Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 19 Feel Familiar (merasa akrab)



Happy reading


β€’


β€’


β€’


πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Austin kali ini sedang menunggui nona nya yang sedang menjalani hukuman dari Mrs.Sissy,ia melihat Princessa sangat fokus mengerjakan tugas yang diberikan padanya"nona ada yang bisa saya bantu?"tanya Austin


"Tidak usah! Memang nya kau akan bertanggung jawab kalau Mrs.Sissy kesini dan melihat bahwa hukuman ku dikerjakan oleh mu"jawab Cessa sinis


"Saya hanya akan membantu nona tidak sepenuh nya,pasti Mrs.Sissy juga akan mengerti"


"Tidak usah.."ucap Cessa singkat


"Baiklah nona"


Setelah beberapa lama Cessa menepuk bahu nya pelan ia merasa pegal sekali duduk berjam-jam seperti ini,seperti nya pekerjaan kantoran tidak akan cocok untuk nya,baru seperti ini saja ia sudah merasa kepayahan...padahal baru sehari ia menjalani nya,apalagi jam 5 masih lama..Mrs Sissy memang memberikan jam pulang padanya,ia harus pulang jam 5 sisa nya akan dilanjutkan esok hari nya lagi,ia seperti sudah bekerja saja"haahh..capekk" gerutu Cessa sambil meregangkan otot-otot nya,Austin yang melihat Princessa yang kelelahan segera menghampiri nona nya itu dan berdiri tepat dibelakang nona nya lalu segera memijit bahu nona nya itu"apa yang kau lakukan!" ucap Cessa reflek menepis tangan Austin yang sudah bertengger di bahu nya dan memijat nya.


"Memijat nona tentu saja" ucap Austin santai sambil kembali memijat nona nya


"Sudah tidak usah" sambil melepaskan tangan Austin di bahu nya


"Sudahlah nona,saya melihat nona kelelahan saya tidak membantu anda sama sekali sedari tadi..jadi saya membantu anda untuk melepaskan kelelahan nona" ucap Austin kembali melanjutkan memijat bahu Princessa


Princessa pun akhirnya diam, lagian ia merasa relaks dengan pijatan Austin jadi ia tidak menolak nya lagi,rasa nya ia ingin tertidur saja saking lelah badan nya sedikit terobati dengan pijatan Austin, pengawal nya ini sangat multitalenta pantas daddy nya itu memilih nya.


"Bagaimana nona...apakah sudah tidak merasa pegal?" Tanya Austin pada Cessa yang sedang memejamkan mata nya menikmati pijatan Austin


"Ya lumayan..kau berbakat juga yah sebagai tukang pijat" ucap Cessa santai


"Terima kasih nona, saya memang sudah biasa memijat ibu saya sedari dulu" ucap Austin yang sedikit tertegun dalam sekejap untuk menguasai emosi nya agar tidak keluar saat mengungkit tentang ibu nya apalagi di depan nona nya ini, yang menjadi tersangka utama nya.


"Oohh..sekarang ibu mu tinggal dimana?"tanya Princessa yang entah kenapa tidak bisa menahan rasa penasaran nya tentang keluarga Austin.


Austin terdiam dengan mata menyalang ke arah princessa ia tanpa sadar tertegun sejenak sampai pijatan nya pun berhenti rasanya tangan nya ini gatal sekali ingin mencekik leher Princessa yang berada tepat di depan nya yang tidak menyadari ada bahaya yang mengintai nya.


Princessa yang tidak mendengar jawaban dari Austin ingin berbalik melihat Austin,namun saat ia akan menengok Austin kembali memijat nya dan seakan menahan Princessa agar tidak berbalik pada nya "ibu saya sudah meninggal nona" ucap Austin setelah ia dapat menguasai dirinya sendiri


Princessa yang mendengar jawaban yang tidak ia duga sebelumnya merasa bersalah "sorry aku ga maksud" ucap Cessa merasa bersalah


"Tidak apa-apa nona,kejadian nya sudah lama saat saya berumur 20 tahun"


"Memang sekarang umur mu berapa?"tanya Cessa yang masih merasa penasaran tentang Austin.


