
Hai readers
jangan lupa vote dan komen nya yahh..
happy reading 🤗🤗
•
•
•
"hoaamm"
"jam berapa sekarang" Cessa melihat ke arah jam yang saat ini menunjukkan pukul 7 pagi, ia pun duduk untuk mengumpulkan kesadaran nya secara penuh,ia sedikit menggerakkan kaki nya yang sakit perlahan-lahan,apakah masih terasa sakit atau sudah membaik. Tapi baguslah kaki nya tidak sesakit kemarin,untung obat dan salep yang diberikan paman Ren sangat bagus ia langsung merasakan perbedaan nya, jadi ia bisa meyakinkan daddy nya untuk tidak kembali bolos hari ini.
Cessa pun turun dan berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk bersiap, walaupun kaki nya sudah membaik tapi tetap masih terasa tidak nyaman, jalan nya pun masih belum seperti biasa.
***
saat Princessa sudah selesai bersiap ia pun jalan perlahan untuk mengambil keperluan nya ke kampus juga handphone nya yang saat ini ada di kasur, ia pun mengambil ponsel nya lalu memanggil Austin melalui panggilan cepat nya untuk kesini membantu nya, karena berjalan dengan satu tumpuan kaki nya membuat nya merasa pegal bukan main, baru saja panggilan itu tersambung, pintu kamar nya terdengar terketuk dari luar.
"masuk" ternyata yang mengetuk itu adalah Austin, Austin pun segera menghampiri nona nya yang kini masih sedikit terkejut bahwa dirinyalah yang masuk, karena terlihat dari raut wajah nya yang sedikit tertegun dengan hp yang masih tersambung ke ponsel nya.
"kau sudah ada di depan kamar ku sejak kapan?" tanya Cessa yang tidak menyangka bahwa Austin sudah siap ke kampus dengan style khas mahasiswa pada umum nya, karena sebenar nya jadwal nya dan Austin masih lama, tapi seperti nya Austin sudah mulai mengerti tabiat nona nya itu yang setelah ia bangun pasti selalu sudah bersiap walaupun jadwal nya itu bisa dibilang masih lama.
"sejak nona mulai melangkah menuju kamar mandi, nona mau langsung sarapan atau bagaimana?" yang dengan sigap membawa tas nona nya itu untuk disampirkan di lengan kiri nya, dan lengan kanan nya segera menahan pinggang nona nya dan memegang nya lembut.
Cessa yang melihat kesigapan Austin langsung mengalungkan lengan kiri nya di bahu Austin lalu mereka berjalan perlahan, "tidak aku ingin ke taman dulu saat ini untuk menghirup udara pagi, suruh pelayan bawakan cemilan ringan ke taman"
"baik nona,tunggu sebentar saya mau mengambil handphone saya dulu di saku" ucap Austin berhenti lalu melepas pegangan nya kepada Cessa untuk mengambil ponsel nya.
Cessa pun hanya melihat setiap gerakan Austin yang kini sedang menelepon pelayan untuk membawa pesanan nya, ternyata Austin ini memiliki sisi yang perhatian juga, bukti nya tanpa ia suruh ia sudah berinisiatif sendiri.
"sudah nona" Austin pun kembali membantu Cessa menuju taman, Cessa hanya diam saja dengan semua perlakuan Austin padanya, ia kini sedikit mulai membuka diri pada Austin dan menerima cara kerja Austin pada nya, walau terkadang menyebalkan tapi kini ia mulai bisa menerima nya.
saat sudah sampai Cessa duduk di bangku santai disana dan meluruskan kaki nya "biar saja pijat nona,apakah masih sakit?" tanya Austin pada nona nya itu yang terkadang masih terlihat meringis.
"sebener nya udah ga terlalu sakit, tapi yang kanan jadi nya pegal karena jadi tumpuan" ucap Cessa sambil sedikit memukul-mukul kaki kanan nya untuk sedikit menghilangkan rasa pegal nya.
"ya udah nona biar saya pijat, sambil menunggu cemilan nya datang, saya juga minta sarapan hari ini sekalian dibawa, takut nya nona terlalu asyik disini dan lupa sarapan" jelas Austin yang kini sudah memulai pijatan nya di kaki Cessa, Cessa entah kenapa sedikit tersentuh dengan perhatian Austin padanya, Austin itu seperti tau kebutuhan,rutinitas,kebiasaan nya dan yang lain nya.
ia tidak pernah merasa tersentuh oleh orang yang baru dikenal nya, ia sekali merasa langsung tersentuh itu oleh 'penyelamat' nya saat ia di kepung oleh wartawan waktu itu. Dan baru kali ini lagi ia tidak butuh waktu lama untuk menerima seseorang memasuki 'teritori' nya. Karena sahabat-sahabat nya pun terbilang cukup lama, walaupun dalam kamus nya waktu sahabat nya memasuki 'wilayah' nya itu terbilang cepat, namun memang penyelamat nya itulah satu-satu nya orang yang tercepat masuk dalam 'wilayah' nya yang orang lain susah untuk masuki. Dan mungkin orang kedua yang mencetak waktu tercepat adalah Austin bodyguard nya dan kebenaran yang membuat nya sedikit lucu nama mereka berdua itu sama.
entah ini takdir atau apa Austin sang penyelamat dan Austin sang bodyguard dua orang bernama sama yang dengan mudah nya memasuki 'teritori' nya.
