
Happy reading
•
•
•
Setelah beberapa hari ini Cessa berdiam diri di mansion akhirnya hari ini Cessa kembali masuk ke kampus,rasa nya ia seperti mendapat jackpot dan kali ini Cessa sedang bersiap-siap karena ia akan ada kelas jam 9,setelah selesai Cessa segera turun untuk sarapan"pagi mom,dad"
Sambil mengecup kedua pipi orang tua nya lalu duduk dan mengambil sandwich nya.
"Kamu ada kelas jam berapa Princess?" tanya James menatap putri nya itu yang saat ini sudah terlihat rapih dan segar,sebenar nya James hanya basa-basi menanyakan itu pada putri nya karena sebenar nya ia sudah mengetahui jadwal putri nya itu.
"Jam 9 dad" sambil masih asik memakan sarapan nya dengan lahap.
James pun melihat ke arah jam tangan nya saat ini "sekarang masih jam 7 sayang,kenapa udah siap jam segini?" tanya James aneh karena putri nya itu sudah terlihat siap-siap untuk berangkat ke kampus.
"Ya ga apa-apa dad aku bosan saja di mansion pingin cepat-cepat ke kampus,aku ga akan kemana-mana kok... janji" ucap Cessa sambil menunjukkan jari kelingking nya tanda berjanji kepada daddy nya itu.
"Ya sudahlah James biarkan saja,kamu tau kan putri kita seperti apa.."ujar Anetha memberi pengertian pada suami nya bagaimana sikap putri nya itu yang memang tidak pernah betah berada di mansion.
Cessa pun menatap mommy nya itu dengan tatapan berbinar penuh terima kasih pada mommy nya itu karena telah mengerti dirinya, Anetha yang melihat tatapan putri nya itu terkekeh pelan dan mengacak rambut putri nya itu gemas.
"Ya sudah...lagian hari ini juga adalah hari pertama austin masuk kampus,ia masuk di jurusan yang sama denganmu jadi kau tidak ada alasan untuk lepas dari pandangan Austin Princess, mengerti!" ucap James memperingati putri nya itu dengan jelas.
Cessa yang mendengar nada peringatan dari daddy nya itu memutar mata nya malas"iya dadd..aku ngerti,ya sudah aku berangkat sekarang bye mom,dad" ucap Cessa sambil meminum segelas susu nya dengan cepat,lalu berlalu pergi.
Di depan mansion nya sudah terlihat Austin yang sedang menunggu nya sedari tadi dan Cessa pun segera masuk ke mobil dengan santai.
**Avort University**
"Guys kalian ada dimana?" chat Cessa kepada sahabat-sahabat nya di grup setelah ia sampai di kampus,karena memang mereka membuat janji bertemu di kampus sehingga mereka semua datang lebih pagi,tidak sesuai dengan kelas mereka masing-masing.
Juliet:
"Sorry aku telat kaya nya.. baru bangun 😌"
Kristabella:
"Aku udah di taman,oh my god Juliet seriously kamu baru bangun 😒"
Aquila:
"Aku masih di jalan sorry 😳"
Juliet:
"Sorry 😫"
Princessa:
"Aku bentar lagi sampai di taman, Bella kamu di sebelah mana?"
Kristabella:
"Aku di bangku biasa sebelah air mancur"
Princessa:
"Okay aku kesana sekarang"
Cessa yang masih asik dengan handphone nya tak melihat ada orang di depan nya, Austin yang melihat orang itu yang seperti sengaja ingin menabrak nona nya itu segera menarik lengan Princessa kuat untuk menghindari orang tersebut sehingga orang tersebut hanya menabrak bahu nya,dan ia melihat sekilas tatapan orang asing itu menatap nya tajam, Austin yang melihat itu langsung merasa curiga apakah ini adalah orang suruhan Mr.K atau memang orang lain yang tidak ada sangkut paut dengan nya ataupun Mr.K yang memiliki dendam yang sama seperti nya kepada keluarga Llyod,karena tatapan nya itu sama seperti tatapan nya...walaupun ia hanya melihat nya sekilas.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Cessa melepas lengan nya paksa.
"Tidak apa-apa nona anda terlalu fokus dengan hp anda,jadi saya takut nona terjatuh" ucap Austin
"Ga usah sok peduli padaku!" ucap Cessa lalu bergegas pergi meninggalkan Austin menuju taman.
Austin sempat melihat kebelakang untuk melihat orang itu, namun saat ia berbalik orang itu sudah tidak terlihat tertutup oleh orang yang berlalu lalang di sekitar nya, Austin pun kembali melanjutkan jalan nya menyusul nona nya itu.
