Princess And Bodyguard

Princess And Bodyguard
Bab 2 Meet(Bertemu)



Saat ini aku sedang berada di kamar ku, yapp.. benar dugaan ku daddy mengambil semua fasilitas ku,tidak ada kartu kredit,debit,laptop,ipad dan hp.


seriously!!!


Bahkan hp ku pun ikut tersita,


"how you can do that... Daddy.. ughhh"


aku hanya bisa menggerutu sedari tadi dan memukul-mukul bantal ku melampiaskan kekesalan ku pada daddy,karena aku tidak berani kalau  langsung melampiaskan pada daddy, bisa-bisa langsung jadi tahanan rumah,bagai burung dalam sangkar emas.


Bruk ..


aku langsung jatuh telentang di atas kasur ku yang empuk.


"Haahhh.."aku hanya bisa menghela nafas sambil menatap langit-langit kamarku,hingga tanpa sadar aku pun tertidur karena kelelahan.


***


"Nona..bangun"sambil menggoyang kan tubuh Princessa dengan lumayan keras karena sedari tadi nona nya ini belum bangun juga,sementara tuan nya sudah mewanti-wanti kepadanya agar segera membangunkan putri nya yang satu ini,"kalau tidak bangun juga siram saja pakai air"ucap tuannya itu,tapi mana berani dia membangunkan nona muda nya dengan cara menyiramnya,bisa-bisa dia dimarahi habis-habisan oleh nona muda nya ini,membayangkan nya saja sudah membuat dia bergidik ngeri,apalagi kejadian...


"Ihhh.."sambil menggigil ketakutan


karena seluruh penghuni rumah sudah tau tabiat putri tuan nya ini seperti apa,arogan,sombong,dan kalau marah udah kaya singa ga dikasih makan selama setahun,jadi lebih baik cari aman,walaupun kalian benar,lebih baik pura-pura salah saja biar tidak tambah panjang urusan nya.


"Nona,tuan sudah nunggu nona dibawah"ucap pelayan itu sambil masih berusaha membangunkan nona nya dengan cara menggoyangkan tubuhnya lebih keras lagi.


Princessa pun segera bangun dan melihat pelayan itu dengan kesal


"IYA!! Ga liat apa aku udah bangun" Ucap Princessa berteriak kepada pelayan itu.


Pelayan itu pun hanya bisa mematung kaget oleh bentakan nona muda nya ini.


"Ngapain masih disini,keluar!!!" Ucap Princessa kesal sambil melihat pelayan itu dengan tatapan marah,mood nya hari ini kacau karena hukuman yang diberikan daddy nya,nafas nya masih naik turun setelah dia mulai tenang ia lalu bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kampus.


**Meja makan**


Princessa memakan sarapan nya dengan enggan,sedari tadi ia hanya menusuk-nusuk roti nya dengan pisau dan garpu yang ada di tangannya,dengan wajah tertekuk masam,sudah jelas ia sedang merajuk kepada orang tua nya terutama daddy nya.


"Princess sayang,makan sarapan mu dengan benar"ucap Anetha mommy Princessa sambil menatap putri nya itu,dia tau putri nya ini sedang marah,tapi dia tidak bisa apa-apa karena semua keputusan ada pada james.


"Daddy sudah menyewa bodyguard,daddy akan memasukkannya ke kampus yang sama dengan mu,dia akan menjadi mahasiswa sepertimu." Ucap daddy santai sambil memakan sarapan nya,bahkan daddy tidak melihat kearahku sama sekali.


"Dadd.."baru aku mau protes mommy sudah memotong perkataan ku


"Ini untuk kebaikan mu sayang,mommy tidak mau ada sesuatu yang menimpamu lagi"ucap mommy sambil menatap ku khawatir,aku tau ini semua demi kebaikan ku tapi tidak sampai menyewa bodyguard yang akan terus mengikuti ku,aku juga punya privasi kan...


"Aku tau mom,tapi ga usah sampai menyewa bodyguard segala"ucap ku memelas,membujuk mom untuk menghilang kan opsi bodyguard sebagai hukuman ku.


"Aku janji tidak akan melakukan hal-hal yang membuat 'mereka' tertarik"


"Tidak,sudah cukup kamu membuat janji kepada daddy dan mommy,dan semua itu selalu kamu langgar Princessa, kali ini daddy tidak akan mengalah padamu lagi" Ucap daddy tegas sambil menatap ku,aku melihat kekhawatiran yang sama yang ditunjukan mommy tadi,Aku hanya bisa pasrah kalau sudah begini.


Aku tau daddy pasti mengingat kejadian itu,kejadian itu seakan masih menghantui kami,walau kami berusaha mengubur nya,itu seperti pukulan berat bagi keluarga Llyod.


