mudah,Princessa tersenyum senang memikirkan bodyguard nya yang sedang bingung mencari nya sambil melihat keluar jendela,dia yakin sekarang bodyguard nya itu tidak akan tau dia akan kemana,"biar tau rasa,suruh siapa dia ngadu sama daddy kalau aku bolos"dengan muka sebal mengingat kelakuan Austin yang membuat nya jengkel,dia tau walau sekarang dia kabur tapi dia tidak akan bisa kabur dari hukuman daddy nya.
"Dasarr Austin bodoh..!!"dengan suara keras melampiaskan kekesalan nya terhadap Austin tanpa peduli dengan supir taksi yang melihat nya dengan aneh bahkan berpikir dirinya cantik-cantik kok stres sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
CKIITT...
tiba-tiba taksi yang di tumpangi Princessa berhenti mendadak membuat tubuh nya terhuyung kedepan dan kepala nya terbentur kursi depan"Aduhh"sambil mengusap kepala nya yang sakit.
"kalau nyupir yang bener dong!!"ucap Princessa marah terhadap supir taksi itu,tanpa peduli umur nya yang seperti nya lebih muda dari supir taksi itu..
"Lihat kepala saya jadi sakit,siapa bos kamu..saya mau komplain dengan pelayanan yang membahayakan seperti ini,kalau saya terluka parah bagaimana,kamu bisa tanggung jawab nya...saya yakin kamu tidak bisa membayar biaya rumah sakit ku... !!!" Cerocos Princessa kepada supir taksi yang di tumpangi nya tanpa menunggu supir taksi itu membela diri nya.
"Maaf nona itu.."
"Jangan banyak alesan,kamu nanti akan saya tuntut atas tindakan membahayakan,kamu tidak tau siapa orang tua saya,kalau kamu tau kamu pasti tidak akan selamat..!!"ucap Princessa terus melampiaskan kekesalan nya kepada supir taksi itu.
"Maaf nona jangan tuntut saya,saya minta maaf atas kesalahan saya...saya tidak bermaksud membahayakan nona,saya mohon nona tidak menuntut saya" ucap supir taksi itu memohon kepada Princessa
"Tidak,saya akan tetap tuntut kamu..lihat saja nanti,saya akan cari kamu"ucap Princessa final lalu dengan cepat membuka pintu dan keluar,namun saat dia keluar dia melihat bodyguard nya sudah ada di depan nya itu dengan ekspresi datar nya yang menyebalkan.
"Kauuu.. bagaimana bisa kau.."ucap Princessa terbata dengan raut wajah kaget,tidak menyangka Austin bisa tau dia ada disini.
"Maaf nona saya harus membawa nona pulang dengan segera,ayah anda sudah menunggu dari tadi"ucap Austin dengan tenang
Namun saat Princessa ingin menjawab tiba-tiba tangan nya di sentuh oleh seseorang.
"Nona saya mohon,jangan tuntut saya, saya bisa jelaskan" yang ternyata supir taksi itu yang memegang tangan Princessa.
"Lepaskan..!!!"sambil melepas tangan yang dipegang supir taksi itu dengan kasar "Siapa kau berani menyentuhku hahh..!! Dasar supir taksi kurang ajar!!"
"Maaf nona tapi saya berhenti mendadak itu karena ada mobil yang berhenti di depan dengan mendadak,ini..ini pengendara nya"sambil menunjuk ke arah Austin
"Aku tidak peduli,kau sudah kurang ajar terhadap ku,kita akan bertemu lagi di pengadilan"ucap Princessa dengan dingin
"Ta..tapi nona ini semua salah nya"ucap supir taksi tersebut masih menunjuk austin dengan muka marah yang ditujukan ke arah Austin
"Maaf sebelum nya ini kesalahan saya,saya bisa jamin anda tidak akan di tuntut,kau bisa pergi sekarang"ucap Austin sambil mengedikkan kepala nya tanda menyuruh supir taksi itu untuk segera pergi.