***
James saat ini sedang menunggu sahabat nya Mario untuk berdiskusi tentang masalah putri nya itu,sedari kemarin ia terus meminta Mario untuk terus datang ke kantor nya setelah ia meminta bantuan sahabat nya itu untuk menyelidiki kasus putri nya dan melaporkan perkembangan nya setiap hari padanya apabila ada hal yang memang mencurigakan yang Mario ketahui,sebelum nya ia juga pernah meminta bantuan sahabat nya itu saat kejadian putri nya yang di fitnah hingga sedemikian parah merusak mental putri kecil nya itu...hingga harus memulihkan kesehatan nya selama setahun lebih lama nya,itu pun belum sepenuh nya pulih anak nya terkadang masih berteriak sendiri tiba-tiba tanpa ada sebab nya. Kalau ia mengingat masa kelam itu rasa nya amarah,sedih, putus asa semua nya bercampur aduk dalam hati nya, namun ia tetap berpikir dingin dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan agar tidak merugikan nya dan keluarga nya hingga ia lebih memilih mengalah dan tidak memperpanjang masalah itu,namun ia kepikiran tentang ucapan istri nya tadi malam.
Flashback on
James baru selesai mandi dan ia melihat istri nya itu sedang menatap nya,seperti nya istri nya itu telah menunggu nya sedari tadi seperti ada yang mau ia obrolkan dengan nya.
"James kemari" ucap Anetha yang seperti nya sudah tidak sabar,setelah ia berpakaian ia pun bergegas menghampiri istri nya itu
"Ada apa sayang?" ucap James lembut dan ikut berbaring di sebelah istri nya itu yang kini sudah menghadap kepadanya.
"Aku sebenar nya sudah sedikit menyelidiki apa yang terjadi dengan Princessa di pantai weekend kemarin,dan aku menyelidiki semua tamu yang datang kesana,untung pulau pribadi itu milik paman Bella, siang itu belum terlalu banyak tamu yang datang,kau tau sendiri kan paman nya bella itu sedikit protective dengan setiap aset nya apalagi di sektor pariwisata ia pasti tidak menerima orang yang tidak jelas memasuki wilayah nya.." ujar Anetha
"Ya sayang dia itu terlalu bermain aman untuk ukuran pebisnis kelas atas"
Anetha terkekeh pelan mendengar ucapan suami nya itu "Ya aku setuju James,dan kau tau setelah aku melihat data tamu yang bertepatan dengan Cessa dan teman-teman nya datang kesana--ada sekitar 10 orang yang tidak ku kenal dan akhir nya aku menyelidiki 10 orang ini dan latar belakang mereka dan ada 3 orang yang identitas mereka sedikit membingungkan" ucap Anetha sambil menunjukan foto 3 orang yang ia curigai James pun melihat ketiga foto itu dan mengingat nya baik-baik.
"Membingungkan?"
"Ya identitas 3 orang ini adalah bekerja sebagai pengawal kelas tinggi disalah satu lembaga pengamanan,namun mereka saat itu tidak sedang bertugas mereka disana benar-benar untuk liburan,aku sedikit skeptis karena untuk liburan disana walau masih di dalam negeri biaya nya sangat mahal dan kau tau... walaupun sebagai bodyguard kelas tinggi butuh waktu untuk mereka mengumpulkan uang hanya untuk berlibur disana... ya kan James?aku bahkan sampai meminta kenalan ku yang seorang hacker untuk meng hack dan melihat berapa gaji mereka per bulan nya,dan gaji mereka per bulan nya itu sekitar 25 jt "
"Tapi seperti nya mereka memang bukan hanya liburan James,karena aku pun mengecek data keluar masuk nya uang di rekening mereka..dan aku yakin bahwa mereka bukan sekedar liburan James.." ucap Anetha yakin.
"Kenapa kamu bisa yakin sayang?"
"Karena aku melihat bukti transfer masuk ke rekening mereka dengan jumlah yang sama yang mereka keluarkan untuk membayar liburan mereka disana,dengan kata lain mereka tidak menggunakan uang mereka sendiri...ada yang mengirim mereka uang sebesar itu hanya untuk mereka liburan saja...kurasa mereka ini yang patut kita curigai James,kemungkinan ada yang menyuruh mereka kesana dan mencelakakan Princessa dengan cara seperti itu James,dengan cara membuka kembali trauma Princessa"
"Kau sudah menyelidiki akun yang mengirim mereka uang sebesar itu?"