Aku termenung menatap kosong ke arah makanan di depan ku,pikiran ku langsung teringat perlakuan yang mereka lakukan,perlakuan mereka seakan terus masuk ke dalam pikiran ku tanpa penghalang,memaksaku untuk terus mengingat itu semua,


Aku tidak bisa membendung pikiran ku,kejadian demi kejadian itu seakan terekam kembali di otaku,blitz kamera,para wartawan yang memberondong nya,suara-suara orang yang mencaci maki nya seperti lebah yang mendengung di telinganya,semuanya seperti rol film yang terus berputar tanpa henti,


Aku tidak bisa menahannya,nafas ku mulai tidak teratur,kepalaku pusing saat mengingat kejadian itu,kejadian yang membuat ku hancur,rasa jijik dan mual mulai bergejolak di perut ku,aku langsung berlari ke arah wastafel dan memuntahkan sarapan ku tadi,setelah aku memuntahkan semua nya,aku mengatur nafas ku


"Hosh..hosh..hoshh"


"Cessa"ucap mommy sambil  memegang bahuku aku langsung berbalik ke arah mommy dan memeluk nya erat,seakan itu lah satu-satu nya pegangan hidup ku,aku terisak kuat di pelukan mommy


"Hiks..hikss.."


"Its okay honey..its okay..we're always by yours side"bisik mommy kepadaku sambil mengelus rambut ku.


"Yes honey,we're promise"sambung daddy,aku menatap nya yang kini sedang menatap ku,mulut nya tersenyum menenangkanku,tatapan nya seakan meyakinkan ku bahwa apapun rintangan yang akan kami hadapi ia akan selalu menjadi perisai bagiku,"You're my hero dad"ucap ku dalam hati sambil membalas senyuman nya.


***


Setelah aku meyakinkan daddy dan mommy untuk pergi ke kampus,akhirnya mereka mengijinkan ku untuk pergi dan saat ini aku sedang berjalan menuju kelas ku,aku tidak sedang bersama teman-teman ku,aku hanya berjalan sendiri,aku pun jadi teringat perkataan daddy tadi tentang bodyguard itu,seperti apa sebenarnya bodyguard itu,daddy sama sekali tidak memberitahu ku baik itu namanya,foto nya,ciri fisik atau apapun itu.. hanya satu yang daddy beritau padaku yaitu


"Dia lumayan tampan,walau tidak setampan daddy" Ucap daddy pede saat aku memaksanya memberitau seperti apa bodyguard itu.


WHAT.. memang daddy pikir di kampus ini yang tampan hanya satu orang apa.. aku tidak habis pikir dengan pemikiran daddy,akhirnya aku hanya bisa pasrah,aku akan mencari tau sendiri bodyguard itu,rasa nya seperti di ikuti penguntit kalau seperti ini,karena aku tidak tau sama sekali tentang si bodyguard itu.


"Ya sudah lah" Ucap nya berbicara sendiri sambil terus berjalan menuju kelas nya. Karena hari ini jadwal nya mrs. Margareth dosen kesayangannya.


***


Saat dia masuk ke kelas nya ternyata kelas nya sudah ramai,ia pun segera mencari tempat duduk yang kosong dan yang tersisa adalah bangku disebelah seorang lelaki yang wajah nya hanya terlihat setengah nya karena dia sedang melihat keluar jendela,cessa pun langsung bergegas ke bangku disebelah lelaki itu.


Saat dia sudah duduk di bangkunya,lelaki itu pun menoleh ke arah nya,tatapan mereka bertemu yang satu acuh yang satu dingin,tanpa saling sapa mereka pun kembali menoleh kedepan tanpa peduli teman sebangku mereka satu sama lain,karena Mrs.Margareth sudah ada di depan kelas mereka,dan memulai pelajarannya.


Saat dia fokus menulis,dari ujung matanya ia melihat bahwa lelaki itu seperti memperhatikannya,awal nya ia tidak peduli tapi lama kelamaan dia pun mulai merasa risih,ia pun dengan cepat menoleh ke arah sebelah nya melihat teman sebangku nya itu,dan sekilas dia melihat tatapan itu menakutkan dan penuh amarah,namun tidak lama tatapan itu berubah menjadi tatapan kosong tak terbaca,tak lama dia pun menoleh kedepan acuh tak acuh tak peduli apa yang Cessa pikirkan tentang nya,Cessa mengernyitkan dahi nya bingung melihat tatapan yang di arahkan padanya itu.


Apa maksud dari tatapannya itu?


Ucap Cessa dalam hati kebingungan dengan tingkah teman sebangku nya yang tidak ia ketahui siapa namanya.


Bagaimana...


penasaran dengan yang terjadi dengan princessa,dan sebenernya siapa teman sebangku nya itu dan ada maksud apa..


Jangan lupa baca terus yah


Lalu tekan vote and tulis komennya  😊