"nona ini sarapan dan cemilan nona" ucap pelayan yang baru saja datang
"simpan saja di meja" pelayan itu langsung menaruh pesanan nona nya itu di meja.
"saya permisi nona" ucap pelayan itu yang dibalas anggukan oleh Cessa ia pun lalu pergi dari hadapan nona nya.
"mau di suapi juga oleh ku nona?" ucap Austin tiba-tiba menggoda nona nya saat melihat Cessa yang mau mengambil sarapan nya itu.
Cessa melihat ke arah Austin dengan sebal ia tahu Austin hanya menggoda nya saja, terlihat dari ekspresi nya itu yang menyebalkan" tidak usah... tangan ku masih berfungsi dengan baik" sambil menggerakkan kedua tangan nya memperlihatkan pada Austin bahwa tangan nya baik-baik saja.
Austin terkekeh pelan melihat ekspresi nona nya yang sebal, dan ia pun kembali melanjutkan sesi pijat nya kepada nona nya ini.
"kau tidak sarapan?" tanya Cessa yang sudah memulai sesi sarapan nya sambil menikmati pijatan Austin.
"saya tidak terbiasa sarapan nona"
"ooohh.. padahal sarapan itu bagus, yakin kau tidak mau?" ucap Cessa sambil menyodorkan sarapan nya ke arah Austin.
"tidak nona terima kasih" tolak Austin
"ya sudah" Cessa pun kembali melanjutkan sarapan nya. saat ia sedang asik memakan sarapan nya ponsel nya tiba-tiba berdering Cessa pun melihat id pemanggil yang menunjukkan no saja tanpa ada nama kontak, yang menandakan no ini tidak tersimpan di kontak nya,siapa ini? Cessa sedikit menimbang-nimbang apakah akan ia angkat atau tidak.
"ada apa nona?" tanya Austin yang melihat nona nya itu yang tidak langsung mengangkat telepon nya.
"tidakk.. hmm.. no ini tidak tersimpan di kontak ku, jadi aku sedikit ragu untuk mengangkat nya" jawab Cessa mengutarakan pemikiran nya yang bimbang untuk mengangkat telepon nya atau tidak pada Austin.
"coba angkat saja nona siapa tahu penting" ucap Austin memberi saran pada nona nya yang terlihat sekali ragu untuk mengangkat telepon dari no yang tidak di kenal itu.
Cessa hanya diam memikirkan saran Austin padanya, terlihat sekali orang di ujung telepon itu tidak mau menyerah sampai Cessa mengangkat telepon nya.
"hallo" Cessa menunggu jawaban di sebrang telepon nya, menerka-nerka siapa yang menelepon nya saat ini.
"Cessa...apa kau benar Princessa?" suara di sebrang sana terdengar berat, menandakan orang yang menelepon nya ini seorang laki-laki, ia tidak kenal dengan suara laki-laki ini, tapi kenapa dia bisa tahu no ku.. apakah dia teman saat elementary school, junior high school, atau senior high school.
"ya.. siapa ini?" tanya Cessa penasaran
"kau tidak ingat dengan suaraku?" tanya lelaki di sebrang telepon, terselip nada kecewa di dalam nya yang membuat Cessa semakin penasaran, apakah orang ini memang dekat dengan nya, tapi kenapa ia bisa lupa..
"tidak.. aku tidak ingat" jawab Cessa singkat
"aku Luke Cessa.. apakau sudah ingat?"
"Lukee.." Cessa sempat tertegun saat mendengar nama itu, nama yang pernah tertera di hati nya, walau mereka belum meresmikan hubungan nya sebelum nya. namun tidak bisa di pungkiri bahwa Luke telah masuk ke dalam hati nya.
"yes.. Princess i miss you" terdengar sekali dengan jelas nada yang sarat akan kerinduan itu di telinga Cessa, yang membuat nya mengingat kembali kenangan nya bersama Luke saat mereka menempuh pendidikan di Lurius High School.
"kemana saja kau.." ucap Cessa lirih, mewakilkan pertanyaan nya selama ini kepada Luke... kemana saja Luke saat ia sangat membutuhkan dukungan dari nya.. di mana luke saat ia mencari nya.. dimana Luke saat ia terpuruk.. tidak ada.. Luke tidak ada saat ia sangat..sangat membutuhkan nya.
"i'm..sorry Princess please forgive me" Cessa hanya diam mendengar Luke yang memohon maaf kepada nya. Cessa tidak bisa membendung lagi tangisan nya.
"kenapa..hiks..kau tidak datang luke" ucap Cessa lirih diselingi isakan tangis nya yang sudah tidak terbendung lagi.
