Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 18 oddity(keanehan)



Happy reading πŸ€—πŸ€—


β€’


β€’


β€’


Princessa saat ini sedang berkumpul dengan teman-teman nya di taman kampus


"Cess itu austin kenapa pake baju normal,biasa nya juga dia pake baju ala-ala bodyguard" bisik Aquila penasaran dengan perubahan austin yang saat ini tampak seperti mahasiswa biasa,tidak kaku dan ia akui ketampanan nya bahkan bertambah kali lipat


"Dia memang bodyguard aquila" Ucap Bella yang sebenar nya memang sudah tau maksud dari aquila menanyakan itu ia hanya ingin menggoda saja


"Iya aku tau...maksud ku itu.. ahh..sudahlah kau tau kan maksud ku cessa" Ucap Aquila frustasi


"Saya sekarang berkuliah disini juga nona aquila" Ucap Austin yang memang mendengar bisikan aquila yang menanyakan tentang penampilan nya saat ini.


Aquila yang mendengar jawaban austin tanpa sadar tersipu malu,entah kenapa ia bisa malu seperti ini biasa nya juga tidak kalau melihat bodyguard sahabat nya ini, mungkin karena perubahan mendadak austin saat ini yang menambah ketampanan nya berkali lipat hingga membuat nya salah tingkah.


"Sudah terjawab bukan aquila" Ucap Cessa santai"lagian kau tidak usah malu-malu kucing seperti itu tidak cocok dengan muka mu yang seperti tante-tante" Ucap Cessa tertawa lepas saat melihat wajah kesal sahabat nya itu


"Cessaaa!!jahat banget aku dibilang tante-tante"masih dengan wajah cemberut nya ia mencubit tangan cessa keras


"Awww.. okay..okayy..sorry"sambil menunjukkan kedua jari nya tanda damai kepada sahabat nya itu.


"Kalian ini..seperti anak kecil saja,cessa kamu sudah tidak apa-apa kan?"tanya bella menatap cessa yang kini menatap nya balik


"Memang nya aku kenapa..??" Ucap Cessa ringan seperti tidak ada beban sama sekali padahal dalam hati nya sebenar nya ia tidak mau mengungkit itu lagi


"Aku serius princessa" Ucap Bella sedikit kesal dengan tingkah princessa saat ini.


"Aku sudah tidak apa-apa kalian tidak usah khawatir lagi,aku masih bisa mengatasi nya"


"Baiklah..kalau ada yang ingin kau ceritakan..ceritakan saja pada kami"kali ini aquila yang angkat bicara.


"Ya makasih...ngomong-ngomong juliet lama banget dari tadi belum sampai" Ucap Cessa kesal dan mencoba menelepon juliet,setelah beberapa saat akhir nya telepon nya diangkat juga oleh juliet"kamu dimana juliet rum wilsonn!!" Ia meloudspeak agar bella dan aquila bisa mendengar dan membantu nya untuk mencecar juliet yang terlambat


"Iya please juliet kita dari tadi nunggu kamu!! kebiasaan lambat nya ga pernah hilang deh!" Ucap Aquila yang memang tidak pernah suka dengan sifat juliet yang satu ini..


"Sorry..sorry..bentar lagi nyampe janji"


"Okay kita tunggu,hati-hati di jalan nya julie" Ucap Bella lalu cepat-cepat menekan tombol merah sebelum bella dan cessa semakin mencecar juliet.


"Malah dimatiin bell aku belum selesai tuh ngasih tau juliet.."ucap aquila kesal


"Iya aku juga belum beres"sahut cessa


"Udah..udah kalian kenapa sihh...suka banget jailin juliet"


"Iya..iya mommy yang bawel.." Ucap Bella dan Cessa berbarengan menggoda bella


"Apasih kalian.." Ucap Bella kesal mendengar ucapan sahabat-sahabat nya itu yang kentara sekali menggoda nya.


Saat mereka asik berbincang austin yang sedari tadi diamΒ  melihat nona nya itu dengan tatapan yang sangat dingin.


Mungkin saat ini kau masih bisa tertawa lepas seperti itu princessa namun tidak lama lagi aku akan menghapus senyuman itu dengan tangisan yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidup mu.