"Sudah James dan hasil nya rekening ini milik seseorang yang bernama Jessica aku belum menyelidiki siapa Jessica ini,aku serahkan sisa nya padamu James" ucap Anetha penuh harap kepada suami nya itu agar segera menemukan siapa orang yang membuat mereka nyaris kehilangan putri mereka yang sangat mereka sayang.
"Iya sayang aku akan kerahkan semampu ku untuk menemukan orang itu,terima kasih sayang sudah membantu menyelidiki ini,tapi aku harap kamu tidak turun tangan secara langsung seperti ini lagi,aku tidak mau kamu juga ikut dalam bahaya"ucap James khawatir karena istri nya itu sedikit gegabah mencari pelaku ini,ia tidak mau istri nya itu dalam bahaya.
"Ya James maaf..aku hanya tidak bisa dihantui rasa ketakutan ini terus,aku takut kehilangan putri kita lagi James" ucap Anetha bergetar menahan tangis saat mengingat mereka pernah kehilangan putri mereka yang satu lagi yaitu kakak Princessa saat masih dalam kandungan, ada yang sengaja menabrak Anetha hingga membuat Anetha koma beberapa bulan dan kehilangan calon anak pertama mereka yang pada saat itu hampir mendekati persalinan, James yang saat itu kalut langsung mencari tahu siapa yang telah menabrak istri nya itu, namun orang itu ternyata sudah tewas bunuh diri dalam keadaan overdosis obat-obat an terlarang.. ia frustasi karena ia yakin sekali bahwa orang itu sengaja menabrak istri nya itu,dilihat dari rekaman CCTV.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi sayang,maafkan aku yang telah gagal menjaga kalian" ucap James penuh sesal membawa istri nya itu kedalam pelukan nya dengan erat.
"Jangan berkata seperti itu James...kau suami sekaligus ayah terbaik yang pernah ada,jadi jangan berkata seperti itu lagi" ucap Anetha mendongak menatap suami nya itu dengan senyuman nya yang mampu membuat james luluh dan akan melakukan apapun untuk istri dan anak nya.
"Terima kasih sayang,aku beruntung memilikimu" sambil mengecup kening istri nya itu mesra.
"Me too" ucap Anetha menatap suami nya itu dengan penuh kasih sambil mengusap rahang suami nya pelan.
Flashback off
Tok..tokk...
James tersadar dari lamunan saat mendengar seseorang mengetuk pintu ruang kerja nya"masuk"
Orang itu pun masuk dan langsung menghampiri James
"Mario akhir nya kau datang,apakah sudah ada perkembangan?"tanya James pada Mario sesaat setelah Mario duduk di depan nya.
"Seperti nya kau sudah sangat tidak sabar ya James"ucap Mario santai
"Bagaimana aku tidak sabar jika ini menyangkut keselamatan putriku!"ucap james sedikit menggebu
"Okay..sorry sebenar nya aku sudah menemukan titik terang siapa pelaku yang mencelakakan Princessa"
"Lalu siapa orang itu?"tanya James tidak sabar.
Mario pun merogoh tas kerja dan mengeluarkan sebuah amplop besar yang berisi beberapa foto.
"Aku sudah menyelidiki semua nya dari mulai Princessa berangkat dan sampai disana,serta tamu-tamu disana dan aku mencurigai satu orang ini yang mencelakai Princessa dan ini orang nya, dia bernama Thomas" ucap Mario dan menunjukkan satu foto yang di curigai nya.
"Sebenar nya kemarin istri ku pun sudah sedikit menyelidiki dan foto ini ada di salah satu orang yang di curigai nya,namun ia juga mencari tau siapa mereka,apa pekerjaan mereka dan kecurigaan nya ada kepada 3 orang yang ia sebutkan padaku dan juga bukti transfer dalam jumlah besar sesuai dengan nominal yang mereka keluarkan untuk berlibur disana"ucap James menjelaskan secara singkat apa yang kemarin istri nya jelaskan padanya sambil menunjukkan ketiga foto yang dicurigai istri nya itu.
"Istri mu pintar juga James,memang benar apa yang dijelaskan istri mu..aku pun mencurigai mereka bertiga dan aku sampai pada kesimpulan bahwa orang ini lah yang mencelakakan Princessa karena setelah aku mencurigai ketiga orang ini,hanya orang ini lah yang badan nya basah dan dua lain nya tidak,tapi aku merasa mereka memang bekerja sama untuk memastikan keadaan aman dan aku sempat menanyakan semua teman Princessa yang saat itu ada di tempat kejadian dan kedua nya sempat melihat orang yang berenang dekat disekitar Princessa dan deskripsi mereka mendekati ciri-ciri fisik orang ini" James mendengar penjelasan itu dengan seksama dan terdiam sejenak mencerna ini semua.