"Saya berumur 27 tahun nona"


"Ooohh..berarti sudah 7 tahun berlalu,disini kau tinggal dengan siapa? ayahmu?" Cessa merasa aneh dengan dirinya kenapa saat ini ia merasa sangat penasaran tentang Austin dan bahkan mereka bisa mengobrol santai seperti ini,biasa nya mereka itu selalu seperti kucing dan anjing walaupun ia akui memang dirinya yang selalu mencari gara-gara pada Austin.


"Tidak nona saya tidak memiliki keluarga disini"


"Benarkah?kakak atau adik.. tidak punya?"


"Tidak nona,adik saya juga telah meninggal,saya sedari kecil tinggal dengan ibu dan adik saya,saya tidak mengenal ayah saya jadi kami hanya tinggal bertiga saja"


"Adik mu juga sudah meninggal? meninggal karena apa?"


Austin yang mendengar pertanyaan Princessa ia mengetatkan geraham nya sambil masih memijat bahu Princessa.


"Kecelakaan nona"sebisa austin menjaga nada bicara nya agar terdengar normal


"Aku turut berduka cita"ucap Princessa merasa bersalah karena mengungkit masa lalu lelaki itu yang bisa dibilang pahit karena telah di tinggal oleh keluarga terdekat nya.


"Terima kasih nona,saya mencoba tegar saat itu saat tahu adik dan ibu saya meninggal dalam kecelakaan tabrak lari...tepat di depan saya" Austin sengaja memberitahu Princessa kejadian yang menimpa adik dan ibu nya,ia hanya ingin melihat apa ada reaksi yang akan ditunjukkan oleh Princessa saat mendengar kata 'tabrak lari'.. yang pernah Princessa lakukan sendiri.


Dan ia sempat melihat punggung Princessa yang tegang walau sekejap,ia hanya tersenyum sinis saat melihat reaksi Princessa yang seperti itu,seperti nya Princessa memang tidak merasa bersalah sama sekali atas kejadian yang pernah ia perbuat, yang semakin membuat rasa dendam dalam hati nya semakin besar,ternyata benar kau itu hanya seorang putri manja yang cacat Princessa... kau hanya dapat berlindung di bawah kekuasaan orang tua mu dan berbuat sesukamu tanpa memikirkan akibat dari setiap tindakan mu,aku akan pastikan kau akan hancur dan aku akan menikmati kehancuran mu setiap detik nya.


Princessa merasakan perasaan itu lagi dalam hati nya, rasa yang membuat nya gelisah apalagi saat ia mendengar cerita yang menimpa adik dan ibu Austin yang menjadi korban tabrak lari yang mau tidak mau mengingatkan nya akan kejadian yang menimpa nya dimasa lalu, yang membuat nya merasa bersalah,putus asa, dan ketakutan yang ia rasakan sekaligus dalam hati nya,karena ia pun belum sempat menjenguk keluarga korban saat itu karena ia harusΒ  memulihkan kesehatan nya,dan sampai sekarang ia masih merasa bersalah... andaikan ia menuruti ucapan orang tua nya saat itu yang menyuruh nya untuk berangkat dengan sopir.. tidak akan seperti itu kejadian nya,tapi ia malah bersikeras untuk mengendarai mobil nya sendiri yang berakhir tragis.. walaupun bukan ia pelaku tabrak lari tersebut,tapi rasa bersalah itu tetap menghantuinya.


"Ta..tabrak lari?" Princessa mencoba menetralkan pernapasan nya saat ini dan mensugestikan pikiran nya agar tenang,karena ia mulai merasakan sesak napas,ia tidak mau memperlihat kan dirinya yang sedang rapuh kepada orang lain... ia tidak mau.


