Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 15 Best friend (Sahabat Sejati)



Happy reading


β€’


β€’


β€’


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Princessa saat ini sedang menonton di bioskop mini yang ada di mansion nya



dengan di temani Austin yang setelah kejadian kemarin selalu mengikuti nya kemana pun dia pergi, tidak membiarkan Princessa hilang dari pandangan nya barang sedetik pun,kecuali ke area private nya yaitu kamar nya... sisa nya Austin selalu mengikuti Princessa kemana pun.


seperti sekarang Princessa sedang menonton film kesukaan nya yaitu kartun sengaja ia memilih genre itu untuk membuat Austin merasa bosan,namun ternyata harapan nya itu hanya tinggal harapan bodyguard nya ini benar-benar tidak terlihat risih atau tidak nyaman dengan menonton film kartun yang bisa dibilang lebih cocok untuk anak kecil,kalau dia pengecualian walau dia bukan anak kecil lagi tapi Princessa sangat suka film kartun,karena menurut nya film kartun itu alur nya ringan,dan terkadang ia ingin kembali lagi ke masa kanak-kanak nya dimana kisah hidup nya tidak se rumit sekarang.


Princessa yang melihat Austin dengan santai nya memakan popcorn yang sudah ia siapkan sebelum menonton itu terlihat jengkel dan segera merebut cemilan nya dengan cepat.


"Apa-apaan kau,seenak nya saja...apa kau tidak ada pekerjaan lain!" dengan wajah jengkel Princessa mencoba mendorong Austin agar menjauh dari tempat nya duduk.


"Kerjaan saya yah menemani nona" ucap Austin enteng dengan wajah cool nya yang sama sekali tidak bergeming dari tempat nya duduk yang tepat berada disisi Princessa.


"Kalau gitu diam..ga usah sok deket sama aku" ucap Princessa ketus menatap Austin


"Saya memang dekat dengan nona,nona tidak melihat" jawab Austin sambil memberi isyarat bahwa jarak mereka memang dekat.


"Bukan itu maksud ku.. ahhh sudahlah..!!" sambil mengibaskan tangan nya kesal lalu kembali fokus menonton tidak mau menghiraukan lagi keberadaan Austin di samping nya.


Austin yang melihat kekesalan nona nya ini pada nya tanpa sadar membuat nya tersenyum kecil,ia jadi mengingat kembali percakapan nya dengan tuan nya tadi pagi.


Flashback on


Austin yang saat itu baru selesai mandi mendengar telepon nya berbunyi,ia pun melangkah kan kaki nya ke samping tempat tidur untuk mengambil hp nya yang ternyata adalah James..tuan nya itu yang menelepon nya.


"Iya tuan" jawab Austin


"Kamu segera ke ruangan saya"


"Baik tuan" ucap Austin singkat


Tutt..tuttt...


**Ruang kerja**


Tokk..tokk


"Masuk" ucap James dari dalam


Cklekk..


Austin pun segera melangkah ke arah James yang saat ini sedang duduk di sofa bersama Eugene,pasti setiap ia bertemu dengan James,Eugene selalu ada di samping nya.


"Duduk lah Austin" perintah James pada Austin untuk duduk di sofa yang ia tunjuk agar berhadapan dengan nya langsung.


Setelah Austin duduk ia pun menatap tuan nya itu"ada apa tuan memanggil saya?"tanya Austin langsung


"Saya ingin kamu mulai sekarang selalu berada di samping putri saya,tidak peduli apa...kau harus selalu ada di samping Princessa untuk menjaga nya, kalau bisa kamu mencoba dekat dengan putri saya layak nya teman karena tugas mu yang akan selalu menjaga putri ku setiap saat dan saya tidak mau putri saya merasa terkekang dengan kehadiran mu,saya sudah memikirkan ini matang-matang,jangan sampai kejadian kemarin terulang,kamu jangan merasa perlu memberi jarak untuk memberi putri ku privasi seperti kemarin,aku ingin kau selalu di sisi putri ku kau mengerti."


"Ya tuan saya mengerti,saya akan menjaga nona Princessa dengan ketat" jawab Austin


"Baguslah... kalau bisa kau menjadi teman nya agar dia merasa nyaman dengan kehadiran mu"


"Ya tuan saya akan usahakan sebaik saya" jawab Austin patuh


"Baiklah itu saja yang mau saya obrolkan dengan mu,kau boleh kembali bekerja" perintah James


"Baik tuan saya permisi" lalu Austin pun keluar dengan pikiran yang berkecamuk senang dengan begini rencana nya akan lebih mudah untuk mendekati Princessa.