"Be..benarkah.."ucap supir taksi itu langsung merubah ekspresi nya yang tadi nya marah kepada Austin menjadi senang atas perkataan yang di ucapkan Austin pada nya.
Austin pun mengangguk"kau pergi lah,urusan mu sudah selesai disini"
"Baik..terima kasih"ucap supir taksi tersebut langsung masuk kedalam taksi nya tanpa mau berlama-lama lagi apalagi melihat Princessa yang notabene adalah penumpang nya
Dia bahkan mengutuk sikap Princessa di dalam hati nya kalau bukan dia hanya supir taksi dia mana mau memohon seperti itu kepada gadis sombong seperti itu..
"Apa..apaan kau.. tidak lihat dia sudah kurang ajar kepada ku..!!"
"Maaf tapi itu juga kesalahan saya karena memberhentikan mobil secara mendadak,saya minta maaf nona"ucap Austin sambil membungkuk sedikit tanda meminta maaf kepada Princessa.
"Itu tidak cukup,kau pikir dengan hanya meminta maaf masalah selesai begitu saja.. kau pikir aku tidak takut tadi saat mobil tiba-tiba rem mendadak seperti itu,kepalaku juga pusing akibat terbentur dengan kursi depan"ucap Cessa menggerutu sambil mengusap kepala nya yang masih berdenyut.
"Saya minta maaf nona,tapi ini semua tidak akan terjadi jika nona menurut kepada saya dan ikut pulang sesuai perintah Mr.James ayah anda"
"Jadi kau menyalahkan ku,ini juga semua gara-gara kau!!,seharus nya aku yang menyalahkan mu,gara-gara kau hari ku kacau hari ini,dasar pembawa siall..!! Dasar bodyguard sombong..aaarghh!!" Ucap Cessa berteriak sambil memukul dada Austin sekuat tenaga nya,muka nya sudah sangat merah karena kesal ia merasa hari ini benar-benar sangat sial bagi nya..
Saat Austin mendengar kata pembawa sial,ia sempat tertegun sejenak bahkan dia membiarkan Princessa terus memukul dada nya dengan keras ia sedikit meringis namun,dia seakan kehilangan orientasi nya sesaat,namun setelah dia menguasai kembali dirinya ia langsung memberikan raut wajah yang sangat dingin kepada Princessa.
Princessa yang melihat itu tanpa sadar menciut ketakutan melihat ekspresi Austin yang menurut nya menyeramkan tangan nya pun berhenti memukul Austin tanpa sadar kenapa aku sangat takut oleh tatapan nya itu,aku belum pernah di tatap seperti itu sebelum nya,entah kenapa tatapan nya itu walaupun menyeramkan tapi terlihat sedikit kesedihan,ada apa dengan nya ini...
Austin yang melihat Princessa berhenti memukul nya dan menatap nya,ia memanfaat kan situasi ini Austin pun langsung menarik Princessa ke dalam mobil dengan kuat,Princessa yang sudah sadar dia kembali memukul lengan Austin untuk melepaskan genggaman nya.
"Aaww..aww...lepaskan yakk kau menyakiti ku"
Austin pun hanya melonggarkan pegangan nya tanpa melepas nya
Princessa pun akhir nya pasrah dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk memberontak.
***
Dan saat ini Princessa sedang berada di ruang kerja ayah nya,selalu seperti ini..kalau dia membuat kesalahan ayah nya selalu membawa nya ke ruang kerja nya,ayah nya itu tau kalau di seluruh ruangan yang ada di mansion ini ia paling tidak menyukai ruang kerja ayah nya itu,
kenapa.. karena menurut nya ruang kerja ayah nya itu membosankan, terlalu formal membuat nya pusing harus melihat tumpukan dokumen,rak-rak yang dipenuhi oleh buku.. yang membuat nya semakin tidak betah dan ayah nya itu selalu memanfaatkan ketidak sukaan nya terhadap ruang kerja nya itu,jadi setiap ayah nya marah dia akan memberi petuah yang panjang x lebar
di ruang kerja nya supaya dia berpikir berulang kali untuk membuat kesalahan,karena akibat nya dia yang harus menanggung untuk berdiam diri berjam-jam di tempat yang tidak ia sukai.