"Iya nona,dan pelaku nya mungkin saat ini sedang berkeliaran menghirup udara bebas" ucap Austin yang semakin sengaja


"Cukup Austin.. tolong ambilkan aku minum setelah itu belikan aku cemilan di kantin.." Austin pun melepaskan kan pijatan nya dan segera mengambilkan nona nya itu segelas air dan menyodorkan nya ke arah Princessa,Austin melihat tangan Princessa yang sedikit bergetar saat menerima minum dari nya dan melihat mata Princessa yang memerah dengan napas yang sedikit tidak teratur.


"Nona apa kau baik-baik saja?"


Austin yang melihat itu sedikit tersenyum senang seperti nya nona nya itu sedikit terdampak dengan kata-kata nya yang terakhir tadi,ini baru permulaan nona aku masih akan memberikan sedikit demi sedikit kejutan untukmu.


"Baik nona tunggu sebentar"Ucap Austin lalu berlalu dengan cepat meninggal kan Princessa.


Princessa yang melihat Austin telah menjauh cepat-cepat membuka tas nya dengan tangan yang bergetar hebat sudah tidak tertahan oleh nya, isi tas nya berhamburan keluar ia tidak peduli,yang saat ini ia pedulikan adalah obat nya untuk segera ia minum dan meredakan kesakitan nya.


Saat obat itu telah masuk dan meluncur kedalam tubuh nya ia mulai sedikit relaks walapun tangan nya masih sedikit bergetar dan napas nya pun masih ada rasa sesak tapi setidak nya tidak seperti tadi,setelah ia mulai merasa tenang ia pun segera mengambil barang-barang nya kembali dan memasukkan nya kedalam tas dan kembali mengerjakan tugas nya untuk mengalihkan pikiran nya dari pikiran yang tidak-tidak.


"Ini nona makanan nya" ucap Austin yang sudah kembali ke ruangan Mrs.Sissy


"Taruh saja di meja" ucap Princessa singkat


Setelah beberapa lama akhirnya waktu nya ia pulang pun tiba"akhirnya waktu nya pulang"ucap Princessa sambil merenggangkan badan nya untuk merileks kan otot-otot nya yang tegang karena sudah duduk dan berkutat dengan komputer berjam-jam, Princessa pun mengambil minum nya untuk melegakkan rasa haus nya lalu ia menatap Austin yang sedari tadi menunggui nya dengan duduk di kursi yang lumayan jauh dari nya "ayo kita pulang"ucap Princessa lalu bangkit saat sudah membereskan meja Mrs.Sissy agar kembali rapih lalu mengambil tas nya dan segera menghampiri Austin.


"Baik nona apakah ada yang tertinggal?" Tanya Austin


"Tidak ada,ayo cepat aku sudah merindukan kamar mandi ku untuk segera berendam" ucap Princessa mendahului Austin untuk cepat-cepat menuju mobil nya dan kembali pulang ke mansion nya untuk merileks kan tubuh nya dengan berendam.


"Baik nona"


***


Setelah sampai mansion nya Cessa bergegas ke kamar nya karena ia merasa tubuh nya sudah lengket sekali dan lelah jadi ia ingin cepat-cepat berendam untuk melepaskan rasa lelah nya,saat ia sedang menaiki tangga menuju kamar nya,entah karena kelelahan atau mungkin karena efek tadi ia kambuh kepala nya sedikit terasa sakit jadi langkah nya oleng saat menaiki tangga hingga Cessa terjatuh dan mencederai kaki nya


"Aww.."ringis Cessa saat ia mencoba bangkit kaki nya terasa sangat sakit,Austin yang baru menyusul melihat nona nya terduduk di tangga sambil meringis memegang kaki nya.


"Nona anda kenapa?" Tanya Austin menghampiri Cessa yang sedang kesakitan.


"Kaki ku sakit" jawab Cessa sambil memegang kaki nya yang terasa sakit.


"Mana biar saya lihat nona" Cessa pun memberi izin Austin untuk melihat kaki nya yang terasa sakit,ia rasa kaki nya itu terkilir.


