Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Princessa's past #1 (Masa Lalu Princessa)



Happy reading


ยฐ


ยฐ


ยฐ


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Setelah kepulangan sahabat-sahabat nya Princessa langsung kembali ke kamar nya,karena ia sudah bosan di ikuti terus oleh bodyguard nya itu. Setidak nya dengan kedatangan sahabat-sahabat nya rasa bosan nya sedikit terobati,sekarang Princessa kembali bingung setelah kembali ke kamar nya,ia bukan tipe yang suka tinggal di rumah... hampir satu hari full bisa di bilang ia selalu ada kegiatan entah kegiatan kampus atau hang out dengan teman-teman nya atau sekedar minum di cafe,asalkan ia tidak berada di mansion nya,walaupun mansion nya ini bisa dibilang memiliki berbagai fasilitas,bahkan sebagian besar fasilitas di mansion ini adalah kesukaan nya seperti kolam renang,bioskop mini,ruang lukis belum lagi tempat-tempat kesukaan ayah nya dan termasuk kesukaan nya juga seperti lapangan tembak,ruang tinju,gym dll. Memang banyak sekali fasilitas yang ayah nya buat untuk nya agar ia nyaman,lalu ada juga ruang spa,salon itu semua yang disediakan daddy nya untuk nya dan mommy nya tapi sebagian besar memang kesukaan nya.


Jangan salah walaupun ia terlihat sangat dimanjakan oleh kedua orang tua nya tetapi ia memang diajari ayah nya untuk tetap bisa menjaga diri sendiri,dan mandiri yahh walau terkadang ia sangat..sangat..sangat manja,tetapi apabila situasi menuntut nya untuk mandiri ia cepat beradaptasi,seperti saat ia ada acara camping di sekolah nya saat SHS dulu,ia justru yang paling diandalkan dalam tim nya,bisa dibilang ia mewarisi kecerdasan ayah nya dan kecerdikan ibu nya sehingga ia termasuk orang yang cerdas di sekolah nya,dulu ia memang terobsesi untuk dikenal,dikagumi dan disanjung oleh lingkungan sekitar nya karena ia merasa...saat orang mengenal,mengaggumi dan menyanjung nya ia akan dengan gampang mendapat kan apa yang dia mau,yupp buah memang tidak pernah jatuh jauh dari pohon nya like mother like daughter begitulah cara ibu nya itu memikat ayah nya,dan cara itu yang ia tiru dalam kehidupan nya,dan terbukti orang sekitar nya rela melakukan apa pun yang ia suka,apa pun yang ia minta dan apapun yang ia inginkan dengan cuma-cuma.


Hingga terbentuk lah sifat nya yang arrogan,susah menghargai,tidak mengerti perasaan orang lain,dan tidak bisa mengekspresikan perasaan nya dengan baik karena terbiasa dimengeri oleh orang lain,kecuali orang-orang terdekat nya.


Namun,memang semua itu berubah saat kejadian mendekati hari kelulusan nya,ia tidak tau akan terjadi hal seperti itu menimpa dirinya, kejadian itu lah yang membuat nya menutup diri,semakin arrogan,dan bukan lagi seperti Princessa yang sebelum nya... yang memiliki pesona dan aura yang memikat layak nya seorang Princess seperti nama nya,semua nya seakan redup bagai bunga yang layu.


Flashback on


Pada hari itu hari telah menjelang sore, Princessa saat itu sedang bersiap-siap untuk mendatangi pesta ulang tahun teman se SHS nya di salah satu restoran terkenal di New York City yang akan dimulai pukul 8 malam,ia berangkat sendiri menggunakan mobil nya tanpa di antar jemput oleh sopir nya,orang tua nya sebenar nya sudah melarang nya karena khawatir, karena ini pertama kali nya Princessa mengendarai mobil nya sendiri,walaupun Princessa memang sudah bisa mengendarai mobil tetap saja orang tua nya khawatir, namun Princessa saat itu tetap memaksa dan meyakin kan orang tua nya bahwa tidak akan terjadi apa-apa dan ia akan mengenderai mobil nya dengan pelan.


