
Kalau ada typo mohon maklum yahh..
•
•
•
Happy reading 😉
**Kamar hotel**
Saat ini James dan Anetha masih menunggu jawaban dari putri nya itu yang saat ini masih diam.
"Apa yang kau pikirkan sayang?" Tanya James pada putri nya itu yang terlihat terganggu dengan pertanyaan nya.
"Tidak dad tidak apa-apa" ujar Cessa memaksakan senyuman nya ke arah daddy nya.
"Lalu siapa orang itu?kenapa kamu seakan terganggu dengan pertanyaan daddy,apakah...gara-gara 'dia' kamu sampai tenggelam sayang?" kembali memastikan kecurigaan nya.
"Hmm.. sebenar nya dad,aku tidak tau siapa orang itu bahkan aku belum sempat melihat wajah nya sama sekali,tapi... orang itu seperti nya mengenali ku dan masa lalu ku dad.." jawab Cessa yang memilih jujur kepada orang tua nya tentang kejadian yang menimpa nya.
"Aa..aku ga tau maksud nya apa membisikkan hal itu kepada ku dad.." jelas Cessa bergetar menunduk menahan tangis saat menjelaskan yang sebenar nya.
"Dia membisikkan apa sayang?" Tanya Anetha sambil mengelus rambut putri nya yang saat ini terlihat terguncang,sesungguhnya dia tidak tega kepada putri nya itu setelah melihat respon nya yang seperti ini,tapi dia dan james harus tau agar mereka dapat menyelidiki ini dengan benar.
"Heyy..hey lihat daddy sayang" ujar James berlutut melihat putri nya yang saat ini sedang menunduk.
"Kau harus percaya pada daddy... selama ada daddy,daddy tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti mu,trust me" Cessa pun mengangkat kepala nya membalas tatapan daddy nya yang sungguh-sungguh meyakinkan nya,air mata yang sedari tadi ia tahan pun menetes membasahi pipi nya yang sekarang telah memerah akibat menahan tangis nya sedari tadi.
James pun memeluk putri nya itu erat menguatkan nya melalui pelukan itu,
Cessa mencengkram kuat baju ayah nya hingga kuku nya terlihat putih meluapkan semua kegundahan nya di pelukan ayah nya.
Hikkss..hikss
"Apa salah ku dad..hiks?"
"Tidak sayang kamu tidak salah,ssshhh.." ucap James mengusap kepala putri nya sayang
'Daddy tidak akan membiarkan orang yang telah membuatmu menderita seperti ini bahagia sayang'
Setelah merasa putri nya sudah tenang ia pun melepaskan pelukan nya dan mengusap pipi putri nya dengan lembut.
Cessa pun menghela nafas berat sebelum menjelaskan penyebab ia tenggelam di laut tadi.
"Dia membisikkan...'pembunuh' dad dia seperti tau kalau aku memiliki trauma dengan kejadian itu.." jelas Cessa pada kedua orang tua nya"apa maksud nya membisikkan itu kalau tidak ada tujuan tertentu dad" lanjut Cessa sambil menatap mata daddy nya lekat dengan nanar.
James terdiam saat Cessa menjelaskan hal itu,ya benar pasti orang tersebut memiliki maksud tertentu apalagi sampai membisikkan kata itu pada Cessa yang berakibat fatal pada putri nya,dia harus menyelidiki ini dengan baik,ia harus mulai mengerahkan anak buah nya untuk menyelidiki ini dengan jelas.
"James!!" Setengah berteriak Anetha memanggil suami nya itu yang terlihat melamun dan tidak sadar dirinya memanggil nya sedari tadi.
"Ya sayang kenapa?" Yang terlihat bingung menatap istri nya,ia terlalu fokus dengan pikiran nya untuk segera menyelidiki siapa dalang dibalik kejadian putri nya,sampai tidak sadar bahwa istri nya telah memanggil nya.
"Kau tidak mendengarku James?" selidik Anetha saat melihat suami nya yang balik nanya kepadanya.
"Maaf sayang...ada apa?" Anetha pun hanya menghela nafas saat suami nya itu tidak mendengar ucapan nya.
"Kita harus segera mengusut hal ini James,orang itu sudah membuat putri kita celaka!!"