"Kamu tau kan apa kesalahan mu Princessa?"ucap James sambil menatap putri nya itu dengan lekat
"I'm sorry dad"ucap Cessa sambil menunduk ke bawah tidak berani menatap mata daddy nya,terkadang tatapan daddy itu menyeramkan.
"Sudah berapa kali kamu minta maaf sama daddy tapi selalu melakukan lagi kesalahan mu,berulang kali.."
"Ini semua gara-gara bodyguard daddy itu,dia yang salah dad"
"Kamu menyalahkan Austin,daddy tanya apa kesalahan dia sama kamu?"
"Dia..dia itu menyebalkan,dia itu sombong dan kurang ajar,aku ini kan anak daddy harus nya dia menuruti perkataan ku!!"
"Daddy yang menyuruh dia seperti itu,daddy menugaskannya untuk melindungi mu juga mengawasi segala perbuatan mu,daddy memberi kebebasan padanya untuk memperlakukan mu dengan cara nya asal kau menurut selagi itu masuk akal dan tidak melukai mu,daddy tidak akan melarang perbuatan nya padamu"
"APAA...daddy mempercayakan aku pada nya.. pada bodyguard itu.."ucap Cessa tak percaya dengan perkataan daddy nya.
"Wooaahh..hebat sekali bodyguard itu,baru saja bekerja sudah mendapat kepercayaan daddy seperti itu"ucap Cessa sinis
"Daddy tidak akan sembarangan menaruh kepercayaan pada seseorang,apalagi seseorang itu adalah putri kesayangan daddy,daddy melakukan ini bukan 100% percaya pada Austin tapi ini juga ujian buat dia"
"Tapi jangan aku yang jadi ujian nya dong dad"
"Tidak,ini juga daddy lakukan bukan hanya untuk Austin tapi juga untukmu,sudah kamu jangan banyak protes keputusan daddy sudah final.."
"Tapi dadd.."
"No honey,sekarang kembali ke kamar mu atau kau ingin tetap di sini...di ruangan daddy ?" Ucap daddy menggoda ku dengan senyum nya yang menyebalkan itu.
"Fine.. aku terima keputusan daddy tapi mulai besok kartu kredit,debit,dan gadget ku sudah kembali"ucap Cessa bernegosiasi
"Tidak sayang,masih ada sisa beberapa hari lagi sebelum barang-barang mu yang daddy sita kembali"
"Oohh..come on dad" ucap Princessa dengan wajah memelas nya.
"Tidak.. oohh kamu ternyata betah yah di ruang kerja daddy"ucap daddy menyindirku
Princessa yang mendengar itu pun langsung pergi tanpa berpamitan dengan ayah nya dan menutup pintu ruang kerja ayah nya dengan keras.
Braakk..
James yang melihat kelakuan putri nya itu hanya menggeleng-gelengkan kepala nya sambil tersenyum,ini memang salah nya karena terlalu memanjakan putri satu-satu nya itu,dia hanya terlalu takut apalagi setelah kejadian yang menimpa putri nya ia semakin protektif dan memanjakan putri nya sehingga putri nya memiliki sikap seperti ini,namun disisi lain dia pun tidak menyesal dengan perlakuan nya terhadap putri nya itu dia hanya perlu merubah sikap jelek putri nya itu sedikit demi sedikit.
"Haahh.. mudah-mudahan Austin bisa merubah sifat nya yang satu ini,dan semoga aku menaruh kepercayaan pada orang yang tepat"ucap James pada Eugene yang sedari tadi berdiri di belakang James
"Ya semoga saja kali ini bisa ya James,putri semata wayang mu itu... benar-benar unik" ucap Eugene sambil terkekeh geli melihat sikap putri sahabat nya itu.
"Ya benar dia memang unik Eugene"ucap James sambil tersenyum mengingat segala tingkah laku putri tunggal nya itu..
Jangan lupa vote dan komen nya yah
Terima kasih
🤗🤗🤗