"Lalu soal rekening yang mengirim mereka uang itu apa kau sudah menyelidiki nya?"
"Ya James sudah dan itu sedikit membuat ku tercengang karena akun rekening tersebut milik seorang gadis berumur 24 tahun seumur dengan Princessa dan dia bernama Jessica dan kau tau apa yang membuat ku tercengang..." James menatap Mario dengan serius menunggu jawaban dari Mario.
"Gadis ini telah dinyatakan hilang beberapa tahun yang lalu di california saat ia berlibur sendiri kesana,dan memang ia hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sakit-sakitan dan ibu nya sendiri yang meminta tolong kepada tetangga nya bahwa anak nya ini sudah tidak pulang-pulang sejak satu bulan yang lalu,akhir nya tetangga nya yang melapor kepada polisi namun setelah setengah tahun berlalu belum juga diketemukan hingga saat ini"
"Apa??"ucap James tercengang mendengar penjelasan Mario tentang orang yang bernama Jessica ini.
"Aku juga bingung James,aku sedang mencari tau dimana 'Jessica palsu' ini mengirim uang kepada mereka bertiga ini,aku yakin bahwa yang mengirim uang itu bukan lah Jessica yang asli karena gadis ini lahir di keluarga yang sederhana,ia hanya gadis biasa yang bekerja sebagai staf disebuah perusahaan kecil"lanjut Mario
"Baiklah terima kasih atas info nya aku akan menyuruh anak buah ku untuk menangkap orang ini!"ucap James tegas karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan orang yang bernama Thomas yang sudah membuat luka lama putri nya kembali basah.
"Kalau menurut ku lebih baik tahan dulu James,entah kenapa aku merasa orang yang dibelakang ini semua bukanlah orang biasa James"ucap Mario menahan James agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
"Kau meremehkanku!" ucap James sinis tidak terima dengan ucapan sahabat nya itu.
"Bukan begitu maksudku James, aku tau kau lebih dari bisa menggunakan semua koneksi mu dan semua uang mu itu.. tapi kali ini ikuti kata-kata ku,aku merasa orang yang dibelakang ini adalah orang yang berbahaya,bukti nya ia bisa menggunakan akun rekening orang yang bahkan sudah dinyatakan hilang bertahun-tahun,siapa yang tahu mungkin 'Jessica' ini hilang karena mereka,kita tidak tahu"ujar Mario mencoba menjelaskan pendapat nya secara jelas kepada James agar sahabat nya itu tidak salah paham.
"Kau lupa bahwa aku mantan mafia?"
"Tidak usah mengungkit itu James aku sudah tahu,tapi yang kupikirkan adalah anak dan istri mu James sudah jelas mereka mengincar anak istri mu"ujar Mario gemas dengan kekeras kepalaan sahabat nya yang satu ini.
"Pikirkan lagi James jangan sampai emosi menguasai mu"lanjut Mario mengingatkan.
"Hahh.. aku benar-benar sudah tidak sabar Mario untuk segera tahu dan menangkap mereka semua.. kalau bisa akan ku kirim kan mereka ke neraka"
"Kita harus lebih pintar James, disamping kita waspada kita juga harus menyusun rencana don't be stupid dude" ucap Mario sedikit menggoda sahabat nya yang terkenal cerdas saat mereka menempuh kuliah bersama di Harvard University.
"Haaa.. kau sudah berani menghina ku saat ini" ucap James geram dengan perkataan sahabat nya itu.
Mario terkekeh melihat wajah geram sahabat nya itu"ngomong-ngomong kau tidak memberi ku minum sedari tadi,sahabat macam apa kau"
"Sorry..sorry panggil saja Nick pesan apa saja yang kau mau" ucap James santai.
Saat Mario keluar James kembali memikirkan ucapan Mario,benar kata sahabat nya itu ia harus memikirkan matang-matang dan tidak gegabah,lagipula ia juga belum sepenuh nya tahu siapa sebenar nya musuh yang ia hadapi saat ini... jadi lebih baik saat ini ia diam dan melihat pergerakan musuh terlebih dahulu.
Semoga ga pada bosen dengan cerita ku yahh.. jangan lupa vote dan komen nya..
Terima kasih
🤗😉😊