"Ya sayang kau benar aku akan mengerahkan anak buah ku untuk menyelidiki ini,aku tidak akan membiarkan keluarga ku kembali terluka" ucap James mengetatkan geraham nya menahan marah karena ada orang yang dengan berani nya kembali mengganggu kenyamanan keluarga nya,bahkan sampai membuat putri nya berada dalam ambang kematian,dia tidak akan membiarkan orang itu berjalan bebas di dunia ini,ia akan membalas nya dengan kejam hingga orang tersebut merasai apa arti dari neraka.
***
Saat ini James tengah menelepon detektif kepercayaan nya untuk menyelidiki kasus putri nya.
"Baiklah besok aku sudah ada di kantor ku kita akan berdiskusi besok dan aku akan menjelaskan detail nya padamu" ucap James pada detektif sekaligus teman nya.
Tutt..tutttt.. sambungan pun terputus
James pun kembali ke kamar putri nya dan membawa putri nya itu pulang sekarang. 'Setidak nya di mansion nya ia bisa tenang meninggalkan putri nya itu' pikir nya
Cklekk..
James menghampiri putri dan istri nya.
"Sayang kita pulang hari ini daddy akan menelepon austin untuk menyiapkan semua nya dengan segera" ucap james pada putri nya yang saat ini sedang makan disuapi oleh istri nya.
"Baik dad.."
"Kamu jangan terlalu memikirkan hal ini sayang..biar daddy yang urus semua nya"
"Kamu permata putri mommy satu-satu nya,kamu sakit mommy pun akan merasa sakit sayang"
"Ya sayang kamu adalah permata putri kami satu-satu nya,janji pada kami agar selalu baik-baik saja ya.." ujar James tersenyum ke arah putri nya itu.
"Ya dad i'm promise,kalian juga promise me" jawab Princessa
"Ya we're promise" ucap James dan Anetha bersamaan.
Mereka pun tertawa bersama melupakan sejenak kegundahan yang mereka rasakan tadi.
**Mobil**
"Austin mulai hari ini kamu dan yang lain nya akan berjaga di mansion,saya sudah menghubungi pihak kampus kalau Princessa tidak akan masuk untuk beberapa hari" kata James pada Austin yang saat ini tengah duduk di bangku depan.
"Baik tuan" jawab Austin singkat
"Dadd.. aku sudah tidak apa-apa" ucap Princessa tiba-tiba saat mendengar percakapan ayah nya dan Austin mengenai dirinya.
"No honey.. jangan bantah daddy kali ini" sambil menatap putri nya tegas.
Princessa yang ditatap seperti itu oleh daddy nya mau tidak mau menuruti perintah daddy nya"Hhh.. baiklah but just one day" nego Cessa pada daddy nya itu.
"Tidakk.. daddy sudah bilang pada pihak kampus kalau kamu tidak akan masuk selama 4 hari,tidak ada bantahan lagi enough.." tegas James pada putri nya yang saat ini sudah menunjukkan wajah masam nya.
"Ya..ya baiklah dad terserah"
"Padahal aku sudah tidak apa-apa" gerutu Cessa lirih
James yang melihat putri nya menurut walau masih ada gerutuan yang ia dengar hanya tersenyum ia tau putri nya itu tidak mau membuat dirinya dan Anetha khawatir dengan menunjukkan bahwa dia baik-baik saja,namun ia tau putri nya itu masih belum sepenuh nya pulih dan kejadian itu pun mengguncang batin nya maka dari itu ia memberikan waktu untuk putri nya memulihkan diri.
"Oohh..iya Austin mulai saat ini kau dan yang lain akan tinggal di mansion,agar lebih mudah menjaga Princessa"
"Baik tuan besok saya akan pulang sebentar untuk membawa keperluan saya"
"Baik.. saya tidak mau kejadian seperti ini lagi terulang"
"Ya tuan saya dan yang lain akan bekerja maksimal dalam menjaga nona Princessa"
**Mansion**
Setelah beberapa jam perjalanan Princessa telah sampai di mansion saat hari sudah gelap,saat ini ia sedang berada di kamar nya karena sesaat setelah sampai orang tua nya menyuruh nya untuk segera beristirahat,namun bukan segera istirihat ia masih belum bisa melupakan kejadian yang tadi menimpa nya,itu seakan membuat luka lama nya yang masih belum sepenuhnya kering kini kembali basah,ia terus memandangi langit-langit kamar nya walaupun pikiran nya kini entah kemana,ia mencoba untuk segera tidur namun semua itu kembali terbayang dalam benak nya.