Bella yang hanya melihat cessa dan aquila sedang berbincang hanya memperhatikan mereka saja,ia memang jarang berbicara tergantung mood nya,dan kali ini mood nya itu sedang ingin berdiam dan hanya memperhatikan teman-teman nya saja,namun saat tatapan nya bergeser ke arah sebelah princessa tepat nya ke arah austin yang saat ini tepat berada di belakang princessa dan posisi nya saat ini saling berhadapan dengan princessa yang otomatis berhadapan juga dengan austin dan ia melihat tatapan dingin austin yang terlihat sekali tertuju kepada princessa,ia mengernyitkan dahi nya melihat tatapan itu.. ia merasa sedikit ketakutan dengan tatapan yang ditunjukan austin.


Apa maksud tatapan nya itu?bella yang tanpa sadar terus memperhatikan austin sambil menerka-nerka arti tatapan austin tersebut tak menyangka tatapan nya akan bertubrukan dengan mata sekelam malam itu,austin pun tampak tertegun sejenak lalu setelah menguasai dirinya kembali austin pun tersenyum sopan ke arah bella,bella yang melihat itu pun sedikit tersentak kaget lalu segera menguasai dirinya kembali dan kembali memperhatikan perbincangan aquila dan cessa tanpa membalas senyum sopan austin padanya,karena ia masih menyimpan tanda tanya dengan tatapan austin itu.


Haahh.. untung saja aku cepat menyadari.. kenapa aku sampai tidak sadar bahwa bella memperhatikan ku,apakah ia melihat tatapan ku yang ditujukan pada princessa.. semoga saja tidak,seperti nya ia harus mewaspadai bella,di lihat-lihat bella ini tipe yang sangat waspada dan ia harus berhati-hati menjaga ekspresi dan tatapan nya agar orang-orang di sekitar princessa tidak mencurigai nya.


Tak lama juliet datang dengan napas yang memburu terlihat sekali ia terburu-buru.


Hosshh..hosshh..


"Minta..min..minum dong" Ucap Juliet yang masih mengatur napas nya agar stabil.


"Calm down julie..tarik napas.. buang.. tarik napas..buang"intruksi Aquila pada Juliet yang terlihat sangat kelelahan sekali lalu menyodorkan botol minum nya kepada juliet,seperti nya ia berlari dari parkiran kesini terbukti dengan keringat sebesar biji jagung yang terlihat di pelipis nya.


Glekk..glekk..


Juliet dengan cepat meminum minuman milik aquila terburu-buru untuk melepaskan dahaga nya..


"Haaahhh... Lega.." Ucap Juliet senang akhirnya dahaga nya itu hilang"sorry guys"sambil menampilkan senyum tanpa dosa nya itu ke arah Princessa,Bella dan Aquila


"Kebiasaan banget.." Ucap Princessa


"Iya sekali aja juliet.. kamu itu ga telat kalau kita janjian!"timpal Aquila kesal yang seperti nya dari tadi sudah gatel ingin bicara.


"Iya maaf.."jawab Juliet lirih


"Udah dong guys,maklumin aja julie kan memang susah di ajak on time" Ucap Bella mencoba menengahi.


"Ya udah.. kita maafin,lagian juliee.. please kamu belajar on time yahh.. ini juga semua buat kebaikan kamu juga"lanjut Bella memberi petuah kepada juliet yang memang paling manja dari mereka ber empat.


"Iya aku usahain.. makasih mommy petuah nya" Ucap Juliet terkekeh yang melihat raut kesal bella saat ia memanggil nya dengan sebutan 'mommy'


"Kalian semua sama saja!"ujar Bella kesal selalu disebut 'mommy' oleh mereka ber tiga memang salah kalau ia mau memberi nasihat kepada sahabat-sahabat nya itu,ia kan peduli kepada mereka bukan ia sok dewasa atau sok bijak.


Princessa,Aquila dan Juliet melihat Bella yang terlihat diam dan kesal mereka pun semakin mendekati bella"kita minta maaf ya bell,kita cuman bercanda doang,jangan ngambek dong"Ucap Aquila membujuk bella yang tidak menggubris ucapan nya sama sekali masih asik dengan keterdiaman nya sambil membaca buku yang dibawa nya.


"Iya bell kita minta maaf,janji deh ga bakal kaya gitu lagi"lanjut Princessa yang kali ini membujuk bella namun masih tidak dijawab oleh bella.


"Bell kamu beneran marah sama kita?kita kan cuman bercanda maaf yahh" Ucap Juliet yang menggunakan jurus andalan nya yaitu menunjukkan puppy eyes nya kepada bella.