Setelah meyakinkan orang tua nya terutama mommy nya,akhir nya ia mendapat izin untuk pergi sendiri dengan syarat jangan ngebut dan pulang sebelum jam 10 malam,Princessa pun menyanggupi nya.


Princessa pun pamit kepada orang tua nya dan segera berangkat dengan mobil nya menuju ke pesta ulang tahun teman nya,teman-teman nya yang lain sudah mengabari nya tadi bahwa mereka sudah sampai disana.


Sesampai nya Cessa di tempat ia pun menyerahkan kunci mobil nya ke petugas valet disana dan segera masuk dengan langkah anggun tersenyum ke arah teman-teman nya dan segera menghampiri mereka.


"Princess yang kita tunggu-tunggu sudah datang,you're so beautiful babe" Ucap Luke dengan cepat memeluk pinggang Cessa dan mengecup pipi Cessa singkat.


Cessa yang mendapat kecupan dari teman nya itu langsung melayangkan cubitan di pinggang teman nya itu dan memelotot untuk memperingati teman nya ini agar tidak sembarang melakukan itu.


"Woaahh.. kalian ini sebenar nya cocok,kenapa ga pacaran aja sihh..lagian kalian udah sedekat itu" ucap Emily yang melihat kemesraan ke dua teman nya itu.


"Sejujur nya aku berharap begitu em.." jawab Luke santai yang masih memeluk pinggang Cessa mesra.


"Gimana babe?" tanya Luke menengok kan kepala nya untuk melihat Cessa yang sedari tadi belum membuka suara nya.


Cessa pun membalas tatapan luke padanya dan tersenyum manis "No.. kamu itu playboy, kalau udah ga playboy aku pertimbangkan" jawab Cessa santai sambil menepuk nepuk pipi Luke dan segera melepaskan tangan luke yang berada di pinggang nya.


"Aku gak playboy sayang,aku ini cowo baik baik makanya kalau ada cewe minta bantuan sama aku yah aku bantuin lah" ucap Luke


"Modus" ucap Alice yang sedari tadi hanya memperhatikan teman-teman nya itu mengobrol.


"Aku serius" jawab Luke meyakin kan teman-teman nya.


"Ahh..sudahlah,dimana Edellyn?" Tanya Cessa cepat agar ia bisa pergi dan tidak mendengar ocehan Luke lagi.


"Itu disana sedang bersama teman dan kekasih nya" tunjuk Emily ke arah posisi Edellyn berada.


"Baiklah aku kesana dulu" ucap Cessa segera pergi ke arah Edellyn sang bintang pesta malam ini.


Di sepanjang ia berjalan menuju ke tempat Edellyn ada saja yang menyapa nya, ia memang salah satu bintang sekolah di sekolah nya bahkan ia adalah ratu nya, jadi tidak heran kenapa banyak sekali yang mengenali nya padahal Edellyn bukan teman sekelas nya,yang artinya sebagian tamu pesta adalah bukan teman sekelas nya,tapi ada saja yang mengenali nya.


"Edellyn happy birthday" ucap Cessa pada Edellyn yang saat ini sedang ngobrol dengan teman-teman nya.


"Princessa! thank you for coming" pekik Edellyn sambil memeluk Princessa dan bercipika cipiki


"pasti aku datang,your gift" ucap Cessa sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna pink soft yang terlihat mewah dan elegant.


"What is this?" tanya Edellyn pada Cessa penasaran.


"Just open" jawab Cessa santai


Edellyn yang sangat penasaran pun segera membuka nya dan saat ia melihat itu ia tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya dan reflek menjerit senang dan langsung memeluk Cessa.


"Are you serious?" tanya Edellyn yang masih tidak percaya dengan hadiah yang diberikan Cessa pada nya.