Flashback off


"Bawakan aku minum" perintah Princessa pada Austin masih santai menikmati popcorn nya tanpa menoleh ke arah Austin sama sekali.


"Saya bukan pembantu anda nona,tugas saya adalah menjaga dan melindungi nona" bantah Austin sambil menatap nona nya itu yang masih fokus dengan tontonan nya.


Mendengar itu Princessa memalingkan mukanya untuk melihat Austin"benar...tugas mu adalah melindungi dan menjaga ku kan,tapi sekarang aku butuh minum,bagaimana kalau aku tersedak,sesak nafas lalu meninggal huhh.. bukan kah tugas mu adalah menjaga dan melindungi ku"


"Tidak ada kasus yang seperti itu nona,apalagi nona hanya memakan popcorn,kecuali nona memakan biji durian...itu baru ada kemungkinan nona akan meninggal karena tersedak" jawab Austin enteng melihat Princessa dengan senyum kecil yang ia perlihatkan untuk menggoda nona nya itu.


"Yakkk..kauu ishhh jangan perlihatkan senyum menjengkelkan itu padaku,lagian aku hanya butuh minum apa susah nya sih!!" Ujar Princessa jengkel plus sebal melihat senyum Austin yang terlihat sekali untuk menggoda nya.


"Kenapa nona...kau takut terpesona oleh ku?" Ucap Austin sembari mengangkat alis nya semakin menggoda nona nya itu.


"Haaa.. tidak mungkin,aku sudah kenal banyak lelaki yang lebih dari pada dirimu,jadi jangan geer..sudahlah aku bilang aku mau minum!" Ucap Princessa ketus lalu fokus kembali ke film frozen yang sedang di tonton nya saat ini.


"Baik nona saya akan panggilkan pelayan untuk membawa minuman kesini,anda mau apa?" tanya Austin


"Aku mau hot chocolate" ucap Princessa singkat tidak mau berdebat kembali dengan Austin,sebenarnya ia ingin Austin yang mengambilkan minuman untuk nya agar ia sedikit terlepas dari bodyguard nya itu,tapi bodyguard nya itu benar-benar pintar berkelit..


"Baik nona akan saya sampaikan ke pelayan pesanan nona" ucap Austin lalu segera memanggil pelayan di bagian dapur dengan ponsel nya untuk menyampaikan pesanan nona nya itu.


Princessa yang mendengar Austin berbicara padanya hanya di jawab dengan gumam an saja ia terlalu fokus dengan film nya sambil sesekali memakan popcorn nya dengan lahap,ia sangat suka menonton apalagi yang berbau kartun ia pasti sangat suka.


Princessa yang sedang asyik menonton terganggu saat mendengar dering hp nya berbunyi tanda telepon masuk ia dengan kesal langsung menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelepon nya itu.


"Hallo.."ucap Cessa sedikit ketus


"Cessa aku dengar kamu ada accident saat berlibur kemarin,sorry aku belum bisa jenguk,nanti aku,Juliet dan Bella kesana setelah jadwal kita selesai" Cessa langsung tersenyum saat mendengar suara salah satu sahabat nya ini.


"I'm fine Aquila,ya aku tunggu... jam berapa kalian beres kelas?"


"Seperti nya sore baru bisa kesana"


"Okay, ya sudah ku tutup.."


Tutt..tuttt...


"Ini nona minuman nya" ucap pelayan tersebut.


Austin yang melihat nona nya itu sangat fokus entah kenapa di mata nya itu terlihat cantik,nona nya itu tipe yang sangat fokus apabila melakukan hal yang disukai nya terbukti saat kejadian kemarin saat berenang ia melihat nona nya itu terlihat begitu senang,lepas dan menikmati momen itu,dan sekarang saat nona nya sedang menonton terlihat sekali nona nya itu terhanyut ke dalam film yang di tonton nya terbukti mata nya yang saat ini berkaca-kaca saat adegan Anna yang mengorbankan dirinya sendiri demi sang kakak yang akan dibunuh oleh Hans,jangan tanya kenapa ia tau kesukaan nona nya itu,karena tuan nya itu sudah memberi tau info dari yang terpenting hingga ke hal-hal remeh yang di sukai dan tidak di sukai oleh putri nya itu,agar Austin dapat lebih mudah menjalankan tugas nya dengan baik.


"Nona kau seperti anak kecil saja,nonton yang seperti ini bahkan sampai menangis" sindir Austin saat melihat nona nya itu menangis.