"Seperti nya kaki nona terkilir, apakah mau saya panggilkan dokter?"


"Boleh" jawab Cessa cepat


Setelah Austin menelepon dokter pribadi keluarga Llyod ia pun berinisiatif untuk menggendong nona nya itu sampai kamar nya,karena terlihat sekali Princessa sangat kesakitan"biar saya gendong nona ke kamar" izin Austin pada Princessa, Princessa pun tidak menolak inisiatif Austin untuk menggendong nya karena apabila ia menolak itu akan semakin mempermalukan dirinya sendiri,karena untuk bangkit saja Cessa kesusahan apalagi berjalan...sudah jelas Cessa tidak bisa, untuk kali ini ia menahan ego nya sendiri dan mengizinkan Austin untuk menggendong nya menuju kamar nya.


Austin pun segera menggendong Cessa ala bridal style,Cessa pun segera melingkarkan tangan nya di leher Austin menjadikan nya pegangan, mereka tanpa sengaja bertatapan saling terpaku oleh tatapan satu sama lain, entah apa arti tatapan mereka masing-masing, yang jelas mereka tidak saling menolak saat mata mereka bertemu dalam tatap.


Austin yang sudah sadar langsung mengalihkan mata nya kedepan fokus pada tangga yang mereka lalui, berbeda dengan Cessa yang entah kenapa ia merasa tidak asing dengan tatapan itu, namun ia tidak ingat dan aroma Austin Cessa merasa kenal..namun ia lupa mencium aroma ini dimana, namun pikiran nya meneriakan bahwa ia mengenali aroma ini, ia merasa aneh dengan dirinya sendiri entah kenapa tubuh dan pikiran nya merasa kenal dengan Austin,ada aroma yang akrab yang ia kenali, padahal ia baru mengenali Austin saat menjadi bodyguard nya, sebelum nya ia merasa tidak pernah bertemu dengan Austin.


Cessa terus memikiran itu sampai ia tidak sadar bahwa dirinya dan Austin sudah sampai tepat di depan pintu kamar nya, bahkan Austin telah memanggil nya


"Nona..nona" panggil Austin yang belum juga mendapat sahutan dari Princessa


"Nona.." panggil Austin sedikit keras untuk menyadarkan nona nya yang tidak menyadari panggilan nya sedari tadi.


"Aahh.. iya ada apa?"tanya Cessa menatap wajah Austin


"Bisakah nona membuka pintu nya,tangan saya tidak bisa"sambil sedikit menggoyang tangan nya yang mau tidak mau juga menggoyang kan badan Princessa mengisyaratkan bahwa dirinya kini sedang menggendong Princessa.


Princessa yang sudah sadar bahwa dirinya sudah tepat di depan pintu kamar nya segera membuka nya,dan ia pun dibaringkan di atas kasur nya dengan lembut oleh Austin.


"Terima kasih"ucap Cessa pada Austin yang kini sedang berdiri di samping kasur nya.


"Iya sama-sama nona, itu sudah kewajiban saya" ucap Austin diringi senyum nya yang terlihat tulus dimata Princessa, dan itu sempat membuat nya terpaku sejenak.


Tok..tokk..


Austin yang mendengar itu segera beranjak untuk membuka pintu itu, yang ternyata adalah dokter pribadi keluarga Llyod dan Austin pun memberi jalan agar dokter itu segera masuk.


"Nona saya izin keluar" ucap Austin


"Ya Austin.. sekali lagi terima kasih.." jawab Princessa


"Iya nona sama-sama" ucap Austin lalu berlalu keluar dari kamar Princessa, dan Cessa pun terus melihat Austin hingga tidak terlihat lagi terhalang oleh pintu kamar nya, entah apa maksud tatapan nya itu.


Hai readers..


Jangan lupa vote dan komen nya yah...


Terima kasih


πŸ˜ŠπŸ€—πŸ˜‰