"Of course" ucap Cessa sambil tersenyum.


"Ohh my god...thank you Cessa thank you so.. much" sambil kembali memeluk Cessa erat


"You're welcome" membalas pelukan Edellyn


"What happen honey?" Tanya pacar Edellyn yang sedari tadi penasaran melihat pacar nya itu yang terlihat senang saat melihat isi amplop yang diberikan Cessa,yupp pacar Edellyn...Samuel juga mengenal Princessa


"Ini sayang Cessa ngasih aku liburan ke maldives full service"


"Really?" tanya Sam sambil menatap pacar nya dan Cessa bergantian


"Bener lah,emang nya kamu kira aku bohong Sam?"sambil memicing kan matanya kesal kearah Sam.


"Sorry..sorry.." jawab Sam saat melihat wajah kesal Cessa


"Iya Sam Cessa beneran kasih aku two tickets untuk liburan di maldives" sambil menunjukan ke dua jari nya menunjukkan bahwa bukan satu tapi dua tiket.


"I know you really like maldives Llyn,dan aku ingat daddy punya pulau pribadi disana" ucap Cessa


"Oohh..so sweet thank you"


"Ya Llyn...have fun"


"Of course!!" pekik Edellyn senang


"Aku kesana dulu ya Cessa ga apa-apa?mau nyapa tamu yang lain"


"Ya Llyn ga apa-apa"


"Enjoy it" ucap Edellyn menepuk bahu Cessa pelan lalu pergi untuk menyapa tamu nya yang lain.


Cessa pun berkeliling untuk mengambil makanan yang tersaji disana,saat sudah mengambil makanan nya ia pun melangkahkan kaki nya menuju taman, saat ia sedang menikmati makanan nya di taman yang berada di luar restorant tersebut tiba-tiba ada yang duduk di samping nya dan saat ia menoleh ternyata adalah Luke


"Hai babe..kenapa ga di dalem aja disini dingin di tambah pakaian kamu terbuka seperti itu" ucap Luke sambil menunjuk pakaian yang di pakai Cessa saat ini.


"No aku sedang ingin disini Luke"


"Seperti biasa keras kepala"


"Yes i'm" jawab Cessa santai terkekeh pelan mendengar ucapan Luke tentang nya yang memang benar adanya.


"Ga usah Luke" ucap Cessa mencoba melepaskan jaket luke yang tersampir di bahu nya,Luke pun menahan tangan Cessa yang akan melepaskan jaket nya


"Kali ini jangan keras kepala Cessa, akuย ga mau kamu sakit" ucap Luke dengan wajah serius, Cessa pun akhir nya menurut.


Hening di antara mereka, Cessa yang asyik memakan makanan nya dan Luke yang sedari tadi memperhatikan Cessa sesekali tersenyum kecil.


"Kamu pulang jam berapa aku anter yah"


"Aku bawa mobil sendiri Luke"


"Ya udah aku ikutin dari belakang"


"Terserah kamu aja Luke" ucap Cessa mengalah


"Cessa kamu beneran ga mau pertimbangin aku sebagai pacar kamu?"


"Jangan mulai Luke" ucap Cessa malas


"Habis kamu seperti tidak tertarik padaku"


"Memang" jawab Cessa cepat


"Seriously Cessa,kamu ga mau terima aku, aku ini yang ter tampan di Lurius High School,cewe-cewe pasti mau jadi pacar ku" ucap Luke pede


"It's them.. not me,lagian pede banget sih Luke banyak kali yang tampan... bahkan lebih tampan dari kamu" ucap Cessa geli mendengar ke pede an Puke


"Tapi ga ada yang kaya aku Cessa.. aku ini limited edition" Cessa tertawa mendengar kata-kata luke


"Kamu tuh cantik Cessa cuman sayangย  sombong dan jutek"


"Mulai ngatain yahh.. udah ga mau jadi calon kandidat pacar aku" ancam Cessa pada Luke


Luke yang mendengar kata-kata Cessa tersentak kaget


"Beneran Cessa?"