"Aku tidak menangis..!" Ucap Cessa sedikit menengadah sambil mengedip-ngedipkan mata nya untuk menahan air mata nya agar tidak terjatuh.


"Itu bukti nya mata nona memerah dan berkaca-kaca" tunjuk Austin pada kedua mata Cessa


Cessa yang melihat itu langsung menepis tangan Austin yang dekat dengan wajah nya"sudah ku bilang.. aku tidak menangis!!" Bantah Cessa pada Austin,ia tidak mau terlihat cengeng seperti ini di depan bodyguard nya itu


"Cessa..Cessa,kenapa harus di depan bodyguard nyebelin ini kamu kelepasan seperti ini.. bodoh.. bodohh" rutuk Cessa dalam hati


"Sudahlah nona jangan bohong,bukti nya sudah terlihat tadi" ucap Austin pada Princessa yang semakin membuat Cessa sebal dengan kelakuan bodyguard nya itu yang makin lama semakin membuat nya kesal.


"Terserah..!!" ucap Cessa pada Austin lalu bergegas ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Austin, namun sayang karena Cessa yang terburu-buru membuat nya tersandung dan hampir terjatuh,dengan cepat Austin menahan tangan Cessa dengan kuat,agar nona nya itu tidak terjatuh.


"Nona anda tidak perlu terburu-buru seperti itu,saya tidak akan menggoda nona lagi" ucapan Austin itu semakin membuat Cessa bertambah malu dan kesal.


"Lepas.." ucap Cessa lalu menarik tangan nya kembali dengan kasar,lalu segera pergi dari hadapan Austin,namun beberapa langkah CessaΒ pergi ia kembali berbalik ke arah Austin yang saat ini jarak nya tidak terlalu jauh dari posisi ia berdiri.


"Kau jangan mengikuti ku lagi,aku mau ke kamar!" sambil menunjuk bodyguard nya itu dengan nada memperingati,lalu kembali melanjutkan jalan nya menuju kamar nya,karena ia tau kalau bodyguard nya itu tidak akan mengikuti nya sampai ke dalam kamar.


Setelah sampai ke kamar nya Princessa langsung menjatuhkan dirinya ke kasur,ia mulai berkutat dengan handphone nya melihat-lihat ig nya"Haahh..bosann..!!"sambil membanting hp nya ke samping.


"Keluar di ikutin terus,di kamar bosan.."gerutu Princessa,ia terus memutar otak nya agar bisa kabur dan bertemu dengan teman-teman nya,baru sehari saja ia di mansion tapi sudah merasa bosan seperti ini.


"Kalau lewat jendela..."


"Tidak..tidak ide buruk,tinggi banget kalau lewat jendela.."


"Haahhh.. seperti nya aku harus pasrah selama 4 hari di mansion" dengan wajah lesu Cessa menghela nafas berat membayangi 4 hari ke depan yang akan ia lalui dengan membosankan.


Tokk..tokk..


"Masuk" ucap Cessa


"Nona ada teman nona datang"ucap pelayan


"Siapa?" tanya Cessa


"nona Aquila,nona Juliet dan nona Bella"


Cessa pun langsung bangkit dari tidur nya saat mendengar sahabat nya yang datang ke mansion nya.


Cessa pun langsung turun dengan terburu-buru,akhir nya ia tidak akan bosan karena sahabat-sahabat nya datang di waktu yang tepat,walaupun ia sedikit aneh karena tadi Aquila bilang mereka akan ke mansion nya saat sore hari,tapi ia tidak peduli yang penting saat ini sahabat-sahabat nya sudah datang.


"Guys..oopss" hampir saja Cessa terjatuh karena terburu-buru.


"Oh my god Cessa be careful,kita ga akan kemana-mana kali" ucap Juliet


"Aku terlalu senang kalian dateng saat ini,kalian tidak tau betapa bosan nya aku disini ditambah..."


"Di tambah apa?"ucap Juliet


"Di tambah aku selalu di ikuti Austin terus kemana pun,so boring" ucap Cessa sambil memutar bola mata nya kesalM


"Serius?emang nya sampai kaya gitu?lagian kan di mansion ini ga kemana-mana,terus bodyguard daddy mu kan banyak dan keamanan disini juga ketat" sambung Bella yang mendengar cerita Cessa


"Iya bener kata Bella" ucap Aquila


"I don't know" ucap Cessa sambil mengendikkan bahu nya tanda tak peduli"yang penting kalian udah di sini,ooh iya kata nya kalian kesini sore beres jadwal kalian semua..memang nya kelas kalian udah beres?" sambung Cessa


Mereka bertiga kompak tersenyum penuh arti saat mendengar pertanyaan dari Cessa.