Cessa terus mengubah posisi tidur nya guna untuk mencari posisi yang nyaman,namun setelah beberapa saat ia mengubah posisi nya Cessa belum juga bisa tidur,Ia pun segera bangkit dan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi untuk mencuci muka nya.
Haaahhhh..
Cessa menatap pantulan diri nya di cermin dengan menumpukan kedua tangan nya di wastafel,ia melihat dirinya sendiri yang terlihat sayu terkadang ia membenci dirinya sendiri rasa nya ia ingin mengganti muka nya sendiri agar orang-orang tidak mengenali nya dan membuka luka lama nya.
"You strong Cessa...you strong" ujar Cessa menyemangati dirinya sendiri
Cessa pun kembali ke tempat tidur nya lalu membuka laci di sebelah tempat tidur nya dan mengambil beberapa butir obat dan memakan nya sekaligus lalu meminum air yang selalu di sediakan pelayan nya di meja samping tempat tidur nya,terpaksa Cessa kembali meminum obat itu lagi karena pikiran nya sudah kemana-mana dan ia membutuhkan obat itu untuk menenangkan pikiran nya dan mengistirahatkan mata nya.
Tak lama Cessa pun mulai mengantuk ia pun segera mencari posisi nyaman nya lalu mulai memejamkan mata nya.
<••••>
Austin yang melihat Cessa dari mulai memasuki kamar nya sampai kini sudah terlelap tidur dengan nyaman tidak sedikit pun melewati nya kecuali saat Princessa ke kamar mandi tidak mungkin tuan nya itu memasang CCTV di kamar mandi putri nya sendiri.
Benar.. saat ini Austin sedang melihat Princessa lewat CCTV lebih tepat nya memantau nya,tuan nya itu memang memasang CCTV di kamar putri nya,se protektif itu tuan nya terhadap putri satu-satu nya itu dan ia melihat di ruang CCTV ini hampir di setiap sudut ruang di mansion terpasang CCTV, ternyata keamanan di mansion juga sangat ketat selain bodyguard James pun memasang CCTV di mana-mana, dia harus menghafal titik CCTV itu berada dan titik buta dari CCTV itu.
"Austin" ucap seseorang menepuk bahu nya
"Ya Marcuss?" jawab Austin singkat
"Kau sudah menjaga nona Princessa dari tadi,istirahatlah...biar kami yang menjaga nona Princessa sekarang"ucap orang tersebut yang ternyata adalah Marcuss.
"Baiklah aku serahkan pada kalian,aku ke kamar dulu" ucap Austin lalu pergi menuju kamar nya yang berada di samping yang tidak terlalu jauh dari kamar Princessa "sehingga jika terjadi sesuatu dengan Princessa kau bisa langsung ke kamar nya,dan saya akan membuat tombol yang akan terhubung dengan kamar mu nanti,saya akan bicara pada Princessa bahwa tombol itu dilakukan saat darurat saja" ujar tuan nya tadi, Austin pun berjalan menuju kamar nya sambil berjalan ia terus memandangi pintu kamar Princessa entah apa yang sedang di pikir kan nya namun semakin dekat ia melangkah ke depan pintu kamar Princessa semakin tajam tatapan nya,namun ia tetap menjaga postur nya agar tidak terlihat mencurigakan lalu berlalu menuju kamar nya sendiri.
Setelah sampai kamar nya Austin segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya,ia kembali memikirkan apa yang terjadi dengan Princessa ia masih harus mengumpulkan potongan puzzel ini agar kembali utuh dan menemukan titik terang, Austin menyugar rambut nya kebelakang setelah tidak ada satu pun informasi yang ia dapatkan tentang Princessa mungkin belum... dia harus bisa dekat dengan Princessa sampai titik dimana Princessa mempercayai nya bahkan bergantung padanya.
kini ia menemukan cara yang akan membuat nya aman namun tujuan nya pun sedikit demi sedikit akan tercapai tidak stuck di tempat yang paling penting adalah mengambil kepercayaan Princessa terlebih dahulu lalu baru mengambil kepercayaan James, kalau sudah mendapat kepercayaan dari nona nya itu ia tidak perlu susah untuk mendapat kepercayaan dari James bahkan Anetha pun akan ia dapatkan kepercayaan nya,sekali dayung dua pulau terlampaui.
Jangan lupa vote dan komen nya yahh.. kalau ada kritik silahkan asal dengan kata-kata yang baik
Terima kasih
😉😊😘