"Masih calon yah belum jadi pacar,lagian banyak yang ngantri juga selain kamu untuk jadi pacar nya Princessa"


"Nahh..ketularan pede nya kan" ucap Luke menggoda Cessa


"Apasih Luke" Luke hanya tertawa melihat Cessa yang tersipu malu akibat godaan nya.


Mereka pun menikmati malam itu dengan saling bercanda tawa,terlihat bahwa mereka saling merasa nyaman satu sama lain.


Cessa yang sadar terlalu larut ia pun melihat jam nya yang telah menunjukkan pukul 09.30 Cessa pun bergegas untuk pulang


"Pulang sekarang?" tanya Luke saat melihat Cessa mulai bangkit.


"Ya"


"Ya udah ayo aku antar"


Mereka pun berbarengan untuk segera pulang mereka sempat berpamitan dulu kepada sang tuan rumah dan berlalu keluar dari restoran,saat mereka keluar tiba-tiba ada bodyguard yang menghampiri Princessa.


"Maaf nona anda pulang dengan saya"


"Kalian mengikuti ku?" ucap Cessa sedikit kesal


"Maaf nona tuan yang menyuruh kami untuk mengikuti nona, dan sekarang nona pulang bersama kami"


"Tidak,aku bawa mobil sendiri" tolak Cessa keras kepala


"Maaf nona sebenar nya mobil anda tadi di bawa kabur oleh seorang petugas valet saat kami akan masuk juga, namun ternyata petugas itu menuju keluar bukan ke arah parkiran,salah satu rekan saya mengejar nya,sementara saya yang mengawasi nona"


"APA!!" Cessa yang shock hampir saja limbung untung Luke sedang di samping nya ia dengan cepat memegang Cessa agar tidak terjatuh.


"Apa sudah ada kabar dari rekan mu itu?" tanya Luke pada bodyguard itu.


"Belum tuan,saya sedari tadi menunggu kabar nya,tapi sampai sekarang belum ada kabar sama sekali"


"Kenapa kau baru kasih tau aku sekarang!!" Ucap Cessa marah


"Maaf nona.. saya tidak mau merusak acara nona jadi saya memutuskan memberi tau nona saat ini"


"Ya sudah kamu pulang sama aku aja yah" bujuk Luke pada Cessa


"Baiklah"


"apa kau sudah memberi tau daddy?" Tanya Cessa pada bodyguard nya itu


"Sudah nona, pengawal yang lain sedang membantu mengejar nya atas perintah tuan"


"Ya sudah...aku akan pulang dengan Luke"


"Baik nona" ucap bodyguard itu membungkuk badan nya sedikit lalu berlalu pergi dari hadapan Cessa


"Aku kasih dulu kupon nya ke petugas valet yah" ucap Luke yang hanya di jawab anggukan oleh Cessa


Luke dengan cepat memberi kupon nya ke petugas valet dan sesekali melihat ke arah Cessa,saat ini tidak dipungkiri bahwa ia khawatir kepada Cessa,ia baru kali ini melihat Cessa seperti itu,saat sudah selesai ia pun terburu buru ke arah Cessa.


"Sudah jangan sedih,aku akan bilang ke papah ku untuk bantu mencari okay" hibur Luke pada Cessa sambil mengelus kepala Cessa sayang.


"Entahlah Luke firasat ku tidak enak" dengan wajah gelisah Cessa mengatakan itu.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan yah"


Cessa pun hanya mengangguk dan tak lama mobil Luke pun sampai,mereka pun bergegas masuk dan pergi menuju mansion.


Gimana sebener nya flashback nya masih panjang jangan bosen yah..


Ini bakal sedikit mengungkap konflik..


Jangan lupa vote dan komen nya yah


Terima kasih..


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