"Why?kenapa kalian senyum kaya gitu?" tanya Cessa


"Hmm..sebener nya kita itu bolos di kelas kita yang terakhir" cengir Juliet


"Ya ampun kalian..." Cessa hanya menggeleng-gelengkan kepala nya mendengar kelakuan sahabat-sahabat nya itu.


"Habis..nihh Aquila ingin cepet-cepet ketemu kamu Cess"tunjuk Bella dan Juliet bersamaan


"Ya habis aku khawatir Cess,gimana sekarang?kamu udah ga apa-apa kan?"tanya Aquila


"I'm ok,udah ga apa-apa kok" ucap Cessa tenang walaupun ia masih ingat jelas kejadian itu.


"Serius??kenapa bisa sihh,i know you.. kamu ga se ceroboh itu Cessa apalagi ini berenang.. I know you really like swimming Cessa" ucap Aquila yang aneh dengan kejadian yang menimpa sahabat nya ini,entah kenapa ia merasa ada yang aneh.


Bella yang mendengar pertanyaan Aquila diam menunggu jawaban yang akan di berikan Cessa pada mereka apakah kali ini Cessa akan jujur,ia berharap Cessa jujur kali ini.


"Ya..inti nya aku kurang pemanasan sihh..jadi nya kaya gitu" jawab Cessa tenang,sebenar nya ia sudah mempersiapkan jawaban nya ia tau sahabat nya ini pasti penasaran dengan apa yang terjadi pada nya.


"No..i don't believe this,i know you Cessa,it's impposible kamu ga mungkin melakukan hal seceroboh itu,kalau mau bohong jangan padaku Cessa,kau berbohong pada orang yang salah."cecar Aquila pada Cessa


"Ya Aquila.. sebener nya aku sudah menyadari kalau Cessa bohong pada saat kejadian" sambung Bella yang akhir nya angkat bicara tentang kejadian kemarin.


Cessa yang mendengar itu hanya terdiam melihat teman-teman nya yang menuntut jawaban dari nya, Cessa sebenar nya bingung harus menjawab apa,kalau ia menjawab jujur mau tak mau ia pasti harus memberi tau kejadian dulu yang sempat membuat nya trauma,ia tidak mau sahabat nya itu tau ia belum siap untuk membuka luka lama itu.


Juliet yang melihat Cessa yang terdiam mulai menyadari kebenaran yang di ucapkan Bella dan Aquila bahwa Cessa berbohong,ia kecewa..kecewa pada diri nya sendiri yang tidak peka,namun saat melihat Cessa yang terdiam dan pikiran nya yang seperti berkelana mau tidak mau membuat nya harus menghentikan ini karena ia melihat mata Cessa yang mulai berkaca-kaca,seperti nya masalah nya tidak sesepele itu.


"Oohh..please guys kalian kenapa siihh.. malah nyudut in Cessa kaya gini,don't cry Princess.. don't worry kamu boleh cerita,kalau kamu mau cerita kita akan selalu mendengar kan"ucap Juliet sambil memeluk Cessa dari pinggir,menyadarkan Cessa dari ke terlamunan nya.


Bella yang menyadari ucapan nya yang sedikit memaksa langsung menghampiri Cessa yang tengah di pelukan Juliet."I'm sorry Cessa aku ga maksud nyudut in kamu"ucap Bella merasa bersalah,benar kata Juliet sebagai sahabat seharus nya ia tidak memaksa sahabat nya untuk bercerita hanya demi ego nya saja.


"Iya Cessa aku minta maaf" sambung Aquila sambil memegang tangan Cessa erat


"It's okay, maaf aku belum bisa cerita sama kalian dan lebih memilih berbohong pada kalian" ucap Cessa merasa bersalah


"Ya kami ngerti,kalau kamu ada butuh apa-apa telepon kita aja,kita siap dua puluh empat jam" ucap Juliet setengah bercanda untuk mencairkan suasana yang tadi sempat tegang.


Cessa tertawa mendengar celotehan juliet."kalian memang my best friend,makasih"sambil tersenyum melihat ketiga sahabat nya,ia bersyukur dengan ke pindahan nya kesini...ke London ia dapat menemukan sahabat-sahabat nya ini.


Gimana semua jangan lupa vote dan komen nya yahh..


Terima kasih


😊😊😊