Namun,tak lama bella tertawa kencang ia sudah tidak bisa menahan nya,sedari awal ia memang tidak marah kepada sahabat-sahabat nya ini,ia hanya ingin membalas kejahilan mereka padanya dan berhasil


"Parah bell.. kira aku beneran" Ucap Princessa sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan bella itu.


"Habis kalian itu selalu paling kompak kalau soal menjahili ku,ya udah aku jailin balik" Ucap Bella enteng


Mereka pun terus berbincang tidak ingat waktu kalau bukan austin yang mengingatkan kepada princessa bahwa cessa akan ada kelas sebentar lagi,seperti nya mereka akan terus asik mengobrol seperti itu sampai melupakan jadwal mereka masing-masing, memang saat ini princessa yang memiliki kelas lebih awal dari mereka ber empat di lanjut oleh bella dan juliet yang memiliki jam kelas yang bersamaan dan yang terakhir adalah aquila.


Dan saat ini princessa sedang memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan materi di depan kelas dan sesekali mencatat nya,tepat disamping nya adalah austin cessa sudah duga tidak sedikit mahasiswi disini langsung terkagum kepada austin saat ia memperkenalkan dirinya di depan kelas tadi,kalau ia ingat itu rasa nya jengkel,apa sih yang dilihat mereka tentang austin bahkan sahabat nya sendiri sampai tersipu malu hanya karena austin berbicara pada nya... Ia tak habis pikir memang nya apa yang membuat mereka tertarik.. tampan?.. ia akui austin tampan tapi banyak juga disini yang tampan.. wise?..no..big no austin itu tidak baik ia itu hanya pandai mencari muka dengan orang di sekitar nya,beda sekali jika hanya berdua dengan nya sifat menyebalkan nya itu keluar.


"Princessa"princessa yang sedari tanpa sadar malah memikirkan austin tidak menyadari bahwa dosen nya itu sudah ada tepat di depan nya dan memanggilnya dengan nada tegas yang membuat nya sedikit merinding..


"Kamu memperhatikan apa yang tadi saya jelaskan?"tanya dosen itu pada cessa,semua mata di kelas kini tertuju pada cessa,pasal nya dalam hati mereka ada yang menyayangkan sikap princessa yang sempat-sempat nya melamun di kelas mrs.sissy walaupun terkenal baik namun sekali ada yang membuat masalah di kelas nya bisa-bisa mahasiswa yang sedang apes itu bisa langsung di kasih nilai jelek dan mau tidak mau harus mengulang kelas..


"Sorry mrs.."


"Apa kesalahan mu?"


"Saya tidak memperhatikan mrs.saat menjelaskan di depan"


"Okay.. kalau begitu setelah kelas kamu beres segera ke ruangan saya"


"Baik mrs"


Princessa menghela napas saat mrs.sissy sudah pergi dari hadapan nya,ia merutuki kebodohan nya yang tanpa sadar melamun,ini semua gara-gara austin.. kenapa bisa-bisa nya ia memikirkan austin sihh.. jadi nya seperti ini kan,hhahh..ia tidak tau hukuman apa yang akan mrs.sissy berikan padanya, baru juga ia masuk kuliah udah harus menerima hukuman lagi.


"Nona kenapa?apakah ada masalah"bisik Austin saat dirasa mrs.sissy sedang tidak melihat ke arah nya.


"Diam,aku tidak apa-apa jangan mengajak ku bicara,mood ku sedang buruk jangan semakin memperparah nya" sahut cessa berbisik ke arah austin menunjukkan kekesalan nya dalam setiap kata yang ia ucapkan pada austin.


"Baik nona" Ucap Austin singkat saat mendengar nada memperingati pada nya agar tidak semakin memperburuk mood nona nya ini.


Mereka akhirnya masing-masing terlarut dengan kegiatan masing-masing walau terkadang austin mencuri lihat ke arah cessa.


***


Saat ini cessa sudah ada di ruangan mrs.sissy ia sebenar nya tidak langsung ke ruangan mrs.sissy setelah kelas nya beres,ia ke kantin terlebih dahulu untuk mengisi perut nya,ia tidak peduli jika mrs.sissy telah menunggu nya dan semakin tidak menyukai nya toh semua nya juga sudah terlanjur ya sudah jadi ia tidak peduli dengan penilaian dosen itu pada nya.