"i'm sorry Princess...aku..saat itu ayah ku sudah mengurus surat kepindahan ku ke jerman, di samping aku sekolah aku juga disuruh mengurus perusahaan ayah ku yang di jerman,saat itu cabang perusahaan sedang collaps dan sebagai penerus nya kelak aku di uji untuk menstabilkan perusahaan itu." jelas Luke pada Cessa agar Cessa mengerti posisi nya saat itu, tanpa tahu apa yang terjadi pada Cessa.
Cessa hanya diam mencerna penjelasan Luke padanya, sebenar nya bukan sepenuh nya salah Luke, ia juga saat itu bukan siapa-siapa nya Luke rasa nya sedikit tidak pantas ia menuntut Luke yang saat itu tidak ada di samping nya untuk menguatkan nya. Luke juga mempunyai masalah nya sendiri tapi hati nya terlanjur sakit, karena Luke sama sekali tidak mengabari nya selama ini.
"a..aku mengerti, maaf aku sempat menyalahkan mu, seharus nya aku mengerti kalau aku bukan siapa-siapa mu." ucap Cessa lirih
"please Princess you're my everything, forgive me, setelah perusahaan stabil aku terlalu fokus mengembangkan perusahaan juga kuliah ku, hingga aku tidak sempat menghubungi mu"
"kalau aku adalah segala nya untuk mu, setidak nya kau mengabari ku selama tujuh tahun ini Luke, tapi apa.. kau sama sekali tidak menghubungi ku, kau membiarkan ku menunggu tanpa kejelasan!"
"Princess..."
"sudahlah.. aku tidak mau memperpanjang ini, kau mau maafku kan, aku maafkan.. mulai saat ini jangan menghubungi ku lagi" potong Cessa lalu mematikan telepon itu dengan cepat, tanpa mau mendengar penjelasan Luke lagi.
"nona.." Austin memanggil nona nya itu pelan menunggu respon nona nya itu yang kini terdiam setelah memutuskan sambungan telepon itu, ia melihat Cessa yang terdiam seakan pikiran nya tidak ada disini, Austin kembali memanggil nona nya itu pelan"nona.. kau tidak apa-apa?" yang membuat Cessa tersadar dari lamunan nya akan kenangan nya bersama Luke.
Ia menatap Austin lekat, tak lama ia langsung menghambur kedalam pelukan Austin menumpahkan tangis nya yang sedari tadi ia tahan, dan kini ia meluapkan semua nya, Austin tertegun akan sikap impulsif Cessa padanya, Austin pun mengelus punggung Cessa pelan menguatkan Cessa lewat tindakan nya.
"hikss..hikss..hikss"
setelah Cessa berhenti menangis Austin melihat ke arah nona nya itu yang kini sedang mengusap air mata yang masih tertinggal di pipi nya "apa nona sudah lebih baik?" ucap Austin yang ikut merapihkan penampilan nona nya yang saat ini bisa dibilang kacau.
Cessa hanya mengangguk menjawab pertanyaan Austin "terima kasih" ucap Cessa sedikit canggung kepada bodyguard nya ini, saat ia sadar betapa memalukan nya tindakan nya tadi.
"ya sama-sama nona, kalau nona ingin cerita nona bisa cerita padaku, aku akan siap jika nona butuh" ucap Austin sambil tersenyum ke arah Cessa.
Cessa tersenyum saat mendengar perkataan Austin yang terdengar tulus bagi nya"sekali lagi terima kasih Austin, kau orang yang baik ternyata, tapi untuk saat ini aku belum mau bercerita"
"ya tidak apa-apa nona, dengan nona yang mulai percaya padaku, itu sudah membuatku senang" ucap Austin tersenyum senang.
"ya aku akui bahwa aku sudah mulai mempercayai mu dan mulai menerima keberadaan mu sebagai bodyguard yang selalu di samping ku"
"terima kasih nona, nona lanjutkan lagi sarapan nya, itu masih belum habis" tunjuk Austin pada sarapan Cessa yang masih tersisa banyak.
"aku sudah tidak selera Austin, kau saja yang habiskan yah" pinta Cessa sambil memasang muka memelas ke arah Austin.
"tidak nona, walaupun hubungan kita ini sudah membaik, bukan berarti aku akan luluh pada nona, karena rules is rules saya melarang juga untuk kebaikan nona"
"iya..iya.. lama-lama kamu kaya daddy saja, sedikit-sedikit larang, sedikit-sedikit nasihatin" ucap Cessa malas
Austin hanya terkekeh mendengar perkataan nona nya itu ditambah ekspresi muka nya yang sedikit jengkel membuat Austin ingin mencubit pipi itu.
"ya sudah.. nona habiskan sarapan nya sekarang yah.." ucap Austin dengan nada yang seperti membujuk anak kecil.
"ya..iya aku bukan anak kecil lagi" ucap Cessa kesal lalu mengambil sarapan nya dan memakan nya cepat-cepat.
gimana.. jangan lupa vote dan komen nya yahh.. mudah-mudah an pada suka
terima kasih 🤗🤗🤗