Dan kali ini ia sedang melihat mrs.sissy sedang menatap nya dengan tatapan yang bisa dibilang sedikit jengkel


"Kenapa kamu tidak langsung ke ruangan saya princessa?"tanya mrs.sissy pada nya.


"Maaf mrs. Saya tadi ke kantin dulu karena perut saya tidak bisa menunggu mrs,perut saya butuh diisi" Ucap Cessa santai


"ya sudah...Saya mau minta tolong padamu sekaligus ini adalah hukuman mu,tolong buatkan file dengan teliti... ini dokumen nya" Ucap mrs.sissy pada cessa sambil menunjukkan dokumen yang menumpuk di atas meja nya


"Apa mrs!!..sebanyak ini?" Ucap Cessa syok melihat dokumen yang menumpuk itu


"Ya.. saya ingin beres selama 3 hari ya princessa.. kamu boleh bawa pulang ini semua,saya tunggu"


"Tapi mrs... Saya juga kan banyak tugas"bantah cessa yang tidak terima disuruh mengerjakan tugas dosen nya itu.


"Kamu mau saya kasih nilai jelek atau kerjakan hukuman ini?"tanya mrs.sissy memberi kan pilihan kepada cessa.


Cessa yang diberi pilihan seperti itu akhir nya menghela napas kasar,ia tidak mau mengulang kelas terpaksa ia harus menerima hukuman ini,walau sebenarnya ia tidak mau,lagian ia bisa saja menyuruh seseorang untuk mengerjakan hukuman nya.


"Baik mrs...saya akan menerima hukuman ini" Ucap cessa pura-pura sedih menerima hukuman padahal ia sudah memiliki rencana lain,dan siapa yang akan ia suruh.. siapa lagi kalau bukan austin,ia hanya bisa tersenyum dalam hati saat memikirkan rencana nya.


"Bagus.. baiklah kalau begitu kamu bisa pergi princessa jangan lupa bawa dokumen nya" Ucap mrs.sissy


"Baik mrs. Saya akan panggil teman saya dulu untuk membawa nya" Ucap Cessa pada mrs.sissy,lalu segera melangkah keluar untuk memanggil austin,dan saat ia kembali masuk bersama austin ia pun menyuruh austin untuk membawa semua dokumen ke mobil.


Mrs.sissy yang melihat sikap bossy yang ditunjukan princessa itu berubah pikiran,bisa saja hukuman yang ia beri pada princessa bukan dikerjakan oleh princessa sendiri melainkan oleh orang lain,apalagi melihat sikap princessa tadi"tunggu princessa"tahan mrs.sissy saat melihat princessa yang akan keluar tanpa menghiraukan austin yang sedang merapihkan dokumen agar bisa membawa semua nya tanpa ada yang tertinggal.


"Iya mrs?" cessa pun kembali menghampiri meja mrs.sissy


"Siapa nama kamu?"tunjuk mrs.sissy pada austin


"Saya austin mrs"


"Baik austin taruh lagi dokumen nya tidak usah dibawa"


"Haahh..mrs kata nya aku harus mengerjakan dokumen itu dan membawa nya ke rumah?"tanya princessa keheranan


"Saya berubah pikiran princessa,saya ingin melihat langsung cara kerja kamu,jadi saya putuskan,setelah kamu beres semua kelas,kamu ke ruangan saya untuk mengerjakan ini disini tidak di bawa ke rumah" Cessa yang mendengar ucapan mrs.sissy terbelalak kaget,berarti rencana nya gagal dong untuk menyuruh austin yang mengerjakan nya.


"Ta..tapi mrs.."


"Tidak ada tapi-tapi an princessa saya kasih kelonggaran waktu,saya kasih kamu waktu 5 hari untuk mengerjakan ini"


Dasar mrs.sissy labil perawan tua...udah bagus hukuman nya kaya tadi pakai berubah segala sihhh.. keselll...


"Bagaimana princessa?"tanya mrs.sissy yang melihat princessa terdiam


Haaahhh.. cessa pun menghela napas kasar sungguh ia kesal kali ini tapi mau tidak mau ia menerima ini..


"Baik mrs..."ucap cessa lesu


"Saya pulang dulu mrs"lanjut cessa lalu berlalu pergi meninggalkan austin begitu saja.


"Saya juga mrs"lanjut austin lalu bergegas menyusul nona nya itu.


Haii.. readers


Jangan lupa vote dan komen nya yahh..


Terima kasih


πŸ€—πŸ˜ŠπŸ˜‰